Xi Jinping Kunjungi Korut, Tegaskan Dukungan Terbaru untuk Kim Jong Un di 2026

Xi Jinping Kunjungi Korut, Tegaskan Dukungan Terbaru untuk Kim Jong Un di 2026
Foto: Xi Jinping Kunjungi Korut, Tegaskan Dukungan Terbaru untuk Kim Jong Un di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Suasana meriah menyelimuti Pyongyang saat Presiden China, Xi Jinping, tiba dalam kunjungan kenegaraan yang sangat dinantikan ke Korea Utara pada Senin (8/6/2026). Sambutan karpet merah dan dentuman meriam sebanyak 21 kali di Lapangan Kim Il Sung menandai momen bersejarah bagi kedua negara sekutu tersebut.

Laporan dari kantor berita Xinhua menyebutkan bahwa ribuan warga turut memadati lokasi dengan sorak-sorai dan pelepasan balon ke udara. Di atas kerumunan, terpampang potret raksasa Xi Jinping dan Kim Jong Un sebagai simbol keakraban diplomasi mereka.

Sambutan Hangat dari Pemimpin Tertinggi Korea Utara

Presiden Xi Jinping datang bersama ibu negara Peng Liyuan serta delegasi tingkat tinggi yang mencakup Menteri Luar Negeri Wang Yi dan Menteri Pertahanan Dong Jun. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, yang didampingi oleh istrinya, Ri Sol Ju.

Kunjungan selama dua hari ini merupakan perjalanan internasional pertama Xi di tahun 2026 sekaligus kunjungan perdananya ke Korea Utara dalam tujuh tahun terakhir. Kehadiran ini memberikan sinyal kuat mengenai posisi strategis Pyongyang bagi kebijakan luar negeri Beijing.

Daftar pejabat tinggi China yang ikut mendampingi Presiden Xi Jinping dalam kunjungan ini:

  • Cai Qi, pejabat senior Partai Komunis China.
  • Wang Yi, Menteri Luar Negeri China.
  • Dong Jun, Menteri Pertahanan China.
  • Wang Wentao, Menteri Perdagangan China.

Kehadiran para menteri strategis tersebut menunjukkan bahwa fokus pertemuan ini mencakup berbagai sektor penting, mulai dari keamanan hingga ekonomi. Delegasi ini mempertegas komitmen China dalam mempererat kerja sama lintas sektoral dengan tetangga terdekatnya.

Komitmen Perlindungan dan Stabilitas Kawasan

Dalam pertemuan tersebut, Xi Jinping menekankan bahwa dukungan China terhadap kepemimpinan Kim Jong Un tidak akan pernah goyah. Ia menyatakan bahwa hubungan kedua negara saat ini tengah memasuki babak baru dalam sejarah perjalanan diplomasi mereka.

Xi Jinping juga mengajak Korea Utara untuk terus memperkuat ikatan strategis guna melindungi kedaulatan serta kepentingan pembangunan bersama. Baginya, persahabatan tradisional antara kedua negara akan tetap kokoh tanpa terpengaruh oleh perubahan situasi internasional.

Fokus utama kerja sama yang ditekankan oleh kedua pemimpin negara tersebut:

  • Penguatan komunikasi strategis di bidang diplomasi dan militer.
  • Kolaborasi dalam penegakan hukum dan sektor keamanan.
  • Pengembangan bersama di bidang pertanian, teknologi, dan perdagangan.
  • Pembangunan infrastruktur dan proyek konstruksi berkelanjutan.

Kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan stabilitas yang lebih kuat di tengah dinamika politik global yang terus berubah. Selain itu, kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua belah pihak.

Menentang Hegemoni dan Ancaman Militerisme

Presiden Xi secara terbuka mengajak Kim Jong Un untuk bersatu melawan segala bentuk ketidakstabilan di kawasan Asia Timur. Ia menegaskan pentingnya menentang otoritarianisme dan upaya pihak-pihak tertentu yang mencoba menghidupkan kembali militerisme.

Pernyataan ini muncul di tengah menguatnya posisi Korea Utara yang didukung oleh hubungan perdagangan dan militer yang kian erat dengan Rusia. Perkembangan ekonomi Pyongyang dinilai memberi rasa percaya diri lebih bagi Kim Jong Un dalam melakukan diplomasi internasional.

Ringkasan poin utama dari kunjungan kenegaraan Xi Jinping ke Pyongyang:

Aspek Utama Detail Informasi
Tujuan Kunjungan Memperkuat hubungan diplomatik dan kerja sama strategis.
Durasi Pertemuan Dua hari kunjungan resmi di Pyongyang.
Isu Prioritas Kedaulatan, keamanan regional, dan stabilitas ekonomi.
Sikap Politik Menentang hegemoni dan konspirasi militerisme.

Tabel di atas merangkum inti dari kunjungan Presiden Xi Jinping yang bertujuan untuk mengimbangi pengaruh global di kawasan tersebut. Pertemuan ini mempertegas bahwa China tetap menjadi mitra strategis utama bagi kedaulatan Korea Utara.

Artikel terkait

Rekomendasi