Sony Sonjaya, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), telah resmi mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC). Langkah hukum ini diambil terkait dengan kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk periode tahun 2025-2026.
Keputusan Sony untuk menjadi saksi pelaku yang bekerja sama ini dibarengi dengan penyerahan daftar nama penting kepada pihak berwenang. Setidaknya ada 20 nama terduga yang diduga terlibat dalam skandal tersebut yang kini telah berada di tangan penyidik Kejaksaan Agung.
Upaya Sony Sonjaya Membongkar Skandal Korupsi MBG
Krisna Murti, selaku kuasa hukum Sony Sonjaya, menegaskan bahwa pengajuan status Justice Collaborator ini merupakan bentuk komitmen kliennya. Sony berniat untuk bersikap kooperatif dalam membantu aparat penegak hukum mengusut tuntas penyimpangan pada program prioritas pemerintah tersebut.
Menurut Krisna, langkah ini diambil bukan karena Sony ingin melarikan diri dari jeratan hukum yang sedang dihadapinya. Sebaliknya, hal ini bertujuan untuk membuka kotak pandora mengenai siapa saja aktor di balik layar yang memanfaatkan program unggulan presiden ini untuk kepentingan pribadi.
Pernyataan tersebut disampaikan Krisna saat mendampingi kliennya di Gedung Kejaksaan Agung pada hari Senin, 8 Juni 2026. Ia menekankan bahwa transparansi dalam kasus ini sangat penting mengingat besarnya dampak program MBG bagi masyarakat luas.
Meskipun sudah menyetorkan sekitar 20 nama kepada penyidik, Krisna masih enggan membeberkan identitas puluhan orang tersebut kepada publik. Ia menyatakan bahwa identitas para terduga pelaku saat ini masih menjadi konsumsi penyidikan demi kelancaran proses hukum.
Daftar Nama Terduga Masih Berpotensi Bertambah
Jumlah orang yang terlibat dalam kasus ini diperkirakan jauh lebih banyak daripada daftar awal yang diberikan. Sony Sonjaya dilaporkan masih menyimpan sejumlah nama lain yang akan diungkapkan secara bertahap kepada tim penyidik.
Krisna menjelaskan bahwa pemberian keterangan mengenai nama-nama tersebut sempat terhenti sejenak karena kondisi fisik kliennya. Sony merasa cukup kelelahan setelah menjalani rangkaian pemeriksaan yang panjang dan intensif di Kejaksaan Agung sebelumnya.
Rincian informasi yang diberikan Sony Sonjaya kepada penyidik mencakup beberapa poin berikut:
- Daftar 20 nama awal yang diduga memiliki peran dalam penyimpangan tata kelola program Makan Bergizi Gratis.
- Adanya rencana pengungkapan nama-nama tambahan yang belum sempat disebutkan dalam pemeriksaan awal.
- Informasi mendalam mengenai kejanggalan dalam berbagai proses pengadaan barang dan jasa di internal BGN.
- Komitmen untuk terus bersikap kooperatif selama status Justice Collaborator disetujui dan proses hukum berjalan.
Informasi yang diberikan Sony diharapkan mampu memetakan jaringan korupsi yang terjadi di dalam Badan Gizi Nasional secara lebih terperinci. Hal ini juga menjadi pintu masuk bagi jaksa untuk mendalami keterlibatan pihak swasta maupun pejabat lainnya.
Fokus Pemeriksaan pada Berbagai Proyek Pengadaan
Selain soal aktor yang terlibat, pemeriksaan selanjutnya terhadap Sony akan masuk ke ranah yang lebih teknis. Sony dijadwalkan akan membeberkan praktik lancung yang terjadi dalam berbagai proyek pengadaan kebutuhan pendukung program gizi.
Beberapa proyek yang kini masuk dalam radar pengawasan penyidik antara lain adalah pengadaan kendaraan motor dan perangkat teknologi informasi (IT). Selain itu, pengadaan perangkat tablet bagi petugas serta kebutuhan logistik lainnya juga akan didalami lebih lanjut.
Beberapa sektor pengadaan di BGN yang akan segera dibongkar oleh Sony Sonjaya meliputi:
| Kategori Pengadaan | Detail Barang/Jasa |
|---|---|
| Transportasi | Pengadaan unit motor operasional untuk distribusi atau pengawasan lapangan. |
| Teknologi & Informasi | Sistem IT terintegrasi serta pengadaan perangkat tablet untuk pendataan. |
| Perlengkapan Logistik | Pengadaan berbagai atribut pendukung, termasuk kebutuhan kaos kaki dan seragam. |
| Lain-lain | Berbagai proses tender barang pendukung program Makan Bergizi Gratis lainnya. |
Tabel di atas menunjukkan cakupan luas dari potensi kebocoran anggaran yang terjadi melalui skema pengadaan barang di Badan Gizi Nasional. Sony berjanji akan menjelaskan secara detail bagaimana mekanisme tender tersebut diatur atau dimanipulasi.
Krisna Murti menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa kliennya siap memberikan keterangan yang jauh lebih besar pada pemeriksaan esok hari. Fokus utamanya adalah mengungkap skema permainan dalam tender-tender berskala besar yang merugikan keuangan negara.
Kasus korupsi di lingkungan BGN ini terus menjadi perhatian publik, terutama setelah penangkapan beberapa pejabat penting lainnya sebelumnya. Pengungkapan dari mulut Sony Sonjaya diharapkan mampu menyelamatkan keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis dari oknum yang tidak bertanggung jawab.