PT Kimia Farma (Persero) Tbk resmi melakukan perombakan pada jajaran manajemen perusahaan. Langkah ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar baru-baru ini.
Dalam keputusan tersebut, pemegang saham resmi mengangkat Bonanza Perwira Taihitu untuk menduduki posisi Komisaris. Perubahan ini menjadi bagian dari upaya strategis perseroan dalam memperkuat tata kelola dan transformasi bisnis.
Strategi Penguatan Tata Kelola Perusahaan
Direktur Utama Kimia Farma, Djagad Prakasa Dwialam, menjelaskan bahwa penataan ulang pengurus bertujuan mendukung strategi jangka panjang. Fokus utamanya adalah meningkatkan efektivitas operasional serta memperbaiki kinerja perusahaan secara menyeluruh.
Selain pengangkatan baru, RUPST juga menyetujui pemberhentian Jasmine Karsono dengan hormat dari jabatan Direktur Portofolio, Produk, dan Layanan. Keputusan ini diambil untuk menjaga keberlanjutan usaha di tengah tantangan industri farmasi yang terus berkembang.
Djagad juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus lama atas pengabdian mereka. Komitmen para mantan pengurus dianggap telah memberikan kontribusi penting bagi perjalanan bisnis emiten berkode KAEF tersebut.
Profil Singkat Komisaris Baru
Bonanza Perwira Taihitu yang kini bergabung sebagai Komisaris memiliki rekam jejak yang panjang di dunia kesehatan global. Sejak tahun 2025, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Staf Ahli Bidang Politik dan Globalisasi Kesehatan di Kementerian Kesehatan.
Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Kebijakan Kesehatan Global dan Teknologi Kesehatan (2022-2024). Pengalamannya semakin lengkap dengan latar belakang pendidikan Ilmu Politik dari Universitas Indonesia serta Hubungan Internasional dari Universitas Airlangga.
Struktur Baru Manajemen Kimia Farma
Berikut adalah susunan terbaru Dewan Komisaris PT Kimia Farma (Persero) Tbk yang mulai berlaku efektif setelah RUPST:
- Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Stefan Looho
- Komisaris Independen: Diah Kusumawardani
- Komisaris Independen: Fachmi Idris
- Komisaris: Suprianto
- Komisaris: Sumarjati Arjoso
- Komisaris: Bonanza Perwira Taihitu
Daftar di atas menunjukkan jajaran dewan pengawas yang akan memastikan perusahaan berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik. Komposisi ini diharapkan mampu membawa perspektif baru dalam pengawasan bisnis perseroan.
Sementara itu, berikut adalah susunan Direksi Kimia Farma yang akan memimpin operasional perusahaan:
- Direktur Utama: Djagad Prakasa Dwialam
- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Willy Meridian
- Direktur Produksi dan Supply Chain: Hadi Kardoko
- Direktur Sumber Daya Manusia: Disril Revolin Putra
- Direktur Komersial: Hanadi Setiarto
Jajaran direksi ini memiliki tanggung jawab besar dalam melanjutkan agenda transformasi perusahaan. Fokus mereka adalah menjaga momentum pertumbuhan yang telah diraih dalam beberapa periode terakhir.
Peningkatan Kinerja dan Pemulihan Finansial
Djagad mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, Kimia Farma telah menunjukkan perbaikan fundamental yang sangat positif. Salah satu pencapaiannya adalah menekan kerugian tahun berjalan hingga 63,3% menjadi Rp443,3 miliar.
Efisiensi operasional dan fokus pada produk dengan margin tinggi berhasil meningkatkan laba bruto menjadi Rp3,06 triliun. Tren positif ini terus berlanjut hingga awal tahun 2026 dengan perolehan laba bersih sebesar Rp123,6 miliar.
Manajemen berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan demi mengembalikan kejayaan Kimia Farma sebagai pemimpin industri kesehatan. Hal ini dilakukan untuk memastikan perusahaan tetap memberikan manfaat luas bagi masyarakat Indonesia.