Kelompok Hizbullah di Lebanon secara resmi membantah klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai adanya komunikasi langsung di antara mereka. Pihak Hizbullah menegaskan bahwa hingga saat ini, tidak ada kontak resmi yang terjalin dengan pemerintahan Trump.
Pernyataan balasan ini mencuat setelah Trump beberapa kali memberikan sinyal kepada publik bahwa pihaknya telah menjalin pembicaraan dengan kelompok tersebut. Padahal, Hizbullah merupakan organisasi yang selama ini mendapat dukungan penuh dari Iran.
Bantahan Resmi dari Pejabat Hizbullah
Mahmud Qomati, seorang pejabat senior Hizbullah, memberikan keterangan tertulis yang menyatakan bahwa klaim Trump tidak sesuai dengan realitas di lapangan. Ia menegaskan tidak ada satu pun pejabat Hizbullah yang berhubungan langsung dengan Presiden Amerika Serikat tersebut.
Qomati menduga bahwa Trump mungkin salah mengartikan komunikasi yang terjadi melalui jalur perantara. Menurutnya, pesan-pesan yang sampai ke AS kemungkinan besar berasal dari pihak ketiga, bukan melalui dialog langsung.
Berikut adalah detail mengenai pihak yang diduga menjadi perantara komunikasi tersebut:
- Nabih Berri: Ketua Parlemen Lebanon yang selama ini dikenal sebagai jembatan komunikasi antara berbagai faksi.
- Penasihat Parlemen: Pihak yang secara aktif berkomunikasi dengan Duta Besar Amerika Serikat di Lebanon.
- Duta Besar AS: Michel Issa, yang dilaporkan kembali bertemu dengan Nabih Berri untuk membahas situasi terkini.
Melalui jalur diplomasi ini, pesan-pesan dari Lebanon disampaikan kepada pihak Washington tanpa melibatkan interaksi langsung antara Trump dan Hizbullah.
Klaim Donald Trump Terkait Gencatan Senjata
Sebelumnya, Donald Trump sempat mengejutkan publik dengan pernyataannya terkait upaya mengakhiri konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon. Pada awal Juni 2026, Trump mengeklaim kepada media bahwa Amerika Serikat telah membuka jalur komunikasi baru.
Trump menyebutkan bahwa untuk pertama kalinya, pemerintahannya menjalin pembicaraan dengan Hizbullah. Ia bahkan mengeklaim pembicaraan tersebut berjalan dengan sangat baik melalui perwakilan tingkat tinggi dari kedua belah pihak.
Ringkasan pernyataan yang disampaikan oleh Donald Trump:
| Waktu Pernyataan | Isi Klaim Trump |
|---|---|
| Rabu, 3 Juni 2026 | Menyatakan AS berbicara dengan Hizbullah untuk pertama kalinya. |
| Senin, 1 Juni 2026 | Mengeklaim adanya pembicaraan positif melalui perwakilan tingkat tinggi. |
Pernyataan tersebut dilontarkan Trump tepat setelah Israel mengancam akan kembali melancarkan serangan udara ke wilayah pinggiran selatan Beirut.
Menanggapi rentetan klaim tersebut, Mahmud Qomati menilai bahwa manuver politik yang dilakukan Washington cenderung bersifat oportunistik. Bagi Hizbullah, klaim adanya komunikasi langsung tersebut hanyalah upaya untuk membangun citra diplomatik tertentu di tengah ketegangan perang.