Review Pragmata: Mahakarya Terbaru Capcom yang Paling Ditunggu di 2026

Review Pragmata: Mahakarya Terbaru Capcom yang Paling Ditunggu di 2026
Foto: Review Pragmata: Mahakarya Terbaru Capcom yang Paling Ditunggu di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Setelah sekian lama dinanti oleh komunitas gamer di seluruh dunia, Capcom akhirnya resmi merilis Pragmata. Proyek ambisius ini sempat mengalami beberapa kali penundaan jadwal rilis karena adanya berbagai hambatan teknis selama masa pengembangan.

Game ini menjadi langkah berani bagi Capcom dalam mencoba peruntungan melalui pengembangan kekayaan intelektual atau IP baru. Melalui artikel review kali ini, kami akan mengupas tuntas pengalaman bermain dalam dunia fiksi ilmiah yang ditawarkan oleh Pragmata.

Petualangan Berbahaya di Stasiun Luar Angkasa

Pragmata mengambil latar dunia masa depan yang sangat futuristik di mana Bulan menjadi pusat aktivitas manusia. Pemain akan mengendalikan karakter utama bernama Hugh Williams yang mengemban misi khusus ke satelit bumi tersebut.

Hugh merupakan bagian dari tim respons yang ditugaskan untuk melakukan pengecekan terhadap stasiun penelitian milik Delphi. Stasiun tersebut secara misterius kehilangan kontak komunikasi sehingga memicu kekhawatiran dari pihak pusat.

Stasiun penelitian ini memiliki peran vital sebagai tempat pengembangan Lunafilament, sebuah teknologi mutakhir yang sangat revolusioner. Teknologi ini mampu mencetak berbagai objek fisik, mulai dari barang sederhana hingga bangunan dan tumbuhan, dengan mekanisme yang mirip seperti printer 3D.

Namun, setibanya di lokasi, sebuah gempa dahsyat mengguncang stasiun dan membuat Hugh terpisah dari rekan-rekan satu timnya. Hugh yang sempat jatuh pingsan akibat insiden tersebut akhirnya diselamatkan oleh sesosok android mungil yang sangat unik.

Android yang memiliki wujud fisik seperti anak perempuan ini awalnya memiliki kode identitas D-i-0336-7. Hugh kemudian memberinya nama panggilan Diana, dan sejak saat itu, keduanya memulai petualangan untuk bertahan hidup.

Perjalanan mereka di stasiun luar angkasa tentu tidak berjalan dengan mulus karena banyak ancaman yang mengintai. Berbagai unit android keamanan berusaha menghabisi nyawa mereka atas perintah IDUS, sistem kecerdasan buatan (AI) yang menganggap Hugh sebagai penyusup berbahaya.

Dinamika Hubungan Karakter yang Emosional

Dalam mengembangkan Pragmata, Capcom terlihat menggunakan formula yang mirip dengan apa yang mereka terapkan pada hubungan karakter di Resident Evil. Pola kedekatan antara Hugh dan Diana sangat menyerupai ikatan antara orang tua dan anak yang saling melindungi.

Pada awalnya, hubungan mereka terasa sangat transaksional karena Hugh hanya membutuhkan bantuan Diana untuk bisa melarikan diri dari Bulan. Namun seiring berjalannya cerita, perkembangan karakter di antara keduanya terasa sangat natural dan mendalam.

Hugh perlahan mulai memposisikan dirinya sebagai sosok ayah yang memberikan banyak pelajaran penting kepada Diana. Ia sering kali memperingatkan Diana tentang bahaya di sekitar mereka serta menceritakan banyak hal mengenai masa lalunya yang kelam.

Di sisi lain, Diana digambarkan sebagai sosok anak kecil yang memiliki rasa keingintahuan sangat tinggi meskipun ia adalah seorang android. Sifat polos Diana ini sempat membuat Hugh merasa canggung pada awalnya sebelum akhirnya mereka menjadi sangat dekat.

Strategi Capcom dalam menggunakan mekanisme "mengasuh anak" ini terbukti masih sangat efektif untuk memikat emosi para pemain. Plot yang disuguhkan mampu menjaga ketertarikan pemain sejak adegan pembuka hingga kredit akhir permainan muncul.

Inovasi Gameplay Melalui Mekanik Hack-and-Shoot

Interaksi antara Hugh dan Diana tidak hanya terbatas pada dialog saja, tetapi juga terintegrasi secara mendalam ke dalam sistem pertarungan. Musuh-musuh robot di game ini tidak bisa dikalahkan hanya dengan serangan fisik atau tembakan senjata api biasa.

Robot keamanan tersebut memiliki sistem pertahanan yang sangat kuat yang melindungi titik inti mereka dari serangan luar. Di sinilah peran penting Diana muncul sebagai rekan setim yang memiliki kemampuan teknis luar biasa.

Poin penting mengenai mekanisme pertarungan unik yang ditawarkan dalam game Pragmata antara lain adalah:

  • Pemain harus mengendalikan Hugh untuk menembak sambil memastikan Diana berhasil melakukan peretasan sistem.
  • Proses peretasan atau hacking disajikan dalam bentuk mini-game yang mengharuskan pemain mengarahkan kursor ke titik tujuan tertentu.
  • Keberhasilan proses hacking akan membuka pelindung robot dan mengekspos titik lemah yang kemudian bisa dihancurkan.
  • Capcom menyebut sistem ini dengan istilah Hack-and-Shoot yang menguji kemampuan multitasking pemain secara intens.

Kombinasi antara aksi tembak-menembak dan elemen puzzle peretasan ini memberikan kesegaran tersendiri dibandingkan game shooter pada umumnya. Pemain akan merasakan sensasi kerja sama yang nyata antara seorang prajurit dan ahli sistem di tengah pertempuran yang kacau.

