Harum Energy (HRUM) Targetkan Penjualan Nikel 117.000 Ton di 2026, Ini Strateginya

Harum Energy (HRUM) Targetkan Penjualan Nikel 117.000 Ton di 2026, Ini Strateginya
Foto: Harum Energy (HRUM) Targetkan Penjualan Nikel 117.000 Ton di 2026, Ini Strateginya. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT Harum Energy Tbk (HRUM) kini tengah melakukan transformasi besar dengan memperkuat fokus pada sektor hilirisasi nikel. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya menjaga pertumbuhan kinerja di tengah berbagai tantangan operasional yang sempat menghambat lini bisnis batu bara.

Sepanjang awal tahun 2026, perusahaan mencatat lonjakan signifikan pada segmen nikel yang kini menjadi pilar utama pendapatan. Proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) menjadi salah satu mesin penggerak yang diandalkan untuk mencapai target tahunan perseroan.

Dinamika Bisnis Batu Bara dan Kendala Perizinan

Kinerja bisnis batu bara HRUM sempat mengalami tekanan hebat pada kuartal pertama tahun 2026. Volume penjualan pada periode tersebut anjlok hingga 94 persen akibat adanya kendala dalam proses birokrasi.

Head of Investor Relations HRUM, Regina Korompis, menjelaskan bahwa penurunan produksi terjadi karena tertundanya persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Namun, izin tersebut telah resmi dikantongi perseroan pada akhir Maret lalu.

Untuk tahun 2026, HRUM memiliki kuota RKAB batu bara sebesar 3 juta ton, sedikit lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai 5 juta ton. Manajemen optimistis tingkat produksi akan kembali normal dan meningkat secara bertahap mulai kuartal kedua.

Nikel Jadi Penopang Utama Pertumbuhan

Berbanding terbalik dengan batu bara, sektor nikel justru mencatatkan performa gemilang dengan kenaikan volume penjualan sebesar 40 persen. Pertumbuhan ini dipicu oleh optimalisasi kinerja smelter PT Wistron serta kontribusi dari produk nikel baru.

PT Blue Sky Metals (BSE) telah memulai penjualan komersial Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sejak akhir Maret 2026. Produk nikel jenis MHP ini menjadi primadona baru setelah fasilitas HPAL milik perseroan mencapai utilisasi kapasitas hampir 100 persen.

Berikut adalah rincian target operasional dan penjualan nikel HRUM sepanjang tahun 2026:

  • Target Volume Penjualan Nikel: Berada di kisaran 107.000 hingga 117.000 ton.
  • Komposisi Produk: Mencakup Nickel Pig Iron (NPI), High Grade Nickel Matte (HGNM), dan MHP.
  • Target Produksi Bijih Nikel: Dipatok sebesar 8 hingga 10 juta wet metric ton (wmt).
  • Proyeksi Produksi MHP: Estimasi mencapai 45.000 sampai 50.000 ton hingga akhir tahun.

Melalui target-target tersebut, HRUM berupaya mengukuhkan posisinya sebagai pemain utama dalam rantai pasok nikel global. Integrasi antara tambang dan smelter menjadi kunci utama dalam menjaga efisiensi operasional perusahaan.

Integrasi Tambang dan Efisiensi Produksi

Untuk meningkatkan margin keuntungan, HRUM memperkuat pasokan bijih nikel secara mandiri melalui tambang miliknya, PT Position (POS). Perusahaan menargetkan lebih dari 50 persen kebutuhan smelter dapat dipenuhi dari internal pada tahun ini.

Angka ini merupakan lompatan besar jika dibandingkan tahun lalu yang baru mampu memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan. Regina juga menegaskan bahwa operasional di PT POS berjalan lancar tanpa terganggu isu hukum maupun sosial yang sempat beredar.

Alokasi Belanja Modal dan Tantangan Biaya

Meskipun harga nikel di bursa LME menunjukkan tren positif di atas US$19.000 per ton, HRUM tetap mewaspadai risiko kenaikan harga komoditas pendukung. Salah satu yang menjadi perhatian adalah fluktuasi harga sulfur global yang bisa membebani biaya produksi.

Namun, manajemen menilai dampak tersebut tidak akan dirasakan secara instan karena perusahaan masih memiliki stok sulfur dengan harga lama. Fokus perusahaan saat ini adalah memastikan seluruh proyek strategis berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Rencana penggunaan anggaran belanja modal (capex) perusahaan pada tahun ini adalah sebagai berikut:

Alokasi Anggaran Nilai Investasi Tujuan Penggunaan
Total Belanja Modal (Capex) US$ 310 Juta Total anggaran perusahaan tahun 2026.
Unit Bisnis Nikel US$ 302 Juta Pengembangan proyek strategis nikel dan HPAL.
Bisnis Lainnya US$ 8 Juta Kebutuhan operasional dan pendukung lainnya.

Sebagian besar modal dialokasikan khusus untuk memperkuat ekosistem nikel demi mendukung target jangka panjang perusahaan. Strategi ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang stabil bagi para pemegang saham di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi