AQUA Gandeng Rumah Sakit, Edukasi Kesehatan Keluarga Resmi Diperkuat 2026

AQUA Gandeng Rumah Sakit, Edukasi Kesehatan Keluarga Resmi Diperkuat 2026
Foto: AQUA Gandeng Rumah Sakit, Edukasi Kesehatan Keluarga Resmi Diperkuat 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

AQUA terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat dengan memperkuat program edukasi bagi keluarga Indonesia. Melalui kolaborasi strategis bersama The Asian Parents, merek air minum ini meluncurkan inisiatif bertajuk 'AQUA Goes to Hospital: Langkah Sehat Keluarga Adem'.

Kegiatan ini direncanakan berlangsung secara maraton di berbagai rumah sakit ternama di area Jakarta dan sekitarnya. Program edukasi tersebut dijadwalkan akan mengisi agenda kesehatan dari bulan April hingga Desember 2026 mendatang.

Salah satu rangkaian acara yang telah terlaksana dengan sukses berada di RS Mitra Keluarga Bintaro. Mengangkat tema 'Langkah Kecil, Dampak Besar: Tips Pilih Hidrasi Terbaik untuk Keluarga', acara ini menarik perhatian banyak orang tua.

Dalam sesi tersebut, para ahli kesehatan memberikan pengetahuan mendalam mengenai pentingnya air minum berkualitas. Selain itu, terdapat berbagai aktivitas interaktif serta diskusi yang melibatkan para ibu untuk berbagi pengalaman seputar pola hidup sehat.

Komitmen Mendukung Kesehatan Melalui Hidrasi Berkualitas

Marketing Manager AQUA, Fella Falencia, menjelaskan bahwa inisiatif ini bermula dari kesamaan visi antara AQUA, The Asian Parents, dan pihak rumah sakit. Mereka sepakat untuk mendampingi para ibu dalam mengambil keputusan terbaik bagi kesehatan anggota keluarganya.

Fella menekankan bahwa pemilihan air minum tidak boleh dianggap remeh, terutama untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak. Menurutnya, hidrasi yang sehat merupakan fondasi utama bagi kebugaran tubuh setiap hari.

Kerja sama dengan rumah sakit besar di Jakarta diharapkan dapat memperluas cakupan proteksi kesehatan bagi setiap keluarga. Fella meyakini bahwa akses terhadap informasi kesehatan yang benar akan membantu masyarakat lebih waspada.

Ia menegaskan bahwa memilih air minum yang terjamin keamanannya adalah bentuk investasi kesehatan untuk masa depan. AQUA berkomitmen untuk tidak hanya menyediakan produk berkualitas di rumah, tetapi juga di area fasilitas kesehatan publik.

Dengan melibatkan tenaga medis dan komunitas, AQUA ingin mendorong perubahan perilaku sederhana di masyarakat. Perubahan kecil dalam memilih air minum diharapkan mampu memberikan efek positif yang signifikan bagi kesehatan nasional.

Fakta Mengenai Konsumsi Air di Masyarakat Indonesia

Dokter Spesialis Gizi Klinis dari RS Mitra Keluarga Bintaro, dr. Adelina Haryono, turut memberikan pandangannya dalam acara tersebut. Ia menyebutkan bahwa tingkat kesadaran warga dalam memenuhi kebutuhan cairan harian masih harus terus dipacu.

Banyak orang merasa sudah cukup mengonsumsi air, namun secara medis mereka sebenarnya masih mengalami dehidrasi ringan. Data menunjukkan bahwa kekurangan cairan masih menjadi masalah umum bagi banyak kelompok usia di Indonesia.

Berikut adalah rincian tingkat kekurangan konsumsi air di masyarakat:
  • Sekitar 1 dari 5 anak-anak serta remaja di Indonesia masih belum mencukupi kebutuhan air minum harian mereka.
  • Sebanyak 1 dari 4 orang dewasa juga ditemukan masih kekurangan asupan cairan harian yang dibutuhkan tubuh.

Padahal, dr. Adelina menjelaskan bahwa sekitar 50 persen hingga 60 persen komponen tubuh manusia terdiri dari air. Cairan ini memiliki peran krusial dalam mendukung fungsi organ hingga pembentukan sel-sel baru di dalam tubuh.

