Bitcoin mengalami pekan yang sangat menantang, dengan nilainya merosot hingga ke level terendah sebelum konflik Iran, akibat tekanan likuidasi. Penurunan ini menandai penurunan terpanjang sejak Agustus lalu, menyentuh level terendah US$61.322 sebelum sempat pulih kembali.
Harga Bitcoin, aset kripto paling berharga, mencapai titik terendah empat bulan mendekati US$60.000 pada awal Februari. Pekan ini diwarnai oleh sejumlah kejadian signifikan, termasuk penjualan Bitcoin pertama oleh Strategy Inc. sejak 2022, arus keluar ETF yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan pemisahan dari saham teknologi dengan rekor baru, yang semuanya menggerus kepercayaan di sektor tersebut.
Geoffrey Kendrick, kepala riset aset digital Standard Chartered Plc, mengungkapkan: “Minggu ini sangat menyakitkan di pasar kripto. Tidak ada cara lain untuk mengatakannya.” Kerugian besar harus ditanggung oleh para trader setelah aksi jual tajam mengejutkan mereka.
Berdasarkan data dari CoinGlass, hampir US$4 miliar taruhan bullish menguap sejak awal minggu ini, dengan Bitcoin menjadi pemimpin penurunan tersebut. Meskipun sebelumnya, Bitcoin pernah mengalami penurunan selama enam hari berturut-turut hingga 2 Agustus tahun lalu, tetapi penurunan kali ini jauh lebih tajam.
Baca Juga Pelemahan Bitcoin Berlanjut, Harga Sementara Ada di Rp1,14 Miliar
Crash Bitcoin Lanjut, Level Penurunan Hampir 50% dari Rekor ATH
Artikel Terkait
Bitcoin Babak Belur, Harga Drop 16% dalam Sekejap - Teknologi | 19 jam yang lalu
Pelemahan Bitcoin Berlanjut, Harga Sementara Ada di Rp1,14 Miliar - Teknologi | 19 jam yang lalu
IPO SpaceX US$75 Miliar, Berpotensi Jadi Pemegang Rekor Terbesar - Teknologi | 1 hari yang lalu
Investor Banyak Lepas Bitcoin, Sebaiknya Jual atau Beli? - Teknologi | 1 hari yang lalu
Crash Bitcoin Lanjut, Level Penurunan Hampir 50% dari Rekor ATH - Teknologi | 1 hari yang lalu
IPO SpaceX: Rabu Bakal Tetapkan Syarat Bagi Penawar Saham Perdana - Teknologi | 1 hari yang lalu
Baca Juga Apa yang Bisa Nvidia Lakukan Guna Bangkitkan Antusiasme Investor?
Pro-Kontra Sutradara Film soal Penggunaan AI di Industri Film
MoraRepublic Dukung Indofest 2026, Festival Outdoor Terbesar Asia
Cara Install Google Transkripsi Instan di Android
Lainnya
BEI Pastikan Rencana IPO Tak Terganggu Gejolak IHSG Tahun Ini - Market | 22 menit yang lalu
Laporan Laba Broadcom Layu, Investor Tinggalkan Saham Teknologi - Market | 37 menit yang lalu
Nego Damai AS-Iran Stop Usai Hizbullah Tolak Gencatan Senjata - Global | 59 menit yang lalu
Sambangi Danantara, Prabowo Bahas Teknologi dan Pendidikan STEM - Market | 9 jam yang lalu
Istana Bantah Prabowo Ingin Reshuffle Menkeu Purbaya - Nasional | 9 jam yang lalu
Berita Utama
Laporan Laba Broadcom Layu, Investor Tinggalkan Saham Teknologi - Market
Sambangi Danantara, Prabowo Bahas Teknologi dan Pendidikan STEM - Market
Istana Bantah Prabowo Ingin Reshuffle Menkeu Purbaya - Nasional
Populer
Akan Pergi dan Tinggalkan Bisnisnya di Indonesia, Grab Menjawab
Tambang Tutup Imbas RKAB Habis, WBN Bakal Kurangi 65% Karyawan
Wajah IHSG Tanpa Saham Konglomerasi
5 Faktor Utama Pemicu IHSG Menjadi yang Terburuk di Dunia
Menelisik Penyebab 'Kebakaran' IHSG dan Rupiah
Foto Rupiah Jatuh ke Level Rp18.033/US$, Terlemah Sepanjang Sejarah
Bursa Saham RI Terpuruk, IHSG Terjun ke Level 5.644
Video Silmy Karim Serahkan Diri usai Diduga Korupsi Izin WNA
Harga Emas Antam Kembali Turun Hari Ini
Infografis KPK Tetapkan 8 Tersangka Korupsi Imigrasi, Termasuk Silmy Karim
Profil Nanik S Deyang yang Gantikan Dadan jadi Kepala BGN
Z-Zone Hak Rakyat untuk Tidak Lapar
Tentang Kami - Redaksi - Pedoman Media Siber - Karir - Disclaimer - Kebijakan Privasi
Hak Cipta © 2023 - Berita Mediatama Indonesia