Susul Verdonk dan Paes, Jay Idzes Resmi Punya Pelatih Baru di Venezia 2026

Susul Verdonk dan Paes, Jay Idzes Resmi Punya Pelatih Baru di Venezia 2026
Foto: Susul Verdonk dan Paes, Jay Idzes Resmi Punya Pelatih Baru di Venezia 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Tiga penggawa Timnas Indonesia yang sedang berkarier di Eropa menghadapi situasi serupa menjelang bergulirnya musim kompetisi 2026/2027. Calvin Verdonk, Maarten Paes, dan Jay Idzes secara unik akan memulai lembaran baru dengan nakhoda baru di klub masing-masing.

Kabar terbaru datang dari Jay Idzes yang kini memperkuat Sassuolo di Liga Italia. Perubahan kursi kepelatihan ini menjadi sorotan karena ketiga pemain tersebut merupakan pilar penting di lini belakang skuad Garuda.

Transformasi di Lille dan Ajax Amsterdam

Sebelum kabar mengenai Jay Idzes mencuat, dua rekan setimnya di Timnas Indonesia sudah lebih dulu dipastikan memiliki pelatih anyar. Calvin Verdonk yang kini membela klub Prancis, Lille, akan bekerja di bawah arahan Davide Ancelotti.

Putra dari pelatih legendaris Carlo Ancelotti tersebut ditunjuk manajemen Lille untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Bruno Genesio. Genesio sendiri resmi mengakhiri masa baktinya setelah kontraknya bersama klub tersebut habis.

Kondisi yang hampir identik dialami oleh penjaga gawang andalan Indonesia, Maarten Paes. Kiper yang membela Ajax Amsterdam sejak pertengahan musim 2025/2026 ini juga akan memiliki juru taktik baru untuk musim depan.

Manajemen Ajax telah mengumumkan penunjukan Michel sebagai pelatih baru mereka pada 3 Juni 2026 lalu. Pelatih asal Spanyol tersebut sebelumnya sukses mencuri perhatian dunia sepak bola saat menakhodai klub La Liga, Girona.

Era Baru Jay Idzes Bersama Sassuolo

Kabar paling hangat datang dari tanah Italia, tempat bek tangguh Jay Idzes berkarier. Idzes yang menjadi tumpuan di lini pertahanan Sassuolo baru saja melewati musim perdana yang sangat mengesankan di kasta tertinggi Serie A.

Pemain yang akrab disapa Bang Jay ini tercatat tampil sebanyak 35 kali sepanjang musim 2025/2026. Ia hampir selalu menjadi pilihan utama dalam skema permainan yang diusung oleh pelatih sebelumnya, Fabio Grosso.

Berikut adalah ringkasan performa luar biasa Jay Idzes bersama Sassuolo di bawah asuhan Fabio Grosso pada musim lalu:

  • Mencatatkan total menit bermain yang sangat tinggi, yakni mencapai 3.063 menit di lapangan.
  • Berhasil menembus skuad utama (starting XI) dan menjadi rekan duet permanen bagi Tarik Muharemovic.
  • Memberikan kontribusi besar dalam menjaga stabilitas pertahanan tim sepanjang kompetisi Serie A.
  • Membantu tim berjuluk I Neroverdi tersebut finis di peringkat ke-11 klasemen akhir Liga Italia.
  • Menjadi salah satu pemain paling konsisten setelah Sassuolo berhasil promosi dari Serie B.

Pencapaian tersebut membuktikan bahwa Idzes adalah aset berharga bagi Sassuolo. Performa solidnya membuat manajemen klub harus mencari pelatih yang bisa terus mengembangkan potensinya di masa depan.

Kepergian Fabio Grosso ke Fiorentina

Meskipun berhasil membawa Sassuolo tampil stabil di papan tengah, Fabio Grosso memilih untuk mengakhiri kerja samanya. Pahlawan timnas Italia saat menjuarai Piala Dunia 2006 tersebut dikabarkan segera merapat ke Fiorentina.

Kehilangan Grosso tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Jay Idzes dan rekan-rekannya di Sassuolo. Pasalnya, Grosso adalah sosok yang memberikan kepercayaan penuh kepada bek Timnas Indonesia tersebut untuk mengawal jantung pertahanan.

Perbandingan transisi pelatih yang dialami oleh tiga pemain abroad Timnas Indonesia dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Nama Pemain Klub Pelatih Lama Pelatih Baru
Calvin Verdonk Lille (Prancis) Bruno Genesio Davide Ancelotti
Maarten Paes Ajax (Belanda) John van 't Schip Michel (Eks Girona)
Jay Idzes Sassuolo (Italia) Fabio Grosso Alberto Aquilani

Tabel di atas menunjukkan bahwa perubahan kepemimpinan ini terjadi merata di klub-klub tempat pemain Indonesia bernaung. Hal ini menuntut para pemain untuk kembali beradaptasi dengan filosofi bermain yang berbeda.

Alberto Aquilani Sebagai Suksesor

Untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Grosso, manajemen Sassuolo telah menjatuhkan pilihan kepada Alberto Aquilani. Sosok Aquilani bukanlah orang asing bagi pendukung klub karena ia pernah berseragam Sassuolo saat masih aktif bermain.

Mantan gelandang AS Roma dan Juventus ini dinilai memiliki prospek cerah sebagai pelatih masa depan. Laporan dari media setempat menyebutkan bahwa kesepakatan antara Sassuolo dan Aquilani sudah mencapai tahap akhir.

Pelatih kelahiran Roma tersebut direncanakan akan menandatangani kontrak berdurasi dua tahun. Dalam kesepakatan tersebut, terdapat pula opsi perpanjangan untuk tahun ketiga tergantung performa tim nantinya.

Pengumuman resmi mengenai penunjukan Aquilani diperkirakan akan dilakukan pada pekan depan. Saat ini, Aquilani masih harus merampungkan urusan administrasi terkait pemutusan kontraknya dengan klub kasta bawah, Catanzaro.

Harapan Baru di Tangan Aquilani

Meski gagal membawa Catanzaro promosi ke Serie A setelah kalah dari Monza di final playoff, reputasi Aquilani tetap terjaga. Ia dianggap memiliki kemampuan manajemen tim yang mumpuni serta visi yang jelas dalam mengembangkan pemain muda.

Kualitas inilah yang meyakinkan petinggi Sassuolo bahwa Aquilani adalah sosok yang tepat untuk memulai era baru. "Detail kontrak dan pengumuman resmi akan dirilis dalam beberapa jam mendatang. Era baru Sassuolo memiliki nama: Alberto Aquilani," tulis laporan Sassuolo News.

Bagi Jay Idzes, kehadiran Aquilani bisa menjadi peluang sekaligus tantangan untuk mempertahankan posisinya sebagai bek utama. Dengan pengalaman Aquilani sebagai pemain kelas dunia, Idzes diharapkan bisa memetik ilmu baru demi meningkatkan kualitas permainannya.

Adaptasi cepat akan menjadi kunci bagi Idzes, Verdonk, maupun Paes agar tetap mendapatkan menit bermain reguler. Konsistensi mereka di level klub sangat dibutuhkan untuk menjaga performa saat membela Timnas Indonesia di ajang internasional.

Artikel terkait

Rekomendasi