Terkait jumlah kebutuhan air, dr. Adelina memberikan panduan umum bagi masyarakat untuk diikuti setiap hari. Berikut adalah perbandingan kebutuhan cairan berdasarkan kategori usia:

Kategori Usia Kebutuhan Cairan per Hari
Anak-anak 1,2 hingga 1,5 Liter
Orang Dewasa 1,8 hingga 2,0 Liter

Penjelasan di atas menunjukkan bahwa setiap individu memiliki kebutuhan yang berbeda-beda tergantung aktivitasnya. dr. Adelina juga mengingatkan agar masyarakat membiasakan diri minum secara rutin tanpa harus menunggu rasa haus muncul.

Risiko Kontaminasi Sumber Air dan Dampaknya

Kualitas air di Indonesia juga menjadi perhatian serius bagi dr. Tria Rosemiarti selaku Nutrition Design & Hydration Science Research and Innovation AQUA. Ia menyoroti fakta bahwa banyak sumber air yang digunakan masyarakat saat ini sangat rentan tercemar.

Data Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) mengungkapkan kondisi yang cukup memprihatinkan di lapangan. Hasil studi tersebut menunjukkan mayoritas rumah tangga di Indonesia masih mengonsumsi air yang tidak sepenuhnya aman.

Sebanyak 7 dari 10 rumah tangga dilaporkan mengonsumsi air yang terindikasi mengandung bakteri E. coli. Masalah ini diperparah dengan fakta bahwa hanya sebagian kecil warga yang memiliki akses langsung ke air minum yang benar-benar terlindungi.

Banyak orang mengira bahwa merebus air adalah solusi mutlak untuk menghilangkan semua jenis bahaya. Namun, dr. Tria menjelaskan bahwa meskipun bakteri mati, zat logam berat atau senyawa kimia berbahaya lainnya tetap tidak akan hilang.

Bahaya mengonsumsi air yang tidak terjamin kualitasnya sangat berdampak pada pertumbuhan anak. Paparan air yang terkontaminasi mikroba dapat meningkatkan risiko stunting atau gangguan pertumbuhan secara drastis pada anak-anak.

Beberapa dampak buruk akibat mengonsumsi air minum yang tidak aman antara lain:
  • Risiko stunting pada anak meningkat hingga 4,14 kali lebih besar akibat paparan kontaminasi mikrobiologis seperti E. coli.
  • Terjadinya gangguan penyerapan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh anak untuk berkembang dengan optimal.
  • Penurunan kemampuan kognitif yang meliputi daya ingat, keterampilan berbahasa, hingga prestasi akademik di sekolah.
  • Gangguan pada tinggi badan anak yang tidak sesuai dengan standar usia pertumbuhannya.

Data mengenai risiko stunting ini didapatkan dari penelitian komprehensif yang dilakukan di 13 provinsi di Indonesia. Studi ini juga diperkuat dengan hasil pengamatan lapangan di wilayah Deli Serdang, Sumatera Utara, yang dipublikasikan secara internasional.

Peran Ibu Sebagai Pengambil Keputusan di Rumah

Almiranti Fira, yang dikenal sebagai Ibu Bijak AQUA, berbagi pengalamannya dalam membangun kebiasaan minum air di lingkungan keluarga. Menurutnya, peran seorang ibu sangat vital karena bertindak layaknya menteri kesehatan di dalam rumah tangga.

Fira berpendapat bahwa kebiasaan anak sangat dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat dari orang tuanya setiap hari. Oleh karena itu, memilih air minum berkualitas adalah langkah nyata yang bisa dilakukan orang tua untuk melindungi anak.

Fira juga memberikan beberapa tips praktis agar anak lebih gemar minum air putih:
  • Letakkan air minum di tempat yang mudah dijangkau oleh anak-anak agar mereka bisa mengambilnya kapan saja.
  • Buatlah jadwal rutin untuk minum air bersama sehingga menjadi agenda harian yang menyenangkan bagi seluruh keluarga.
  • Orang tua harus memberikan contoh secara langsung dengan rutin mengonsumsi air putih di depan anak-anak mereka.

Fira menekankan bahwa membangun kebiasaan baik pada anak tidak bisa dilakukan melalui paksaan atau tekanan. Konsistensi dan contoh nyata dari orang tua adalah kunci utama agar gaya hidup sehat ini bertahan dalam jangka panjang.

Dengan kolaborasi antara produsen, tenaga ahli, dan komunitas, diharapkan standar kesehatan keluarga Indonesia semakin meningkat. Langkah sederhana seperti memilih air mineral yang aman menjadi awal dari terciptanya generasi yang lebih sehat dan tangguh.

Artikel terkait

Rekomendasi