KH Cholil Nafis: Shalat Arbain Bukan Syarat Sah Haji, Jemaah Tak Perlu Khawatir 2026

KH Cholil Nafis: Shalat Arbain Bukan Syarat Sah Haji, Jemaah Tak Perlu Khawatir 2026
Foto: KH Cholil Nafis: Shalat Arbain Bukan Syarat Sah Haji, Jemaah Tak Perlu Khawatir 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

KH Cholil Nafis menegaskan bahwa pelaksanaan salat Arbain tidak menjadi syarat sah dalam menjalankan ibadah haji. Dengan demikian, jemaah tidak perlu khawatir jika tidak melaksanakannya. Fokus utama harus tetap pada manasik di Makkah agar haji dinyatakan sah.

Dalam keterangannya, Ketua Musyrif Diny Haji 2026, KH M. Cholil Nafis, menyampaikan bahwa tidak melaksanakan Arbain di Madinah tidak berdampak pada kesempurnaan ibadah haji seseorang. Jemaah haji dapat merasa tenang karena kekurangan dalam pelaksanaan Arbain tidak akan mengurangi pahala haji yang mabrur. Dia menambahkan bahwa jemaah sering kali dihadapkan pada keterbatasan waktu, kondisi kesehatan, ataupun kendala teknis lainnya yang membuat mereka tidak dapat melaksanakan Arbain secara penuh.

Menurut Cholil, hadis yang menjadi dasar anjuran Arbain dianggap memiliki status dhaif atau lemah. Meskipun begitu, dalam Mazhab Imam Syafi’i, hadis tersebut masih bisa diamalkan asalkan dalam konteks fadhailul amal, yaitu amalan yang bertujuan memperoleh keutamaan. "Amalan Arbain baik, namun bukan merupakan syarat atau penyempurnaan haji," ujarnya saat wawancara dengan Media Center Haji di Makkah, Jumat (5/6/2026).

Haji Bertumpu pada Manasik di Makkah:

Cholil menjelaskan bahwa inti dari ibadah haji adalah manasik di Makkah, termasuk tawaf di Baitullah, sa’i di antara Bukit Shafa dan Marwah, serta wukuf di Arafah. Ibadah-ibadah ini adalah kunci sahnya pelaksanaan haji bagi setiap Muslim.

Meski demikian, berkunjung ke Madinah tetap memberikan nilai spiritual yang tinggi. Ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW menjadi bagian dari menunjukkan cinta kepada Rasulullah. Secara etika dan spiritual, terasa kurang lengkap jika seorang Muslim tidak menyempatkan untuk berkunjung ke Madinah saat berada di Tanah Suci.

Jemaah Jangan Larut dalam Penyesalan:

KH Cholil Nafis juga mengingatkan agar jemaah tidak merasa tertekan atau menyesal jika tidak dapat menyelesaikan Arbain. Hal ini terutama bagi jemaah perempuan yang mengalami masa menstruasi, atau jemaah lain yang memiliki kendala kesehatan dan teknis selama di Madinah. Hambatan tersebut tidak seharusnya mengganggu rasa syukur atas kesempatan berhaji.

Jemaah diharapkan tetap berkonsentrasi pada pelaksanaan ibadah wajib dan rukun haji yang telah dilaksanakan selama di Tanah Suci. Berdasarkan jadwal haji 2026, gelombang kedua jemaah Indonesia akan berangkat dari Makkah menuju Madinah mulai Minggu (7/6/2026). Mereka akan tinggal di kota ini setidaknya selama delapan hari sebelum kembali ke Indonesia.

Pada saat yang sama, jemaah Indonesia gelombang pertama tengah dipulangkan ke tanah air melalui Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah.

Artikel terkait

Rekomendasi