Hobi Blind Box Berlebihan Picu Gangguan Mental, Pakar Ungkap Dampak Mengejutkan di 2026

Hobi Blind Box Berlebihan Picu Gangguan Mental, Pakar Ungkap Dampak Mengejutkan di 2026
Foto: Hobi Blind Box Berlebihan Picu Gangguan Mental, Pakar Ungkap Dampak Mengejutkan di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Fenomena berburu blind box kini tengah menjadi tren yang sangat digemari oleh berbagai kalangan masyarakat. Namun, di balik rasa penasaran dan keseruannya, terdapat risiko kesehatan mental yang perlu diwaspadai jika kebiasaan ini dilakukan secara berlebihan.

Pakar sekaligus Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr. Samuel Stemi, memberikan peringatan mengenai dampak negatif dari perilaku konsumtif ini. Menurutnya, pembelian yang tidak terkendali dapat mengancam kesejahteraan psikologis seseorang.

Pada awalnya, blind box memang dirancang sebagai sarana hiburan yang mengandalkan elemen kejutan. Rasa senang saat berhasil membuka kotak dan mendapatkan karakter favorit menjadi daya tarik utama bagi para kolektor.

Perasaan bahagia tersebut memicu keinginan untuk terus mengulangi pengalaman yang sama secara berulang kali. Samuel menjelaskan bahwa jika kebiasaan ini dilakukan tanpa kontrol, seseorang akan sulit berhenti karena dorongan kuat untuk mendapatkan item tertentu.

Dampak Terhadap Stres dan Kesehatan Fisik

Ketidakpastian dalam blind box ternyata memicu pelepasan hormon dopamin yang jauh lebih kuat dibandingkan hadiah biasa. Unsur kejutan dan ekspektasi tinggi inilah yang membuat seseorang merasa kecanduan untuk terus membeli.

Dari sisi psikologis, kebiasaan belanja yang impulsif ini dapat menurunkan kemampuan seseorang dalam menunda keinginan. Kondisi ini sering kali berujung pada stres akibat pengeluaran keuangan yang tidak lagi terkontrol dengan baik.

Dampak stres jangka panjang bagi tubuh manusia :

  • Peningkatan hormon kortisol dalam darah yang berlangsung secara kronis.
  • Percepatan proses penuaan biologis yang berdampak pada kualitas kesehatan kulit.
  • Munculnya risiko peradangan atau inflamasi kronis pada organ tubuh.
  • Terjadinya gangguan sistem metabolik yang dapat memicu penyakit lainnya.

Kondisi medis tersebut menunjukkan bahwa stres psikologis akibat hobi yang tidak sehat berkaitan erat dengan penurunan fungsi organ tubuh secara keseluruhan.

Kemiripan Mekanisme dengan Perjudian

Samuel menilai bahwa mekanisme psikologis dalam tren blind box memiliki kemiripan dengan perilaku adiktif seperti perjudian. Hal ini dikarenakan adanya sistem hadiah yang tidak pasti serta aktivasi jalur dopamin yang serupa di dalam otak.

Walaupun secara klinis tidak bisa disebut identik dengan judi, pola ini tetap berada dalam spektrum perilaku adiksi. Masyarakat diminta waspada terhadap dorongan untuk terus mengulangi pembelian demi mengejar kepuasan instan.

Ketika seseorang mendapatkan item yang tidak diinginkan atau barang ganda, biasanya muncul rasa kecewa yang mendalam. Kondisi emosional ini sering kali memicu perilaku pengejaran hadiah atau reward chasing behavior.

Seseorang akan merasa terdorong untuk membeli kotak baru hanya demi memperbaiki hasil yang mengecewakan sebelumnya. Siklus inilah yang kemudian memperkuat adiksi dan membuat seseorang terjebak dalam kebiasaan belanja yang merusak.

Langkah Pencegahan dan Kendali Diri

Untuk menghindari dampak buruk tersebut, Samuel menyarankan agar masyarakat mulai memahami mekanisme psikologis di balik fenomena ini. Kesadaran akan adanya manipulasi hormon dopamin dapat membantu seseorang untuk lebih logis dalam bertindak.

Penerapan prinsip mindful buying atau belanja secara sadar menjadi kunci utama agar tidak terjebak dalam impulsivitas. Selain itu, peningkatan literasi finansial sangat diperlukan agar setiap individu mampu menetapkan batas anggaran belanja yang masuk akal.

Beberapa langkah praktis untuk mengendalikan kebiasaan belanja :

  • Menetapkan batasan anggaran maksimal untuk pembelian hobi setiap bulannya.
  • Membatasi frekuensi kunjungan ke toko atau platform yang menjual koleksi tersebut.
  • Melatih kemampuan menunda keinginan untuk membeli barang secara mendadak.
  • Melakukan pengawasan ketat oleh orang tua terhadap pola konsumsi anak dan remaja.

Upaya-upaya tersebut diharapkan dapat membangun regulasi diri yang lebih baik di tengah gempuran tren gaya hidup modern yang serba instan.

Sebagai penutup, Samuel menekankan bahwa hobi mengoleksi blind box sebenarnya tidak sepenuhnya negatif selama dilakukan secara terkontrol. Namun, konsultasi dengan psikolog atau psikiater sangat dianjurkan jika perilaku tersebut mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Tanpa pengaturan diri yang baik, potensi gangguan mental dan penuaan dini akibat stres tetap menjadi ancaman nyata. Keseimbangan antara hiburan dan kesehatan jangka panjang harus menjadi prioritas bagi setiap individu.

Artikel terkait

Rekomendasi