Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi melantik jajaran pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara pada Senin, 8 Juni 2026. Pelantikan ini menjadi langkah krusial dalam memperkuat struktur organisasi yang bertanggung jawab atas program kesehatan nasional tersebut.
Nama-nama yang mengisi posisi strategis ini meliputi Nanik S. Deyang, Agustina Arumsari, dan Mayjen TNI Trenggono. Ketiganya hadir di Kompleks Istana Kepresidenan dengan agenda utama menjalankan amanat untuk mengoptimalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kedatangan Para Pimpinan BGN di Istana Negara
Berdasarkan laporan di lapangan, Nanik S. Deyang terpantau sudah tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB. Ia tampak mengenakan setelan kebaya berwarna biru muda saat memasuki area Istana Negara untuk prosesi pelantikan.
Tak lama berselang, sekitar pukul 15.20 WIB, kedatangan Nanik disusul oleh Mayjen TNI Trenggono dan Agustina Arumsari. Keduanya hadir bersamaan di Kompleks Istana Kepresidenan dengan mengenakan pakaian formal sesuai protokol kenegaraan.
Dalam kesempatan tersebut, Trenggono terlihat mengenakan jas lengkap dengan dasi biru yang menjadi ciri khas seragam pelantikan pejabat di masa pemerintahan Presiden Prabowo. Sementara itu, Agustina Arumsari juga memilih mengenakan kebaya biru yang memberikan kesan formal dan elegan.
Kehadiran ketiga tokoh ini sudah dijadwalkan secara resmi untuk mengisi posisi pimpinan di Badan Gizi Nasional. Nanik S. Deyang dipastikan mengemban amanah sebagai Kepala BGN, sementara Arumsari dan Trenggono menempati posisi Wakil Kepala BGN.
Legalitas dan Persiapan Tugas Baru
Terkait status jabatan mereka, Agustina Arumsari memberikan penjelasan singkat mengenai dasar hukum penunjukan tersebut kepada awak media. Ia menyebutkan bahwa Surat Keputusan (SK) dan Keputusan Presiden (Keppres) sebenarnya sudah mulai berlaku beberapa hari sebelumnya.
Rincian mengenai masa berlaku keputusan resmi tersebut adalah:
- Surat Keputusan (SK) dan Keputusan Presiden (Keppres) sudah berlaku efektif sejak tanggal 2 Juni 2026.
- Pengumuman penetapan jabatan tersebut sebelumnya telah disampaikan secara resmi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg).
Arumsari menegaskan bahwa agenda hari ini merupakan prosesi pelantikan resmi untuk memantapkan posisi mereka secara administratif dan kenegaraan. Dengan pelantikan ini, pimpinan BGN diharapkan dapat segera bergerak cepat menjalankan tugas-tugas yang telah menanti.
Fokus pada Efisiensi dan Evaluasi Program MBG
Setelah resmi dilantik, jajaran pimpinan BGN memiliki tugas berat untuk melakukan pembenahan internal dan eksternal. Arumsari mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah tantangan besar dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah satu poin utama yang menjadi perhatian serius adalah persoalan validitas data penerima manfaat. Menurutnya, akurasi data sangat krusial agar program ini tepat sasaran dan tidak mengalami kebocoran anggaran.
Selain masalah data, BGN juga telah memetakan berbagai kluster permasalahan yang selama ini menghambat jalannya program di lapangan. Langkah evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program kesehatan ini bagi masyarakat luas.
Beberapa fokus utama perbaikan yang akan dilakukan oleh pimpinan BGN antara lain:
- Melakukan refocusing atau penajaman target penerima manfaat agar lebih efektif dan efisien.
- Mengoptimalkan penggunaan anggaran negara agar setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan dampak nyata bagi perbaikan gizi nasional.
- Menyelesaikan berbagai kendala teknis dan administratif yang muncul dalam kluster-kluster permasalahan pelaksanaan program MBG.
Arumsari menambahkan bahwa tujuan dari penajaman target ini semata-mata untuk efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas layanan. Ia meyakini bahwa program MBG memiliki niat yang sangat baik untuk masa depan generasi bangsa sehingga harus dikelola dengan manajemen yang mumpuni.
Secara tegas, ia menyatakan bahwa dirinya bersama Nanik dan Trenggono telah diberikan instruksi khusus oleh Presiden. Mandat tersebut adalah untuk segera merapikan dan menata kembali segala keruwetan dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis.
Berikut adalah struktur pimpinan Badan Gizi Nasional yang baru saja dilantik:
| Nama Pejabat | Jabatan di Badan Gizi Nasional (BGN) |
|---|---|
| Nanik Sudaryati Deyang | Kepala Badan Gizi Nasional |
| Agustina Arumsari | Wakil Kepala Badan Gizi Nasional |
| Mayjen TNI Trenggono | Wakil Kepala Badan Gizi Nasional |
Tabel di atas menunjukkan pembagian tugas utama di pucuk pimpinan BGN untuk periode masa jabatan yang baru. Sinergi antara latar belakang profesional dan militer diharapkan mampu membawa perubahan positif pada tata kelola organisasi ini.
Langkah perombakan ini juga dilakukan menyusul adanya isu efisiensi anggaran dan moratorium terkait pengadaan tertentu di internal BGN sebelumnya. Presiden Prabowo berharap kepemimpinan baru ini dapat menjaga integritas dan transparansi dalam menyalurkan bantuan gizi kepada jutaan siswa dan balita di seluruh Indonesia.