PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), bagian dari Grup Djarum, berencana untuk menarik diri dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada April 2027. Sebagai bagian dari langkah ini, pemegang saham pengendali, PT Iforte Solusi Infotek (Iforte), akan melakukan penawaran tender sukarela kepada publik dengan harga Rp5.400 per saham.
Presiden Direktur IBST, Ramadhan Kurnia Nusa, menyatakan bahwa keputusan ini dibuat setelah evaluasi strategi bisnis jangka panjang. Evaluasi ini bertujuan untuk mendukung efisiensi dalam pengelolaan aset dan operasional melalui restrukturisasi grup usaha.
"Kami bersama Iforte telah mengevaluasi strategi bisnis grup untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan aset dan operasional. Melalui strategi ini, kami memutuskan restrukturisasi dalam grup, termasuk meninjau ulang kepemilikan saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk di beberapa anak perusahaan," ujar Ramadhan pada Paparan Publik di Jakarta.
Keputusan ini juga memperhitungkan perkembangan pemenuhan kewajiban free float oleh Iforte sebagai pemegang saham pengendali. Oleh karena itu, IBST memutuskan untuk mengajukan rencana go private dan delisting disertai penawaran tender sukarela.
Jadwal Proses Tender Offer dan Delisting IBST
IBST telah menyusun jadwal pelaksanaan tender offer dan delisting, yang terbagi dalam beberapa tahap sebagai berikut:
- 5 Juni 2026: RUPSLB untuk meminta persetujuan pemegang saham.
- 9 Juni 2026: Pengumuman pernyataan penawaran tender sukarela kepada publik.
- 29 Juni 2026: Perkiraan perolehan pernyataan efektif dari OJK.
- 1 Juli–30 Juli 2026: Masa penawaran tender sukarela dengan harga Rp5.400 per saham.
- 11 Agustus 2026: Batas akhir pembayaran tender offer.
- 19 Maret 2027: Perkiraan pencabutan status perusahaan publik oleh OJK.
- 8 April 2027: Perkiraan delisting dari BEI dan pembatalan penitipan kolektif oleh KSEI.
Semua jadwal di atas masih bersifat indikatif dan bergantung pada persetujuan dari OJK, BEI, dan instansi terkait lainnya. IBST tetap menjadi salah satu penyedia infrastruktur telekomunikasi terkemuka di Indonesia dengan fokus pada penyewaan menara telekomunikasi dan jaringan serat optik. Hingga saat ini, perusahaan ini mengelola 3.204 menara telekomunikasi dan 19.458 kilometer jaringan serat optik.
```