Sektor perbankan kelas kakap di Bursa Efek Indonesia mengalami tekanan hebat pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026). Mayoritas saham bank berkapitalisasi besar atau big caps berakhir di zona merah akibat aksi jual masif oleh para investor.
Kondisi ini berimbas langsung pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat perkasa di awal hari. Meski sempat melesat hingga 1,43 persen pada sesi pertama, IHSG justru berbalik arah dan ditutup melemah tipis di level 6.127,38.
Rekor Transaksi di Tengah Pelemahan IHSG
IHSG tercatat mengalami koreksi sebesar 2,8 poin atau sekitar 0,05 persen dibandingkan pembukaan perdagangan. Penurunan ini sekaligus memperpanjang tren negatif indeks saham domestik yang sudah terjadi sejak sebelum libur Idul Adha.
Menariknya, nilai transaksi pada hari ini menembus angka fantastis yakni sebesar Rp50,15 triliun. Angka tersebut menjadi salah satu nilai transaksi harian tertinggi sepanjang sejarah perdagangan di Bursa Efek Indonesia.
Volume perdagangan juga terpantau sangat tinggi dengan melibatkan 47,21 miliar lembar saham. Aktivitas pasar yang sangat dinamis ini tercermin dari frekuensi transaksi yang mencapai 2,38 juta kali dalam satu hari.
Daftar Saham Bank yang Terkoreksi
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menjadi perbankan dengan koreksi paling tajam pada perdagangan kali ini. Saham spesialis pembiayaan perumahan ini anjlok hingga 5,22 persen dan terparkir di level 1.270 per lembar saham.
Raksasa perbankan swasta, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), juga tak luput dari aksi ambil untung investor. Harga saham BBCA merosot 4,60 persen ke posisi 5.700 dengan nilai transaksi mencapai Rp5,82 triliun.
Tekanan serupa dirasakan oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang melemah 3,91 persen ke level 2.950. Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menyusul dengan penurunan sebesar 3,65 persen ke level 3.700.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga ikut terseret ke zona merah meski dengan persentase penurunan yang lebih rendah. Saham bank pelat merah ini terkoreksi 1,21 persen dan ditutup pada level 4.080.
Berikut adalah rangkuman data pelemahan lima saham perbankan utama pada perdagangan hari ini:
| Emiten Perbankan | Persentase Penurunan | Harga Penutupan |
|---|---|---|
| PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) | -5,22% | 1.270 |
| PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) | -4,60% | 5.700 |
| PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) | -3,91% | 2.950 |
| PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) | -3,65% | 3.700 |
| PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) | -1,21% | 4.080 |
Tabel di atas merangkum daftar bank jumbo yang mengalami koreksi paling signifikan selama jam perdagangan berlangsung. Selain nama-nama besar tersebut, saham bank lain seperti BDMN, PNBN, dan BNII juga terpantau mendekam di zona merah.
Saham Perbankan yang Bertahan Hijau
Meski mayoritas sektor perbankan tumbang, terdapat beberapa saham yang justru mampu melawan arus pelemahan pasar. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) memimpin penguatan dengan kenaikan harga sebesar 2,59 persen ke posisi 1.980.
Kinerja positif juga diikuti oleh saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) yang tumbuh tipis sebesar 0,97 persen. Selain itu, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) masih mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan 0,31 persen hingga akhir perdagangan.