Sebanyak 120.200 jemaah haji asal Indonesia dilaporkan telah sampai di Tanah Suci untuk menjalankan rangkaian ibadah di Madinah maupun Makkah. Berdasarkan data terbaru, dari total jumlah tersebut, terdapat 2.958 orang yang merupakan jemaah haji khusus yang kini sedang bersiap menghadapi puncak ibadah haji.
Hingga Sabtu, 9 Mei 2026, pukul 11.00 waktu setempat, data dashboard Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat para jemaah tersebut terbagi ke dalam 310 kelompok terbang. Seluruh jemaah haji gelombang pertama yang berjumlah 103.700 orang kini dipastikan sudah mendarat dengan selamat di Madinah.
Sementara itu, sebanyak 16.427 jemaah yang tergabung dalam 43 kloter gelombang kedua telah mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, dan langsung menuju Makkah. Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menyampaikan bahwa jemaah yang tiba di Makkah telah menyelesaikan prosesi umrah wajib sebagai bagian dari persiapan ibadah di Armuzna.
Statistik Kedatangan dan Kondisi Kesehatan Jemaah
Kondisi kesehatan para tamu Allah menjadi fokus utama otoritas terkait mengingat adanya jemaah yang memerlukan perawatan medis intensif. Berikut adalah rincian data kedatangan dan kondisi kesehatan jemaah haji Indonesia berdasarkan laporan resmi Kemenhaj:
| Kategori Jemaah | Jumlah / Keterangan |
|---|---|
| Total Jemaah Tiba di Tanah Suci | 120.200 Orang |
| Jemaah Haji Khusus | 2.958 Orang |
| Total Kelompok Terbang (Kloter) | 310 Kloter |
| Jemaah Dirujuk ke Klinik Kesehatan (KKHI) | 170 Orang |
| Jemaah Dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi | 352 Orang |
| Jemaah Masih Dirawat di RS Arab Saudi | 77 Orang |
| Total Jemaah Wafat di Arab Saudi | 20 Orang |
Ichsan Marsha yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Media Center Haji (MCH) PPIH Arab Saudi, mengonfirmasi rincian kondisi kesehatan tersebut secara mendalam. Ia menjelaskan bahwa selain perawatan di klinik khusus haji, kerja sama dengan rumah sakit setempat terus diperkuat untuk memastikan jemaah mendapatkan penanganan terbaik.
Laporan Jemaah yang Meninggal Dunia
Kabar duka turut menyertai penyelenggaraan haji tahun ini dengan adanya laporan beberapa jemaah yang meninggal dunia saat menjalankan ibadah. Pada Jumat, 8 Mei 2026, tercatat empat jemaah wafat yakni Ngadikin Harjowiyono dari Kulon Progo, Sibiatun Saji asal Lamongan, Munisah Ijil Muhammad dari Lombok Tengah, serta Siti Totou Umar asal Ternate.
Sejauh ini, total jemaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi telah mencapai 20 orang. Selain itu, terdapat satu laporan tambahan mengenai jemaah yang meninggal dunia di dalam negeri sebelum sempat sampai di tujuan akhir penerbangannya.
Jemaah tersebut bernama Sutrisno Agus Widodo dari kloter SOC 46 asal Kabupaten Blora yang mengalami penurunan kondisi kesehatan saat berada di pesawat. Almarhum sempat diturunkan di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, untuk mendapatkan pertolongan medis darurat saat pesawat melakukan pendaratan teknis.
Meskipun pihak medis telah merujuk jemaah tersebut ke Rumah Sakit Amri Tambunan, nyawanya tetap tidak tertolong. Kemenhaj secara resmi menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya para pejuang ibadah ini di tengah perjalanan suci mereka.
Otoritas juga mendoakan agar seluruh almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik serta diampuni segala dosanya oleh Allah SWT. Pihak kementerian berharap keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi ujian berat ini.
Ichsan Marsha memberikan imbauan kepada jemaah yang masih berada di lapangan untuk terus menjaga stamina dan kesehatan tubuh secara maksimal. Fokus utama saat ini adalah memantapkan niat ibadah serta mempersiapkan fisik menuju puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Seluruh elemen pendukung ibadah haji diharapkan dapat terus berkoordinasi untuk memberikan perlindungan dan kemudahan bagi jemaah Indonesia. Doa dipanjatkan agar seluruh rangkaian ibadah yang dilaksanakan oleh jemaah dapat berjalan lancar dan menghasilkan haji yang mabrur.