Pemerintah mengungkapkan alasan mendasar di balik keputusan Presiden Prabowo Subianto merombak struktur pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Pengumuman yang disampaikan pada Selasa (2/6) malam ini menjadi langkah tegas setelah adanya hasil evaluasi mendalam.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa Presiden telah mengantongi berbagai catatan kritis terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program prioritas ini tercatat sudah berjalan selama kurang lebih satu setengah tahun.
Evaluasi Tata Kelola dan Kualitas Layanan
Berdasarkan keterangan Prasetyo di Istana Negara, terdapat beberapa aspek krusial yang menjadi perhatian serius pemerintah. Masalah ini mencakup kedisiplinan dalam penerapan prosedur operasional standar hingga tata kelola lembaga.
Selain masalah administratif, kualitas makanan yang disajikan kepada masyarakat juga menjadi sorotan utama dalam evaluasi tersebut. Kualitas konsumsi seharusnya tetap terjaga sesuai dengan standar ketat yang telah ditetapkan sejak awal oleh BGN.
Beberapa poin utama yang menjadi fokus evaluasi internal pemerintah meliputi:- Kedisiplinan dalam menjalankan Standard Operating Procedure (SOP) di lapangan.
- Ketegasan dalam pengelolaan tata kelola lembaga agar lebih transparan dan efisien.
- Konsistensi dalam menjaga standar kualitas gizi dan kebersihan makanan bagi penerima manfaat.
- Kecepatan dalam menindaklanjuti temuan audit untuk perbaikan program berkelanjutan.
Poin-poin di atas menjadi landasan bagi Presiden untuk melakukan penyegaran kepemimpinan di tubuh BGN. Hal ini diharapkan mampu memperbaiki seluruh temuan yang muncul dalam pemantauan internal selama ini.
Langkah Audit dan Perombakan Jabatan
Saat ini, pemerintah sedang melakukan proses audit internal guna menindaklanjuti hasil monitoring yang dilakukan secara berkala. Prasetyo Hadi menegaskan bahwa evaluasi ini merupakan bagian dari pengawasan rutin pemerintah terhadap program strategis.
Meski demikian, pihak Istana belum bersedia merinci secara detail bentuk pelanggaran atau temuan spesifik yang sedang diperiksa. Segala proses pemeriksaan masih terus berjalan di bawah pengawasan ketat tim audit internal pemerintah.
Dalam kebijakan terbaru ini, Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN. Selain Dadan, dua Wakil Kepala BGN yakni Lodewijk F. Paulus dan Sonny Sanjaya juga turut diberhentikan dari posisinya.
Sebagai gantinya, Presiden menunjuk jajaran pimpinan baru untuk menakhodai lembaga tersebut demi menjamin keberlanjutan program gizi nasional. Berikut adalah susunan pimpinan baru Badan Gizi Nasional:
| Jabatan | Nama Pejabat Baru |
|---|---|
| Kepala Badan Gizi Nasional | Naniek S. Deyang |
| Wakil Kepala BGN | Agustina Arumsari |
| Wakil Kepala BGN | Mayjen TNI Trenggono |
Struktur kepemimpinan yang baru ini diharapkan segera bekerja cepat untuk membenahi sistem distribusi dan kualitas layanan. Perubahan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak berkompromi terhadap standar kualitas program prioritas bagi rakyat.