Harga AMD Radeon RX 9070 XT di Jepang Mengejutkan, Tetap Murah Meski Krisis Memori 2026

Harga AMD Radeon RX 9070 XT di Jepang Mengejutkan, Tetap Murah Meski Krisis Memori 2026
Foto: Harga AMD Radeon RX 9070 XT di Jepang Mengejutkan, Tetap Murah Meski Krisis Memori 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kabar mengejutkan datang dari pasar perangkat keras di Jepang terkait harga kartu grafis terbaru AMD, yakni Radeon RX 9070 XT. Di tengah kondisi industri teknologi tahun 2026 yang sedang tidak stabil, harga GPU ini dilaporkan merosot tajam hingga berada di bawah harga eceran resmi atau MSRP.

Kondisi ini dianggap sebagai sebuah anomali yang sangat menarik perhatian para antusias teknologi di seluruh dunia. Pasalnya, penurunan harga yang signifikan ini terjadi justru saat komponen pendukung lainnya, seperti RAM, sedang mengalami lonjakan harga yang cukup tinggi.

Harga Menukik di Bawah Standar Retail

Berdasarkan laporan dari media teknologi lokal Jepang, Gazlog, kartu grafis AMD RX 9070 XT yang menggunakan arsitektur RDNA 4 kini dijual jauh lebih murah. Harga kartu grafis kelas atas tersebut terpantau sudah menyentuh angka di bawah level 100.000 Yen di berbagai toko retail.

Padahal, jika merujuk pada harga peluncuran resminya, GPU ini seharusnya dipasarkan pada rentang 112.980 Yen hingga 137.800 Yen. Penurunan ini menunjukkan selisih harga yang sangat besar jika dibandingkan dengan harga standar saat pertama kali diperkenalkan ke publik.

Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, tren harga RX 9070 XT terus mengalami koreksi hingga mencapai titik terendah di angka 87.800 Yen. Nilai tersebut setara dengan kisaran 552 Dolar AS, yang secara mengejutkan jauh lebih murah dibandingkan harga retail yang berlaku di Amerika Serikat.

Nasib Serupa Dialami Seri RX 9060 XT

Ternyata fenomena banting harga ini tidak hanya berlaku untuk seri RX 9070 XT saja di pasar Jepang. Kartu grafis kelas menengah, yaitu AMD RX 9060 XT, juga dilaporkan mengalami pemangkasan harga yang cukup drastis sehingga lebih ramah di kantong konsumen.

Berikut adalah beberapa model dari brand ternama yang kini dibanderol dengan harga lebih kompetitif di Jepang:

Daftar varian kartu grafis dengan harga khusus di pasar Jepang:
  • Sapphire Pulse RX 9070 XT: Tersedia di kisaran harga 90.000 Yen yang sangat bersaing.
  • ASRock Challenger Series: Mengalami penyesuaian harga serupa untuk menarik minat pembeli.
  • Berbagai Varian RX 9060 XT: Dijual dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibanding periode sebelumnya.

Penurunan harga ini memberikan kesempatan bagi para perakit PC di wilayah tersebut untuk mendapatkan komponen performa tinggi dengan biaya yang lebih efisien. Hal ini juga memicu persaingan harga yang ketat antar distributor lokal di wilayah tersebut.

Penyebab Utama Terjadinya Fenomena Jual Rugi

Melesunya permintaan pasar diidentifikasi menjadi pemicu utama di balik keputusan para peritel untuk menurunkan harga secara agresif. Sebelumnya, pasar sempat mengalami stagnasi akibat lonjakan harga komponen RAM yang membebani biaya produksi dan perakitan PC secara keseluruhan.

Demi menjaga arus kas dan mengembalikan modal investasi, banyak toko retail di Jepang akhirnya terpaksa mengambil kebijakan "jual rugi". Strategi ini dilakukan agar stok unit yang tersimpan di gudang bisa segera habis dan tidak tertimbun terlalu lama.

Berikut adalah perbandingan ringkas antara harga peluncuran resmi dengan harga pasar saat ini di Jepang:

Tabel estimasi harga kartu grafis AMD di Jepang:
Model GPU Harga Resmi (MSRP) Harga Pasar Saat Ini
AMD RX 9070 XT 112.980 - 137.800 Yen ~87.800 Yen
AMD RX 9060 XT Harga Standar Retail Di Bawah 90.000 Yen

Data di atas menunjukkan bahwa penurunan harga telah melampaui ekspektasi awal pasar global terhadap produk berbasis RDNA 4. Meskipun saat ini anomali harga hanya terjadi di Jepang dan sebagian wilayah Eropa, tren ini diharapkan akan segera berdampak pada pasar Indonesia.

Para gamer dan pencinta PC di tanah air tentu sangat menantikan momentum serupa agar harga kartu grafis di pasar lokal menjadi lebih masuk akal. Hingga saat ini, pantauan harga internasional terus dilakukan untuk melihat apakah kebijakan penurunan harga ini akan bersifat permanen atau hanya sementara.

Artikel terkait

Rekomendasi