Kondisi cuaca di kota Makkah, Arab Saudi, pada hari Jumat, 8 Mei 2026, diperkirakan akan menyentuh angka 39 derajat Celsius bertepatan dengan pelaksanaan salat Jumat. Sehubungan dengan suhu yang cukup ekstrem tersebut, jemaah haji asal Indonesia sangat diimbau untuk menjaga kebugaran fisik serta mewaspadai potensi dehidrasi selama berada di Tanah Suci.
Kementerian Haji dan Umrah melalui sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) yang berbasis data AccuWeather melaporkan fluktuasi suhu yang signifikan sepanjang hari. Pada pagi hari waktu setempat, suhu di Makkah dimulai pada angka 27 derajat Celsius, namun kemudian melonjak drastis hingga mencapai puncaknya pada siang hari.
Saat memasuki waktu sore, suhu udara diperkirakan akan sedikit menurun menjadi sekitar 36 derajat Celsius sebelum akhirnya kembali mendingin di angka 31 derajat Celsius pada malam hari. Selain suhu panas, tingkat kelembaban udara rata-rata di wilayah tersebut hanya berkisar di angka 27 persen yang mengindikasikan kondisi lingkungan yang sangat kering.
Kelembaban yang rendah ini secara langsung meningkatkan risiko dehidrasi bagi para jemaah, sehingga sangat krusial bagi setiap individu untuk memastikan asupan cairan yang memadai. Faktor lain yang memengaruhi adalah kecepatan angin yang relatif tenang di angka 12 kilometer per jam, sehingga tidak memberikan dampak pendinginan yang berarti di permukaan.
Data Rincian Prakiraan Cuaca Makkah
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 50.824 jemaah haji asal Indonesia yang tergabung dalam 131 kelompok terbang telah tiba dan menetap di Makkah. Seluruh jemaah tersebut dilaporkan telah menyelesaikan rangkaian ibadah umrah wajib dan kini tengah memfokuskan persiapan fisik menuju puncak ibadah haji di Arafah.
| Waktu / Parameter | Prakiraan Kondisi Cuaca |
|---|---|
| Pagi Hari | Sekitar 27°C |
| Siang Hari | Mencapai 39°C |
| Sore Hari | Sekitar 36°C |
| Malam Hari | Sekitar 31°C |
| Tingkat Kelembaban | Rata-rata 27% |
| Kecepatan Angin | Sekitar 12 km/jam |
Prakiraan Cuaca untuk Hari Berikutnya
Memasuki awal pekan depan, tepatnya pada Senin, 8 Mei 2026, kondisi cuaca di Makkah diprediksi masih akan bertahan pada rentang suhu antara 27 derajat hingga 39 derajat Celsius. Tren kenaikan suhu ini menunjukkan bahwa wilayah Arab Saudi sedang bergerak secara bertahap menuju puncak musim panas yang sangat menyengat.
Kondisi panas yang bersifat kering ini diperkirakan bakal terus berlangsung selama beberapa hari mendatang dengan potensi suhu maksimal yang selalu mendekati ambang 40 derajat Celsius. Fenomena alam ini menuntut kesiapan mental dan fisik yang lebih bagi para jemaah haji yang sedang beribadah di ruang terbuka.
Imbauan Penting bagi Jemaah Haji Indonesia
Guna mengantisipasi dampak buruk dari cuaca tersebut, Kementerian Haji memberikan instruksi khusus agar jemaah haji Indonesia meningkatkan level kewaspadaan mereka. Jemaah yang sudah lanjut usia atau mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid sangat disarankan untuk melakukan ibadah salat di hotel masing-masing.
Langkah preventif ini diambil demi menghindari paparan panas matahari yang berlebihan yang dapat memperburuk kondisi kesehatan jemaah. Selain itu, para jemaah juga dianjurkan untuk menggunakan produk pelembap kulit dan wajah secara rutin guna menjaga kelembapan tubuh di tengah udara kering.
Upaya perlindungan mandiri ini dinilai sangat penting untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan serius seperti serangan panas, kelelahan hebat, hingga dehidrasi akut. Jemaah diharapkan mematuhi panduan kesehatan yang telah ditetapkan oleh tim medis dan petugas haji di lapangan selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah.
Secara khusus pada hari pelaksanaan salat Jumat pertama di Makkah, para jemaah diminta mengikuti beberapa panduan teknis yang telah disusun untuk keselamatan mereka. Selain tetap beribadah di hotel bagi lansia, jemaah yang beraktivitas di luar ruangan wajib mengenakan masker dan sesekali menyemprotkan air ke bagian kulit.
Hal yang paling utama adalah pola konsumsi air minum, di mana jemaah diinstruksikan meminum air putih atau air zamzam sebanyak 200 mililiter setiap satu jam sekali tanpa menunggu rasa haus datang. Untuk menjaga keseimbangan elektrolit tubuh, para jemaah juga diperbolehkan mencampurkan bubuk oralit ke dalam air yang mereka konsumsi secara teratur.