Presiden China, Xi Jinping, menyatakan bahwa hubungan diplomatik antara negaranya dengan Korea Utara kini telah memasuki sebuah titik awal sejarah yang baru. Pernyataan ini disampaikan melalui media pemerintah Korea Utara sesaat sebelum kunjungannya ke Pyongyang untuk bertemu dengan Kim Jong Un.
Xi Jinping menegaskan bahwa mengembangkan relasi dengan Korea Utara merupakan kebijakan tetap dari pemerintah China. Dalam tulisan yang diterbitkan surat kabar Rodong Sinmun, ia berkomitmen untuk memperkuat pertukaran di berbagai sektor strategis.
Visi Keamanan Regional dan Diplomasi Global
Dalam pesannya, Xi menyerukan perlawanan terhadap segala bentuk hegemoni, otoritarianisme, serta upaya menghidupkan kembali militerisme. Ia menilai langkah tersebut krusial demi menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan regional agar tetap kondusif.
Kunjungan kenegaraan yang berlangsung selama dua hari ini merupakan perjalanan internasional pertama Xi Jinping pada tahun 2026. Selain itu, momen ini menjadi kunjungan pertamanya ke negara tetangga tersebut dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir.
Kunjungan ini dipandang strategis mengingat kondisi ekonomi Korea Utara yang mulai menguat berkat hubungan dagang dan militer dengan Rusia. Hal ini diyakini akan meningkatkan rasa percaya diri Kim Jong Un dalam setiap meja perundingan.
John Delury, seorang peneliti senior di Asia Society, menilai kunjungan Xi kali ini memiliki atmosfer yang berbeda dibandingkan sebelumnya. Menurutnya, misi utama Xi adalah menjaga tradisi persahabatan di tengah dinamika global yang terus berubah.
Fokus utama dalam penguatan hubungan bilateral ini meliputi beberapa poin strategis sebagai berikut:
- Menjaga dan merayakan persahabatan tradisional yang telah lama terjalin antara Beijing dan Pyongyang.
- Memperkuat kerja sama strategis dengan landasan ideologi sosialisme di berbagai agenda resmi.
- Mempromosikan sistem multilateralisme yang adil dan tertib di kancah internasional.
- Mendorong globalisasi ekonomi yang lebih inklusif agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dunia.
- Mewujudkan perdamaian serta stabilitas regional jangka panjang sebagai visi bersama kedua negara.
Rangkaian poin tersebut mencerminkan ambisi kedua pemimpin untuk menciptakan tatanan baru yang lebih berpihak pada kepentingan ekonomi dan politik bersama.
Penyambutan Meriah di Kota Pyongyang
Ibu kota Korea Utara terlihat bersiap menyambut kedatangan sang tamu agung dengan dekorasi bendera kedua negara di sepanjang jalan utama. Sejumlah spanduk selamat datang untuk Presiden Xi juga tampak menghiasi gedung-gedung penting di kota tersebut.
Berdasarkan laporan kantor berita Xinhua, Presiden Xi terbang dari Beijing menggunakan pesawat khusus. Ia didampingi oleh ibu negara Peng Liyuan dan beberapa pejabat tinggi pemerintahan.
Berikut adalah daftar delegasi tingkat tinggi yang turut serta dalam rombongan kepresidenan China:
| Nama Pejabat | Jabatan Utama |
|---|---|
| Cai Qi | Kepala Staf Kepresidenan |
| Wang Yi | Menteri Luar Negeri |
| Peng Liyuan | Ibu Negara |
Kehadiran para pejabat teras ini menunjukkan betapa pentingnya pertemuan puncak tersebut bagi peta geopolitik Asia Timur di masa depan. Hubungan yang semakin erat antara kedua negara diharapkan mampu menjadi penyeimbang kekuatan di kawasan tersebut.