PT Akasha Wira International Tbk (ADES) secara resmi mengumumkan rencana ekspansi bisnis ke sektor industri kembang gula. Emiten yang dikenal melalui produk air minum dalam kemasan ini akan fokus mengembangkan produk permen jeli atau gummy.
Langkah strategis ini diambil guna memperkuat portofolio bisnis perusahaan di bawah naungan Coca-Cola Company tersebut. ADES berencana masuk ke segmen indulgent gummy untuk menangkap peluang pasar yang sedang berkembang.
Potensi Pasar Gummy di Indonesia
Manajemen ADES melihat adanya tren positif pada industri makanan dan minuman ringan, khususnya di kategori novelty confectionery. Produk gummy impor yang mulai menjamur di pasar domestik menjadi indikator minat konsumen yang tinggi.
Hingga tahun 2026, nilai pasar permen jeli di Indonesia diprediksi akan mencapai angka yang sangat fantastis. Estimasi nilai pasar tersebut berkisar antara Rp13,6 triliun hingga Rp15,2 triliun.
Rincian pertumbuhan pasar permen jeli berdasarkan kategorinya adalah sebagai berikut:
- Gummy Biasa: Mencatatkan pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR) di kisaran 4,5% hingga 5,2%.
- Functional Gummies: Menjadi kategori dengan pertumbuhan tercepat yang mencapai 8,54% per tahun.
Pertumbuhan yang signifikan ini dipicu oleh fleksibilitas formulasi produk gummy yang mudah menyesuaikan gaya hidup konsumen. Inovasi yang berkelanjutan dianggap sebagai kunci untuk mempertahankan daya tarik produk di masa depan.
Strategi Investasi dan Target Pasar
Dalam menjalankan ekspansi ini, ADES telah menyiapkan dana investasi sebesar Rp46,2 miliar yang bersumber dari kas internal. Dana tersebut akan dialokasikan untuk pengadaan tanah, pembangunan pabrik, serta pembelian mesin produksi.
Perusahaan memproyeksikan periode pengembalian modal atau payback period yang relatif singkat. Investasi ini ditargetkan sudah bisa kembali dalam waktu satu tahun sembilan bulan setelah operasional dimulai.
Tabel berikut merangkum target pasar dan peta persaingan yang dihadapi ADES:
| Aspek Strategis | Keterangan |
|---|---|
| Target Konsumen | Usia 6 hingga 35 tahun |
| Demografi Target | Penduduk perkotaan dan aktif di media sosial |
| Kompetitor Utama | PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) |
| Pesaing Lainnya | PT Mayora Indah Tbk (MYOR) dan Amos Food Group |
Meskipun pasar didominasi oleh pemain besar seperti Yupi, ADES tetap optimis dengan prospek bisnis barunya. Perusahaan akan mengincar segmen masyarakat urban yang dinamis sebagai basis pelanggan utama.
Keputusan Akhir di RUPSLB
Rencana penambahan izin usaha untuk kode KBLI 10734 ini akan segera dibawa ke tahap pengambilan keputusan formal. Manajemen dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 Juni 2026.
Hingga akhir tahun 2025, kepemilikan saham mayoritas ADES masih dipegang oleh Water Partners Bottling S.A. sebesar 91,35%. Sementara itu, masyarakat umum memiliki sisa saham sebesar 8,65%.