Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi melakukan perombakan besar-besaran dengan memutasi dan merotasi jabatan terhadap 108 Perwira Tinggi (Pati) serta Perwira Menengah (Pamen) di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia. Kebijakan strategis ini tertuang secara formal dalam Surat Telegram Kapolri dengan nomor registrasi ST/960/V/KEP./2026 yang diterbitkan pada tanggal 7 Mei 2026 dan ditandatangani oleh As SDM Kapolri Irjen Anwar.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, memberikan penjelasan bahwa langkah mutasi jabatan ini merupakan bagian integral dari proses pembinaan karier anggota sekaligus penguatan struktur organisasi di internal Polri. Menurut Isir, rotasi jabatan adalah fenomena yang sangat alamiah dalam dinamika organisasi kepolisian guna memastikan adanya penyegaran kepemimpinan yang berkelanjutan.
Upaya ini juga difokuskan untuk meningkatkan profesionalisme setiap personel dalam menghadapi berbagai tantangan tugas kepolisian yang saat ini dirasakan semakin dinamis dan kompleks di lapangan. Melalui keterangan tertulisnya pada Sabtu, 9 Mei 2026, Isir menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan organisasi tetap sehat dan mampu merespons kebutuhan publik dengan lebih baik.
Dalam keputusan mutasi kali ini, terdapat total 108 personel yang mendapatkan penugasan baru dengan kategori yang beragam, mulai dari promosi jabatan, pergeseran posisi pada tingkat yang setara, hingga penempatan personel yang telah menyelesaikan pendidikan. Selain itu, beberapa posisi juga diganti karena pejabat sebelumnya telah memasuki masa purna tugas atau pensiun dari dinas kepolisian.
Salah satu poin utama yang menonjol dalam mutasi Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri adalah penugasan baru bagi Komjen R.Z Panca Putra yang kini dipercaya menjabat sebagai Kalemdiklat Polri. Jabatan ini merupakan posisi strategis dalam struktur pendidikan dan pelatihan kepolisian guna mencetak sumber daya manusia Polri yang unggul di masa depan.
Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menambahkan bahwa pergantian pejabat ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap penguatan pelaksanaan tugas pokok Polri dalam melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat luas. Ia meyakini bahwa dengan adanya wajah-wajah baru di posisi kepemimpinan, institusi Polri akan semakin responsif terhadap segala keluhan dan aspirasi warga.
Komitmen Polri dalam melakukan regenerasi kepemimpinan terus ditekankan agar organisasi tetap adaptif terhadap perubahan zaman serta mampu memberikan standar pelayanan terbaik yang profesional. Dengan penguatan organisasi ini, diharapkan seluruh jajaran kepolisian dapat bekerja lebih efektif dan transparan dalam menjalankan mandat konstitusionalnya.
Berdasarkan data statistik yang dihimpun dari mutasi ini, terdapat rincian kenaikan pangkat dan golongan jabatan yang signifikan bagi para perwira yang mendapatkan promosi. Sebanyak 16 personel mendapatkan kepercayaan untuk naik ke golongan Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol), sementara tiga personel lainnya tetap menduduki jabatan setingkat bintang dua tersebut.
Peningkatan karier juga terlihat jelas pada level perwira menengah di mana terdapat 43 personel yang berhasil mendapatkan promosi untuk menduduki jabatan Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol). Selain itu, terdapat 16 personel lainnya yang dipromosikan untuk mengemban tugas baru dengan pangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) di berbagai kesatuan.
Rincian Data Mutasi dan Promosi Jabatan Polri 2026
| Kategori Promosi / Jabatan | Jumlah Personel |
|---|---|
| Promosi ke Pangkat Irjen Pol (Bintang Dua) | 16 Personel |
| Jabatan Setara (Flat) Tingkat Irjen Pol | 3 Personel |
| Promosi ke Pangkat Brigjen Pol (Bintang Satu) | 43 Personel |
| Promosi ke Pangkat Kombes Pol | 16 Personel |
| Total Personel yang Dimutasi/Rotasi | 108 Personel |
Keputusan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ini juga dipandang sebagai tindak lanjut dari berbagai rekomendasi perbaikan tata kelola internal yang sedang berjalan di tubuh Polri saat ini. Perubahan ini sejalan dengan usulan penguatan fungsi di tingkat wilayah seperti Polsek dan rencana perampingan birokrasi di tingkat Markas Besar (Mabes) Polri.
Masyarakat dapat memantau perkembangan lebih lanjut mengenai kebijakan-kebijakan strategis kepolisian ini melalui saluran komunikasi resmi serta berbagai kanal berita nasional yang kredibel. Reformasi di internal Polri diharapkan tidak hanya sekadar pergantian personel, tetapi juga membawa perubahan budaya kerja yang lebih berorientasi pada kepentingan publik.
Dengan total 108 personel yang terlibat dalam mutasi besar ini, transisi kepemimpinan di beberapa posisi krusial diharapkan dapat berjalan mulus tanpa mengganggu stabilitas keamanan nasional. Hal ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Kapolri dalam mewujudkan visi Polri yang Presisi dan dicintai oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.