Layanan bus shalawat di Makkah akan berhenti beroperasi pada pukul 06.00 waktu Arab Saudi (WAS) dan akan kembali melayani setelah waktu salat Jumat. Penyesuaian ini dilakukan untuk mengatur arus jemaah yang menuju Masjidilharam pada hari Jumat.
Menurut informasi dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, jadwal bus shalawat diperbarui agar lalu lintas jemaah lebih teratur. Hal ini penting karena Makkah tengah padat oleh jemaah yang melaksanakan tawaf ifadah dan tawaf wada. Oleh karena itu, bus shalawat hanya beroperasi hingga pukul 06.00 WAS.
"Setelah pukul 06.00 WAS, layanan bus shalawat menuju Masjidilharam tidak akan tersedia," jelas pengumuman dari Kementerian Haji dan Umrah. Meskipun layanan bus dihentikan sementara, jemaah tetap bisa mengunjungi Masjidilharam dengan berjalan kaki atau menggunakan taksi serta kendaraan sewaan.
Untuk kenyamanan, jemaah dianjurkan mempersiapkan bekal dan pelindung diri seperti topi, payung, tabir surya, dan air minum. Ini penting agar perjalanan menuju masjid tetap aman dan nyaman, khususnya ketika suhu Makkah mulai meningkat.
Setelah waktu salat Jumat, bus shalawat akan kembali beroperasi mulai pukul 14.00 WAS. Layanan ini gratis dan tersedia selama 24 jam untuk jemaah haji Indonesia yang ingin kembali ke hotel masing-masing.
Para jemaah disarankan agar menyesuaikan jadwal keberangkatan menuju Masjidilharam untuk menghindari terjebak di terminal. Koordinasi dengan ketua kloter dan petugas sektor juga sangat membantu agar pergerakan jemaah tetap lancar.
Penutupan sementara bus shalawat ini merupakan bagian dari penyesuaian rutin bagi transportasi haji di Makkah selama hari Jumat. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurai kepadatan yang sering terjadi di sekitar Masjidilharam sebelum waktu salat.
PPIH Arab Saudi terus mengingatkan jemaah agar menjaga kesehatan dan stamina selama menjalankan ibadah di tengah cuaca panas yang mulai menyengat. Perhatian terhadap kondisi kesehatan sangat penting demi kelancaran ibadah haji tahun ini.