PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola jaringan supermarket Alfamart, merencanakan ekspansi besar untuk tahun 2026 dengan alokasi belanja modal mencapai Rp500 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk membuka 800 gerai baru, dengan sebagian besar pengembangan difokuskan di luar Pulau Jawa.
Corporate Secretary AMRT, Tomin Widian, menyatakan bahwa seluruh pendanaan ekspansi ini akan diambil dari kas internal perusahaan. Dalam paparannya di Alfa Tower, Tangerang, Tomin mengungkapkan, "Kami berupaya menggunakan pendanaan internal. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ekspansi masih dapat didukung oleh arus kas internal kami."
Tomin menjelaskan bahwa dari 800 toko baru yang direncanakan, sekitar 500 akan menjadi milik perusahaan, sedangkan 300 lainnya akan dibuka melalui sistem waralaba. Fokus utama ekspansi ini adalah area di luar Pulau Jawa, mengingat penetrasi ritel modern di daerah tersebut masih tergolong rendah.
Dia menambahkan bahwa dalam lima tahun terakhir, terjadi perubahan arah pertumbuhan pasar ritel modern dari kawasan Jabodetabek ke berbagai wilayah di luar Jawa. "Dalam lima tahun terakhir, kita melihat pergeseran dari Pulau Jawa, terutama Jabodetabek, ke luar pulau. Potensi dan penetrasi toko modern di luar Jawa masih lebih rendah dibandingkan Jawa," jelas Tomin.
Selama tiga bulan pertama tahun 2026, Grup Alfamart telah menambah 211 gerai baru. Perusahaan yakin bahwa jumlah pembukaan toko selama tahun ini akan melampaui pencapaian tahun 2025. Sebagai catatan, sepanjang 2025, Grup Alfamart yang terdiri dari Alfamart, Alfamidi, dan Dan+Dan membuka sebanyak 1.157 gerai baru.
Dalam hal keuangan, AMRT telah menyetujui pembagian dividen tunai senilai Rp1,7 triliun, atau setara dengan Rp41,5 per lembar saham. Hal ini meningkatkan rasio pembayaran dividen (payout ratio) menjadi 50% dari laba bersih tahun buku 2025. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan rasio di tahun 2024 yang sebesar 40%.