PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) baru saja mengumumkan pencapaian gemilang melalui sumur pengembangan LLA-6. Sumur yang berlokasi di Platform LLA, perairan utara Jawa Barat ini, menunjukkan hasil produksi yang sangat signifikan.
Perusahaan melaporkan bahwa produksi awal dari sumur ini mencapai 1.321 barel minyak per hari (BOPD). Selain minyak, sumur tersebut juga menghasilkan gas sebesar 2 MMSCFD dengan kondisi aliran hidrokarbon murni.
Kualitas aliran ini tergolong istimewa karena menyembur secara alami tanpa adanya kandungan air atau Basic Sediment and Water (BSW) 0%. Keberhasilan ini tidak lepas dari evaluasi mendalam yang dilakukan tim teknis terhadap proyek sebelumnya.
Senior Manager Subsurface Development & Planning PHE ONWJ, Adang Sukmatiawan, menjelaskan bahwa kesuksesan ini merupakan buah dari pembelajaran pada sumur LLE-5ST. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, perusahaan menyempurnakan formulasi dan strategi pengeboran pada lapisan target yang serupa.
Adang menambahkan bahwa eksekusi lapangan kali ini dilakukan dengan perencanaan yang jauh lebih matang. Hal tersebut terbukti dari efisiensi waktu pengerjaan dan kualitas output produksi yang melampaui ekspektasi.
Detail Operasional dan Teknis Pengeboran
Proses pengeboran sumur LLA-6 ini menggunakan metode directional dengan dukungan Rig PVD-II yang andal. Proyek dimulai pada 24 Maret 2026 dan berhasil mencapai kedalaman akhir di angka 5.407 kaki kedalaman terukur (ftMD).
Seluruh rangkaian operasional, mulai dari fase pengeboran hingga uji alir produksi pada 2 Mei 2026, berjalan sangat mulus. Faktor cuaca yang mendukung serta logistik yang presisi menjadi kunci utama kelancaran proyek di tengah laut ini.
Berikut adalah ringkasan teknis proyek sumur LLA-6 PHE ONWJ:
- Lokasi Proyek: Platform LLA, perairan utara Jawa Barat.
- Metode Pengeboran: Directional drilling menggunakan Rig PVD-II.
- Kedalaman Akhir: Mencapai 5.407 kaki (ftMD).
- Durasi Pekerjaan: Selesai dalam waktu singkat, yakni hanya 33 hari.
- Hasil Produksi Minyak: Sebesar 1.321 barel minyak per hari (BOPD).
- Hasil Produksi Gas: Sebesar 2 MMSCFD.
- Kualitas Hidrokarbon: Murni dengan kandungan air (BSW) sebesar 0%.
Data di atas menunjukkan efisiensi kerja yang tinggi di mana seluruh fase pengeboran diselesaikan lebih cepat dari target. Pencapaian ini sekaligus memperkuat posisi PHE ONWJ dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui kegiatan eksplorasi yang agresif dan terukur.
Melalui keberhasilan di sumur LLA-6, Pertamina membuktikan bahwa penerapan teknologi yang tepat dan evaluasi data yang akurat mampu meningkatkan hasil produksi migas secara signifikan. Langkah ini diharapkan terus berlanjut pada pengembangan sumur-sumur berikutnya di wilayah kerja ONWJ.