Usai Diakuisisi Keluarga Fangiono, ANJT Rugi US$59,2 Juta di Tahun 2026 yang Mengejutkan

Usai Diakuisisi Keluarga Fangiono, ANJT Rugi US$59,2 Juta di Tahun 2026 yang Mengejutkan
Foto: Usai Diakuisisi Keluarga Fangiono, ANJT Rugi US$59,2 Juta di Tahun 2026 yang Mengejutkan. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) melaporkan kondisi keuangan yang kurang menggembirakan sepanjang tahun buku 2025. Emiten yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit ini harus menelan kerugian bersih yang cukup signifikan.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, ANJT mencatatkan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$59,2 juta. Angka ini berbanding terbalik dengan performa tahun 2024, di mana perusahaan masih mampu meraup laba bersih sebesar US$3,7 juta.

Analisis Pendapatan dan Beban Perusahaan

Dari sisi pendapatan, perseroan sebenarnya mengalami kenaikan tipis menjadi US$236,6 juta sepanjang tahun 2025. Jumlah tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang berada di angka US$229,7 juta.

Kenaikan total pendapatan ini sebagian besar didorong oleh kontribusi dari pihak berelasi yang menyumbang US$135,98 juta. Sebaliknya, pendapatan dari pihak ketiga justru merosot tajam menjadi US$100,81 juta dari yang sebelumnya mencapai US$229,66 juta.

ANJT sebenarnya berhasil melakukan efisiensi dengan menekan beban pokok penjualan menjadi US$153,1 juta. Langkah ini membuat laba bruto perusahaan meningkat cukup baik menjadi US$83,5 juta dibandingkan tahun 2024.

Meski laba bruto menunjukkan tren positif, kinerja laba bersih tetap tertekan akibat beberapa faktor beban non-operasional. Salah satu pemicu utamanya adalah kerugian dari divestasi entitas anak yang nilainya mencapai US$72,1 juta.

Selain kerugian investasi tersebut, ANJT juga harus menanggung rugi dari operasi yang dihentikan sebesar US$19,5 juta. Faktor-faktor inilah yang menjadi penghambat utama bagi kinerja bottom line perusahaan di akhir tahun.

Berikut adalah rincian perbandingan kinerja keuangan ANJT untuk tahun 2024 dan 2025:

Indikator Keuangan Tahun 2024 (US$) Tahun 2025 (US$)
Pendapatan Total 229,7 Juta 236,6 Juta
Laba Bruto 57,8 Juta 83,5 Juta
Laba Usaha 29,5 Juta 49,6 Juta
Laba (Rugi) Bersih 3,7 Juta (Laba) 59,2 Juta (Rugi)

Tabel di atas merangkum fluktuasi kinerja operasional perusahaan yang sebenarnya membaik namun terbebani oleh faktor kerugian eksternal. Laba usaha tercatat meningkat berkat keuntungan perubahan nilai wajar aset biologis dan pendapatan operasi lainnya.

Perubahan Struktur Kepemilikan dan Aset

Sepanjang tahun 2025, terjadi perubahan besar pada struktur kepemilikan perusahaan setelah keluarga Tahija melepas saham mereka. Sebanyak 91,17% saham ANJT kini dikuasai oleh First Resources Limited yang merupakan milik keluarga Fangiono.

Transisi kepemilikan yang terjadi pada Mei 2025 ini juga berdampak langsung pada manajemen internal. Perubahan tersebut diikuti dengan perombakan total pada jajaran Dewan Komisaris serta Direksi perseroan.

Ringkasan posisi neraca keuangan perusahaan pada akhir periode laporan:

  • Total Aset: Mengalami penurunan menjadi US$316,6 juta dari posisi akhir tahun 2024 sebesar US$469,8 juta.
  • Total Liabilitas: Turun secara signifikan dari US$181,5 juta menjadi US$90,2 juta pada akhir tahun 2025.
  • Total Ekuitas: Perseroan mencatatkan posisi ekuitas sebesar US$226,4 juta di penutupan tahun buku.

Data neraca tersebut menunjukkan adanya perampingan aset dan liabilitas yang cukup besar di tengah masa transisi kepemilikan. Meskipun didera kerugian bersih, efisiensi pada pos kewajiban menunjukkan adanya upaya penyeimbangan struktur modal perusahaan.

Artikel terkait

Rekomendasi