Kebakaran di Al Hidayah Tower Makkah, PPIH Pastikan Jemaah Haji Indonesia 2026 Aman Berhasil Dievakuasi

Kebakaran di Al Hidayah Tower Makkah, PPIH Pastikan Jemaah Haji Indonesia 2026 Aman Berhasil Dievakuasi
Foto: Kebakaran di Al Hidayah Tower Makkah, PPIH Pastikan Jemaah Haji Indonesia 2026 Aman Berhasil Dievakuasi. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Insiden kebakaran sempat melanda salah satu ruangan di kompleks Al Hidayah Tower yang berlokasi di Aziziah, Makkah, pada Jumat petang (6/6/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.00 Waktu Arab Saudi ini memicu kekhawatiran karena gedung tersebut merupakan tempat menginap jemaah haji.

Beruntung, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi segera memberikan konfirmasi bahwa seluruh jemaah haji asal Indonesia dalam keadaan selamat. Tidak ada laporan mengenai adanya korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah yang terjadi menjelang waktu magrib tersebut.

Kronologi Kejadian dan Upaya Pemadaman

Kobaran api pertama kali diketahui oleh para jemaah yang melihat kepulan asap membubung di area depan Tower 7 kompleks tersebut. Berdasarkan hasil penelusuran petugas di lapangan, api ternyata bersumber dari salah satu kamar yang digunakan oleh karyawan hotel.

Ihsan Faisal selaku Kepala Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi menyampaikan bahwa kebakaran dipicu oleh korsleting pada perangkat elektronik. Diketahui bahwa seorang staf hotel sedang melakukan pengisian daya pada baterai skuter listrik di dalam ruangan tersebut.

Diduga kuat baterai tersebut mengalami panas berlebih atau overheat hingga akhirnya meledak dan menyulut api. Percikan api kemudian menyambar berbagai barang yang ada di dalam kamar sehingga asap tebal mulai menyebar ke area sekitarnya.

Pihak manajemen hotel segera bertindak cepat dengan menghubungi dinas pemadam kebakaran kota Makkah untuk mendapatkan bantuan. Sebanyak tiga unit armada pemadam kebakaran tiba di lokasi tidak lama kemudian untuk memadamkan titik api.

Berikut adalah detail waktu dan situasi saat kejadian berlangsung:

  • Waktu Kejadian: Jumat, 6 Juni 2026 pukul 18.00 WAS.
  • Lokasi Utama: Kamar staf di kompleks Al Hidayah Tower, Aziziah.
  • Sektor Terdampak: Kawasan pemondokan Sektor 10 Makkah.
  • Waktu Penanganan: Situasi dinyatakan kondusif pada pukul 20.00 WAS.

Data di atas menunjukkan respons cepat dari petugas pemadam kebakaran dan pengelola hotel dalam mengendalikan situasi di lapangan. Hal ini memastikan dampak kebakaran tidak meluas ke area hunian jemaah haji lainnya.

Proses Evakuasi Jemaah Haji Indonesia

Saat api mulai berkobar, tim petugas haji sektor 10 bersama pengelola gedung segera menjalankan prosedur darurat evakuasi. Jemaah yang berada di Tower 6, Tower 7, dan Tower 8 diperintahkan untuk segera mengosongkan bangunan demi keamanan.

Proses evakuasi ini harus dilakukan melalui tangga darurat karena sistem keamanan gedung secara otomatis menghentikan operasional seluruh lift. Langkah ini diambil karena asap sempat merembes ke beberapa tower di sekitar lokasi pusat kebakaran.

Ihsan Faisal menegaskan bahwa keselamatan jemaah menjadi prioritas utama selama proses penanganan darurat berlangsung. "Kami memastikan tidak ada satu pun jemaah kita yang terluka, semua jemaah di sektor 10 alhamdulillah aman," tuturnya.

Kompleks Al Hidayah Tower sendiri merupakan pemondokan bagi jemaah asal Embarkasi Banten, Padang, dan Banjarmasin. Namun, pada saat kejadian, jumlah penghuni sudah tidak terlalu padat karena sebagian jemaah telah dipulangkan ke tanah air.

Setelah petugas pemadam kebakaran memastikan situasi benar-benar aman pada pukul 20.00 WAS, jemaah diizinkan kembali ke kamar masing-masing. Petugas juga telah memeriksa ulang setiap sudut gedung untuk memastikan tidak ada potensi api susulan.

Imbauan Keamanan Penggunaan Alat Elektronik

Menanggapi insiden yang disebabkan oleh baterai skuter tersebut, PPIH mengeluarkan peringatan keras bagi seluruh jemaah haji. Kewaspadaan terhadap penggunaan peralatan listrik di dalam kamar hotel harus ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa.

Beberapa langkah pencegahan yang disarankan oleh PPIH meliputi:

  • Mencabut kabel water heater atau pemanas air segera setelah selesai digunakan.
  • Memastikan alat pemanas nasi tidak terus-menerus terhubung ke aliran listrik tanpa pengawasan.
  • Segera melepaskan pengisi daya ponsel (charger) jika baterai sudah terisi penuh atau saat ditinggalkan.
  • Hindari penggunaan terminal listrik yang berlebihan untuk meminimalkan risiko beban arus pendek.

Imbauan ini dianggap sangat penting mengingat suhu udara di Makkah yang sangat ekstrem pada musim haji kali ini. Suhu yang tinggi dapat memicu perangkat elektronik lebih cepat panas dan meningkatkan risiko terjadinya ledakan atau kebakaran.

Daftar Embarkasi yang menghuni Al Hidayah Tower:

Asal Embarkasi Status Keamanan Keterangan
Embarkasi Banten Aman Sebagian jemaah sudah dipulangkan ke Indonesia.
Embarkasi Padang Aman Evakuasi berjalan lancar melalui tangga darurat.
Embarkasi Banjarmasin Aman Kembali ke kamar setelah situasi dinyatakan kondusif.

Tabel ini merangkum kondisi para jemaah dari berbagai daerah yang terdampak secara tidak langsung oleh insiden di Al Hidayah Tower. Semua pihak dipastikan telah tertangani dengan baik oleh petugas sektor 10.

Ihsan kembali mengingatkan bahwa kelalaian kecil dalam penggunaan listrik bisa berdampak fatal bagi keselamatan orang banyak. Oleh karena itu, jemaah diminta untuk selalu disiplin dalam mematikan dan mencabut alat elektronik sebelum beraktivitas di luar hotel.

Hingga saat ini, tim PPIH terus melakukan pemantauan berkala di setiap pemondokan untuk memastikan standar keamanan tetap terjaga. Koordinasi dengan pihak keamanan Arab Saudi juga terus diperkuat demi menjamin kenyamanan jemaah hingga akhir musim haji.

Artikel terkait

Rekomendasi