Pemerintah Arab Saudi mengusulkan strategi tanazul hingga 50% untuk jemaah haji asal Indonesia sebagai solusi menghadapi kepadatan di Mina saat puncak ibadah haji. Usulan ini mencuat ketika Wakil Menteri Haji dan Umrah Saudi, Dr. Fatah Al-Mashat, melakukan kunjungan ke Kantor Daerah Kerja Makkah. Pertemuan itu bertujuan membahas tantangan yang dihadapi jemaah karena keterbatasan lahan di Mina.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan bahwa lahan terbatas di Mina menjadi perhatian utama dalam hal pengaturan jemaah. "Mina itu sangat terbatas. Oleh karena itu, jika bisa diterapkan tanazul hingga 50%, pihak Saudi akan mempertimbangkan berbagai bentuk dukungan," kata Dahnil.
Tanazul memungkinkan beberapa jemaah kembali ke hotel di Makkah setelah menyelesaikan lontar jumrah, tanpa perlu bermalam penuh di Mina. Pada musim haji 2026, sekitar 20.000 jemaah Indonesia mengikuti skema tanazul ini, atau sekitar 9,8% dari total jemaah.
Jika usulan 50% tanazul diterima, jumlah ini setara dengan sekitar 101.500 jemaah dari total 203.000 jemaah haji reguler. Menurut Dahnil, pihaknya bersama otoritas Arab Saudi akan mengkaji usulan ini dari aspek teknis hingga dampaknya terhadap kenyamanan dan keselamatan jemaah.
Arab Saudi juga memberikan apresiasi terhadap reformasi tata kelola haji Indonesia yang telah memperkuat pelayanan dan perlindungan jemaah. "Mereka sangat mengapresiasi perubahan-perubahan signifikan yang dilakukan Indonesia," ujar Dahnil.
Kedua belah pihak turut membahas peningkatan kualitas layanan dan keselamatan jemaah, termasuk skrining kesehatan untuk menekan angka kematian selama musim haji. "Kami berencana memperketat proses skrining kesehatan jemaah," tambah Dahnil.
Langkah-langkah ini sesuai dengan saran dari Pemerintah Arab Saudi kepada negara pengirim jemaah, termasuk memperkuat istitha'ah kesehatan. Pemerintah juga menyiapkan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola haji, termasuk keuangan, bekerja sama dengan kementerian terkait dan DPR.
"Kami ingin memastikan tata kelola perhajian Indonesia semakin baik, transparan, dan mampu menjawab tantangan yang terus berkembang setiap tahun," ungkap Dahnil.