Kondisi cuaca di Kota Makkah pada Sabtu, 9 Mei 2026, diprediksi akan menyentuh suhu maksimal hingga 41 derajat Celcius. Menghadapi situasi ini, seluruh jemaah haji sangat dianjurkan untuk terus memprioritaskan kesehatan mereka, khususnya selama periode adaptasi terhadap perbedaan iklim yang cukup kontras antara Arab Saudi dan Indonesia.
Kementerian Haji dan Umrah melalui sistem peringatan dini (EWS) yang merujuk pada data AccuWeather melaporkan bahwa suhu pada pagi hari tercatat sekitar 28 derajat Celcius. Namun, intensitas panas akan terus meningkat secara signifikan pada siang hari hingga mencapai titik tertinggi di angka 41 derajat Celcius.
Ketika memasuki waktu sore hari, temperatur di Makkah diperkirakan akan sedikit melandai ke angka 37 derajat Celcius sebelum kembali turun pada malam hari ke kisaran 34 derajat Celcius. Selain suhu yang tinggi, tingkat kelembapan udara rata-rata diprediksi hanya berada di level 31 persen yang menunjukkan kondisi lingkungan sangat kering.
Rendahnya tingkat kelembapan ini sangat berpotensi meningkatkan risiko dehidrasi bagi para jemaah, sehingga persiapan fisik yang matang dan konsumsi air yang cukup menjadi hal wajib dilakukan. Di sisi lain, hembusan angin di Makkah yang rata-rata hanya bergerak 11 kilometer per jam dinilai kurang mampu untuk mereduksi hawa panas di permukaan bumi secara efektif.
Data Statistik Kedatangan Jemaah dan Kondisi Cuaca
Berdasarkan data terbaru dari dasbor haji yang dikelola oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) hingga Sabtu (9/5/2026) pukul 09.00 waktu setempat, tercatat sebanyak 118.700 jemaah asal Indonesia sudah tiba. Jumlah tersebut mencerminkan bahwa sekitar 58,37 persen dari total kuota jemaah haji Indonesia saat ini telah menempati wilayah Madinah dan Makkah.
| Waktu / Parameter | Kondisi Cuaca |
|---|---|
| Pagi Hari | Sekitar 28°C |
| Siang Hari | Mencapai 41°C |
| Sore Hari | Sekitar 37°C |
| Malam Hari | Sekitar 34°C |
| Kelembaban Rata-rata | 31% |
| Kecepatan Angin | 11 kilometer per jam |
Prediksi Cuaca dan Status Siaga Panas
Untuk prakiraan cuaca pada hari Minggu, 10 Mei 2026, suhu udara di wilayah Makkah diproyeksikan akan berfluktuasi antara rentang minimal 30 derajat Celcius hingga maksimal 41 derajat Celcius. Tren pergerakan suhu ini memberikan indikasi kuat bahwa Arab Saudi sedang menuju puncak musim panas dengan peningkatan panas yang terjadi secara bertahap.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi secara resmi mengategorikan suhu pada kisaran 40 hingga 45 derajat Celcius sebagai status Siaga 2 bagi seluruh jemaah. Oleh karena itu, para jemaah asal Indonesia diharapkan benar-benar mengantisipasi lonjakan suhu tersebut dan menyiapkan segala kebutuhan perlindungan diri dengan sangat saksama.
Keadaan cuaca yang panas dan kering ini diperkirakan masih akan terus bertahan selama beberapa hari ke depan dengan potensi suhu siang hari yang mendekati 44 derajat Celcius. Konsistensi cuaca panas ini menuntut kewaspadaan tinggi dari para jemaah agar proses ibadah haji di Tanah Suci dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala kesehatan yang berarti.
Imbauan Penting bagi Jemaah Haji Indonesia
Kementerian Haji dan Umrah memberikan instruksi tegas kepada seluruh jemaah Indonesia agar selalu waspada terhadap dampak buruk dari sengatan cuaca panas yang ekstrem. Bagi jemaah lanjut usia serta mereka yang memiliki riwayat penyakit penyerta atau komorbid, sangat disarankan untuk melakukan ibadah di dalam hotel guna menghindari risiko kesehatan.
Penggunaan produk pelembap kulit dan wajah juga sangat dianjurkan sebagai langkah protektif untuk menjaga kondisi tubuh dari paparan udara kering yang berlebihan. Strategi ini dianggap sangat krusial dalam upaya mencegah terjadinya gangguan kesehatan serius seperti kelelahan akibat panas atau heat exhaustion selama rangkaian ibadah.
Terdapat beberapa panduan khusus bagi jemaah, terutama saat menghadapi ibadah salat Jumat pertama di Makkah, seperti imbauan bagi lansia untuk mengutamakan ibadah di penginapan. Jemaah juga diminta menggunakan masker, mengoleskan pelembap, serta membawa pelindung diri tambahan seperti payung dan alas kaki saat harus beraktivitas di luar ruangan.
Selain itu, para jemaah diinstruksikan untuk menyemprotkan air ke area wajah dan masker agar kelembapan kulit tetap terjaga dengan baik selama berada di tengah cuaca terik. Hal terpenting lainnya adalah kewajiban untuk rutin mengonsumsi air putih atau air zamzam sebanyak 200 mililiter setiap jam tanpa harus menunggu munculnya rasa haus.
Untuk mendukung upaya hidrasi tersebut, para jemaah diperbolehkan mencampurkan air minum mereka dengan bubuk oralit guna menjaga keseimbangan elektrolit di dalam tubuh. Semua langkah antisipasi ini dirancang sedemikian rupa oleh pemerintah agar jemaah Indonesia tetap sehat dan mampu menjalankan seluruh rukun haji dengan sempurna hingga selesai.