Update Haji 2026: 92 Ribu Jemaah Tiba di Makkah, 24 Orang Dilaporkan Wafat

Update Haji 2026: 92 Ribu Jemaah Tiba di Makkah, 24 Orang Dilaporkan Wafat
Foto: Ilustrasi Update Haji 2026: 92 Ribu Jemaah Tiba di Makkah, 24 Orang Dilaporkan Wafat.
Ukuran teks

Jumlah jemaah haji Indonesia yang telah menginjakkan kaki di kota suci Makkah kini telah mencapai angka 92.767 orang. Informasi ini disampaikan seiring dengan pergerakan rombongan jemaah gelombang pertama dari Madinah serta kedatangan rombongan gelombang kedua.

Para jemaah yang masuk dalam gelombang kedua tersebut tiba melalui penerbangan langsung menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Hingga saat ini, proses kedatangan jemaah dari berbagai daerah di tanah air masih terus berlangsung secara bertahap.

Statistik Kedatangan Jemaah ke Tanah Suci

Maria Assegaff selaku Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memaparkan data terbaru mengenai progres keberangkatan jemaah haji. Berdasarkan data hingga Minggu (10/5/2026), tercatat sebanyak 132.057 jemaah sudah diberangkatkan menuju Arab Saudi.

Rombongan besar tersebut terbagi ke dalam 341 kelompok terbang (kloter) yang berasal dari berbagai embarkasi. Mayoritas dari mereka kini sudah berada di Makkah untuk bersiap menjalani rangkaian ibadah selanjutnya.

Rincian mengenai kedatangan jemaah haji gelombang kedua ke Jeddah adalah sebagai berikut:

  • Sebanyak 67 kelompok terbang (kloter) sudah mendarat di Jeddah dengan total 25.541 jemaah.
  • Terdapat 269 petugas haji yang mendampingi jemaah gelombang kedua ini untuk memastikan pelayanan berjalan lancar.
  • Tercatat ada 5.766 jemaah haji khusus yang juga sudah berada di Arab Saudi untuk menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal mereka.

Maria menjelaskan dalam konferensi pers pada Senin (11/5/2026) bahwa koordinasi terus diperkuat di lapangan. Hal ini dilakukan demi menjamin kenyamanan seluruh jemaah, baik yang reguler maupun haji khusus.

Persiapan Menuju Puncak Ibadah di Armuzna

Jemaah yang telah berada di Makkah dikabarkan sudah menyelesaikan rangkaian ibadah umrah wajib setelah kedatangan mereka. Fokus utama para jemaah saat ini adalah mempersiapkan kondisi fisik untuk menghadapi puncak ibadah haji.

Momen krusial tersebut meliputi prosesi di Arafah, Muzdalifah, dan Mina yang sering disebut sebagai periode Armuzna. Persiapan mental dan kesehatan menjadi faktor kunci bagi jemaah sebelum menghadapi aktivitas fisik yang cukup berat di lokasi-lokasi tersebut.

Data Jemaah Sakit dan Wafat di Arab Saudi

Di balik kelancaran proses kedatangan, terdapat kabar duka mengenai sejumlah jemaah yang mengalami gangguan kesehatan maupun meninggal dunia. Saat ini, sebanyak 67 jemaah haji Indonesia dilaporkan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Arab Saudi.

Kemenhaj juga melaporkan adanya penambahan jemaah yang wafat di tanah suci baru-baru ini. Salah satu jemaah yang meninggal pada Minggu (10/5/2026) adalah Qasiyani Sikito Tarmidi yang berasal dari Medan, Sumatra Utara.

Berikut adalah ringkasan data mengenai jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia:

Kategori Kematian Jumlah Jemaah
Jemaah yang wafat di Arab Saudi hingga saat ini 24 Orang
Total akumulasi laporan kematian terbaru 20 Orang (sebelum update terakhir)

Secara keseluruhan, total jemaah haji asal Indonesia yang telah mengembuskan napas terakhir di Arab Saudi mencapai 24 orang. Pihak kementerian terus melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi kesehatan jemaah yang masih dirawat.

Imbauan Kesehatan dari Kementerian Haji dan Umrah

Pihak Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan rasa belasungkawa yang sangat mendalam atas wafatnya para jemaah tersebut. Seluruh elemen Kemenhaj turut memanjatkan doa agar para almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat paling mulia di sisi Allah SWT.

Keluarga yang ditinggalkan di tanah air juga diharapkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi ujian ini. Doa dipanjatkan agar segala dosa para jemaah yang wafat diampuni serta ibadah mereka diterima.

Mengingat cuaca di Arab Saudi yang cukup ekstrem, Maria Assegaff menekankan pentingnya menjaga kondisi tubuh. Jemaah diimbau untuk tidak terlalu memaksakan diri dalam melakukan aktivitas di luar ibadah utama agar stamina tetap terjaga.

Kemenhaj meminta seluruh jemaah untuk tetap fokus pada niat ibadah serta senantiasa mengikuti arahan dari petugas kesehatan. Persiapan yang matang menuju puncak haji sangat menentukan kelancaran seluruh rangkaian rukun haji yang akan segera dihadapi.

Artikel terkait

Rekomendasi