Cadangan Devisa RI Mei 2026 Turun, Terendah 2 Tahun Terakhir: Ini Faktanya

Cadangan Devisa RI Mei 2026 Turun, Terendah 2 Tahun Terakhir: Ini Faktanya
Foto: Cadangan Devisa RI Mei 2026 Turun, Terendah 2 Tahun Terakhir: Ini Faktanya. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Bank Indonesia (BI) melaporkan adanya penurunan posisi cadangan devisa nasional pada akhir Mei 2026. Saat ini, jumlah cadangan devisa tercatat sebesar US$144,9 miliar.

Angka tersebut menunjukkan penurunan sekitar 0,89 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai US$146,2 miliar. Penurunan ini membawa cadangan devisa ke level terendah dalam kurun waktu hampir dua tahun terakhir.

Tren Penurunan Cadangan Devisa

Berdasarkan catatan historis, posisi ini merupakan yang terendah sejak Juli 2024 yang kala itu berada di kisaran US$145 miliar. Kondisi pada Mei 2026 juga memperpanjang tren penyusutan yang telah terjadi selama lima bulan berturut-turut.

Penyusutan ini bermula setelah cadangan devisa Indonesia mencapai titik tertingginya pada Desember 2025. Saat itu, nilai cadangan devisa sempat menyentuh angka US$156 miliar.

Ada beberapa faktor utama yang memengaruhi dinamika cadangan devisa selama bulan Mei :

  • Penerbitan surat utang global (global bond) oleh pemerintah.
  • Penerimaan negara yang bersumber dari sektor pajak dan jasa.
  • Kebutuhan pemerintah untuk melakukan pembayaran utang luar negeri.
  • Langkah intervensi BI guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di pasar.

Meskipun mengalami penurunan, Bank Indonesia menegaskan bahwa kondisi cadangan devisa saat ini masih dalam kategori sangat kuat. Hal ini tercermin dari kemampuan cadangan tersebut dalam membiayai kebutuhan impor nasional.

Indikator Ketahanan Ekonomi

Tabel berikut menyajikan ringkasan posisi dan rasio kecukupan cadangan devisa per Mei 2026 :

Indikator Nilai / Durasi
Posisi Cadangan Devisa US$144,9 Miliar
Pembiayaan Impor 5,6 Bulan
Impor & Utang Luar Negeri 5,5 Bulan
Status Kecukupan Di Atas Standar Internasional

Rasio tersebut membuktikan bahwa Indonesia memiliki bantalan yang cukup untuk menghadapi gejolak ekonomi. Posisi ini masih berada di atas standar kecukupan internasional yang umumnya dipatok pada durasi tiga bulan impor.

Proyeksi Stabilitas Makroekonomi

Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, menyatakan bahwa cadangan devisa ini efektif mendukung ketahanan sektor eksternal. Stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan dipastikan tetap terjaga dengan baik.

Bank Indonesia juga memprediksi ketahanan ekonomi nasional akan tetap kokoh di masa mendatang. Hal ini didukung oleh optimisme bahwa aliran modal asing akan terus masuk ke pasar keuangan domestik.

Kepercayaan investor tetap terjaga berkat prospek ekonomi nasional yang dianggap positif. Selain itu, daya tarik imbal hasil dari instrumen keuangan dalam negeri masih menjadi magnet bagi para pemilik modal.

Sebagai langkah antisipasi ketidakpastian global, BI berkomitmen untuk terus mempererat kerja sama dengan pemerintah. Sinergi ini bertujuan menjaga stabilitas ekonomi dari dampak volatilitas pasar keuangan dunia.

Artikel terkait

Rekomendasi