Misteri seputar hengkangnya Mohamed Salah dari Liverpool pada penghujung musim 2025/2026 terus berkembang. Kabar terbaru muncul dari Dejan Lovren, mantan bek Liverpool yang juga dikenal sebagai sahabat dekat penyerang Mesir tersebut.
Lovren melontarkan pernyataan mengejutkan dengan mengeklaim bahwa Salah sebenarnya masih memiliki keinginan untuk bertahan di Anfield. Menurutnya, kepindahan tersebut kemungkinan besar tidak akan terjadi jika ada perubahan di kursi kepelatihan lebih awal.
Poin penting dari pernyataan Dejan Lovren mengenai situasi Salah:
- Lovren meyakini 100 persen bahwa Salah akan tetap menjadi pemain Liverpool seandainya Arne Slot dipecat lebih dulu.
- Ia menilai momen perpisahan ini terjadi karena waktu yang kurang tepat bagi sang pemain.
- Lovren secara terang-terangan menyebut bahwa hubungan antara Salah dan Arne Slot tidak berjalan harmonis di musim terakhir.
Informasi yang dibagikan oleh Lovren ini seolah mempertegas berbagai spekulasi yang sempat beredar di kalangan pendukung The Reds. Kondisi ruang ganti tim memang menjadi sorotan tajam sepanjang musim lalu, terutama terkait rotasi pemain.
Ketegangan Hubungan Salah dan Arne Slot
Karier Salah selama sembilan musim di Liverpool memang penuh dengan prestasi gemilang dan momen bersejarah. Namun, kebersamaannya berakhir dengan catatan yang kurang menyenangkan akibat isu keretakan hubungan dengan manajer.
Penyerang berusia 34 tahun itu beberapa kali harus memulai pertandingan dari bangku cadangan saat performanya dianggap menurun oleh Slot. Keputusan taktis ini kabarnya memicu ketegangan yang cukup serius antara pemain bintang tersebut dengan sang pelatih.
Salah sendiri pernah memberikan pengakuan jujur saat dirinya diparkir dalam laga kontra Leeds United pada Desember lalu. Ia menyebutkan bahwa komunikasi dan hubungan baik yang sempat terjalin dengan Slot tiba-tiba menghilang tanpa alasan jelas.
Berikut adalah ringkasan perkembangan situasi kontrak dan performa Salah di musim terakhirnya:
| Aspek Situasi | Detail Informasi |
|---|---|
| Durasi Karier | Sembilan musim membela Liverpool FC. |
| Pemicu Konflik | Kebijakan rotasi pemain dan keputusan mencadangkan Salah. |
| Status Hubungan | Salah mengakui tidak ada lagi komunikasi dengan Arne Slot. |
| Alasan Hengkang | Faktor internal di balik layar dan perbedaan visi taktis. |
Tabel di atas merangkum bagaimana kondisi internal klub sangat memengaruhi keputusan besar yang diambil oleh pencetak gol terbanyak Liverpool di era modern tersebut. Hal ini menjelaskan mengapa faktor non-teknis memegang peranan krusial.
Rahasia di Balik Layar Anfield
Sebelum melakoni pertandingan perpisahan melawan Brentford, Salah sempat memberikan isyarat bahwa banyak masalah yang tidak diketahui publik. Meski tidak bicara blak-blakan, ia menegaskan bahwa keputusannya untuk pergi sudah bulat dan ia telah merasa tenang.
Salah mengungkapkan bahwa musim sebelumnya ia belum siap untuk meninggalkan klub yang telah membesarkan namanya tersebut. Namun, serangkaian kejadian sepanjang musim terakhir membuatnya merasa bahwa waktu untuk berpisah memang telah tiba.
Menariknya, Salah juga sempat menyuarakan kerinduannya pada gaya permainan agresif yang diterapkan di era Jurgen Klopp. Ia berharap Liverpool bisa kembali menjadi tim yang ditakuti dengan intensitas serangan yang tinggi seperti sedia kala.
Komentar tersebut banyak ditafsirkan sebagai bentuk kritik terhadap pendekatan strategi Arne Slot yang dinilai berbeda. Meski penuh drama, Salah tetap pergi sebagai legenda dengan warisan trofi dan ratusan gol yang akan selalu dikenang para penggemar.