Markas Utama Sebagai Tempat Istirahat dan Upgrade

Setiap kali berhasil menyelesaikan sebuah misi utama, pemain akan kembali ke sebuah tempat aman yang disebut dengan Cabin atau Base. Tempat ini berfungsi sebagai area sentral bagi pemain untuk melakukan berbagai persiapan sebelum melanjutkan petualangan berikutnya.

Di dalam markas ini, pemain memiliki kebebasan untuk melakukan peningkatan pada persenjataan, kemampuan hacking, hingga atribut lainnya. Selain itu, tersedia juga fitur kustomisasi kostum untuk Hugh dan Diana yang bisa dibuka dengan mengumpulkan koin khusus.

Salah satu fitur yang paling menarik di markas adalah sistem REM atau Read Earth Memory yang berfungsi sebagai elemen relaksasi. Pemain dapat memberikan memori yang ditemukan selama perjalanan kepada Diana untuk memunculkan berbagai objek hiburan.

Melalui sistem REM ini, pemain bisa melihat Diana bermain seluncuran, ayunan, hingga menonton televisi di dalam markas. Aktivitas ini memberikan jeda yang sangat diperlukan setelah pemain menghadapi pertarungan bos yang sangat menguras tenaga dan pikiran.

Interaksi langsung dengan Diana juga bisa dilakukan di area ini, mulai dari sekadar mengobrol santai hingga bermain petak umpet. Keberadaan markas ini benar-benar berhasil menjadi tempat melepas stres sekaligus memperkuat ikatan batin pemain terhadap karakter Diana.

Visual Memukau Berbasis RE Engine

Dari sektor grafis, Pragmata tampil sangat memukau berkat penggunaan RE Engine yang telah dimaksimalkan oleh tim pengembang Capcom. Engine ini terbukti mampu menyajikan detail visual tingkat tinggi namun tetap memiliki performa yang sangat stabil di berbagai perangkat.

Detail pada armor yang dikenakan Hugh serta desain lingkungan stasiun luar angkasa yang futuristik terlihat sangat nyata. Salah satu yang paling menonjol adalah detail rambut Diana yang dibuat dengan jumlah poligon tinggi sehingga terlihat sangat halus.

Beberapa aspek visual yang paling mengesankan selama kami memainkan game ini adalah sebagai berikut:

  • Representasi wilayah Times Square New York yang dibuat melalui teknologi Lunafilament tampak sangat artistik.
  • Desain lingkungan botani di dalam stasiun penelitian memberikan kontras warna yang indah di tengah tema futuristik.
  • Pemandangan permukaan Bulan dan luar angkasa disajikan dengan pencahayaan yang sangat memanjakan mata.
  • Optimasi game yang sangat baik bahkan ketika dijalankan pada perangkat dengan spesifikasi terbatas seperti Nintendo Switch 2.

Pencapaian teknis ini membuktikan bahwa Capcom benar-benar serius dalam memoles kualitas visual IP terbaru mereka ini. Setiap sudut dunia dalam Pragmata terasa hidup dan memiliki karakteristik visual yang sangat kuat.

Kualitas Pengisi Suara yang Mendukung Atmosfer

Aspek audio, terutama akting suara dari para pemeran Hugh dan Diana, patut mendapatkan apresiasi khusus dalam review ini. Mengingat sebagian besar durasi game diisi oleh percakapan mereka berdua, kualitas pengisi suara menjadi faktor penentu kenyamanan bermain.

Pengisi suara Hugh berhasil membawakan karakter pria dewasa yang tegas namun memiliki sisi lembut layaknya seorang ayah. Nada suaranya saat menenangkan Diana atau memberikan instruksi keselamatan terasa sangat meyakinkan dan penuh penjiwaan.

Sementara itu, pengisi suara Diana dengan sangat baik memerankan sosok android yang sedang belajar memahami emosi manusia. Rasa ingin tahu yang besar serta kenaifan khas anak-anak berhasil tersampaikan dengan sempurna melalui dialog-dialog yang ada.

Chemistry antara kedua pengisi suara ini membuat setiap percakapan menjadi menarik untuk diikuti dan tidak terasa membosankan. Hal ini sangat membantu pemain untuk lebih masuk ke dalam cerita dan peduli pada nasib kedua karakter tersebut.

Kesimpulan: Langkah Baru Capcom yang Menjanjikan

Secara garis besar, Pragmata merupakan sebuah game yang sangat seru dan menawarkan pengalaman yang cukup berbeda di pasaran saat ini. Mekanik Hack-and-Shoot yang inovatif menuntut pemain untuk tetap fokus dan memiliki kemampuan koordinasi yang baik.

Meskipun bukan tanpa kekurangan, seperti sistem hacking yang terkadang terasa repetitif dan variasi puzzle yang kurang beragam, hal ini tidak merusak pengalaman bermain secara keseluruhan. Capcom tampak telah mengerahkan segala kemampuan terbaik mereka untuk membangun pondasi franchise baru ini.

Berikut adalah ringkasan dari hasil review game Pragmata secara keseluruhan:

Aspek Penilaian Kelebihan Utama
Gameplay Inovasi sistem Hack-and-Shoot yang unik dan menantang.
Cerita Hubungan emosional yang kuat antara Hugh dan Diana.
Grafis Visual RE Engine yang sangat detail dan optimal.
Audio Kualitas pengisi suara yang sangat mendalam dan pas.

Tabel di atas merangkum poin-poin terkuat yang membuat Pragmata layak untuk menjadi salah satu koleksi game wajib Anda. Dengan segala kualitas yang ditawarkan, kami sangat merekomendasikan game ini untuk segera Anda mainkan di tahun 2026 ini.

Artikel terkait

Rekomendasi