TBIG Terbitkan Notes Global, Bidik Rp15,1 Triliun di 2026

TBIG Terbitkan Notes Global, Bidik Rp15,1 Triliun di 2026
Foto: TBIG Terbitkan Notes Global, Bidik Rp15,1 Triliun di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG), emiten menara telekomunikasi, berencana menerbitkan surat utang dalam mata uang asing dengan nilai maksimal hingga US$900 juta, setara dengan Rp15,10 triliun. Dana yang diperoleh dari penerbitan ini akan digunakan untuk melunasi utang yang jatuh tempo, mempercepat pembayaran pinjaman, serta mendukung ekspansi usaha perusahaan.

Keterbukaan informasi perusahaan menunjukkan bahwa nilai penerbitan notes tersebut mencakup 118,7% dari ekuitas mereka pada akhir 2025, yang mencapai Rp12,73 triliun. Oleh karena itu, transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi material dan membutuhkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 9 Juni 2026.

Rencana Penerbitan Tahap Bertahap:

Menurut Corporate Secretary TBIG, Helmy Yusman Santoso, perusahaan akan menerbitkan notes dalam satu atau beberapa kali dalam jangka 12 bulan setelah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham. “Rencana penerbitan notes oleh perseroan dalam mata uang asing dengan jumlah pokok keseluruhan sejumlah US$900 juta akan dilakukan dalam satu atau beberapa kali penerbitan dalam jangka waktu 12 bulan setelah memperoleh persetujuan RUPS,” ujar Helmy.

Notes tersebut akan ditawarkan secara terbatas kepada investor awal dan setelah diterbitkan, akan dicatatkan di Bursa Efek Singapura. Instrumen ini direncanakan memiliki tenor maksimal 10 tahun dengan bunga tetap tidak lebih dari 8% per tahun. Tujuan dari pendanaan tersebut adalah untuk memperluas serta mendiversifikasi basis kreditur, memberikan perusahaan akses pendanaan yang lebih baik untuk mendukung pertumbuhan bisnis di masa depan.

Perusahaan berniat memprioritaskan dana hasil penerbitan notes untuk melunasi utang yang jatuh tempo dan pembayaran dipercepat atas pinjaman yang dinilai kurang optimal dibandingkan instrumen baru yang diterbitkan. Sebagian dana juga akan digunakan untuk kebutuhan umum perusahaan dan mendukung ekspansi di masa depan.

Per 31 Desember 2025, TBIG memiliki total kewajiban utang bersama entitas anak sebesar Rp30,73 triliun. Sementara itu, total pendapatan kontraktual yang akan diterima dari pelanggan mencapai Rp35,7 triliun. Posisi ini, menurut Helmy, memberikan fleksibilitas yang cukup untuk mengelola kewajiban keuangan sekaligus menjaga pendanaan.

TBIG memiliki rekam jejak yang baik dalam pengelolaan utang dan tidak pernah mengalami gagal bayar ataupun restrukturisasi utang. Untuk memitigasi risiko fluktuasi nilai tukar dolar AS terhadap rupiah, TBIG telah menjalankan strategi lindung nilai dan memiliki 79 kontrak lindung nilai dengan nilai nosional mencapai US$1,2 miliar per 31 Desember 2025.

Sebelumnya, TBIG telah beberapa kali menerbitkan global notes di pasar internasional, di mana sebagian besar dari instrumen tersebut telah dilunasi. Satu seri global notes senilai US$400 juta masih beredar dan akan jatuh tempo pada Mei 2027. Manajemen TBIG yakin bahwa pengalaman ini akan mendukung pencatatan notes baru di Bursa Efek Singapura dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap profil pendanaan mereka.

Artikel terkait

Rekomendasi