PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) secara resmi mengumumkan rencana besar untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback. Langkah strategis ini telah mendapatkan lampu hijau melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar baru-baru ini.
Perusahaan telekomunikasi plat merah tersebut menyiapkan dana yang cukup fantastis untuk aksi korporasi ini. Nilai maksimal yang dialokasikan untuk program buyback tersebut mencapai Rp4 triliun.
Jadwal dan Mekanisme Pelaksanaan Buyback
Pelaksanaan buyback saham ini akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia maupun di luar bursa. Manajemen memiliki fleksibilitas untuk melakukannya secara bertahap atau sekaligus sesuai kondisi pasar.
Program ini direncanakan berlangsung dalam kurun waktu satu tahun penuh. Periode pelaksanaannya dimulai sejak 9 Juni 2026 hingga berakhir pada 8 Juni 2027 mendatang.
Tujuan utama dari aksi korporasi ini adalah untuk memberikan nilai tambah yang optimal bagi para pemegang saham. Selain itu, langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga saham TLKM di tengah fluktuasi pasar modal.
Pembagian Dividen Jumbo bagi Pemegang Saham
Selain kabar mengenai buyback, Telkom juga membawa berita gembira terkait pembagian keuntungan perusahaan. RUPST menyepakati pembagian dividen tunai dengan total nilai mencapai Rp21,9 triliun.
Angka tersebut setara dengan 123% dari total laba bersih yang dibukukan perusahaan sepanjang tahun buku 2025. Sebagian dana dividen, yakni sekitar Rp4,2 triliun, diambil dari saldo laba ditahan tahun-tahun sebelumnya.
Berikut adalah rincian mengenai besaran dividen dan performa keuangan yang diraih perusahaan:
- Dividen per Saham: Setiap pemegang saham akan menerima jatah sebesar Rp221 per lembar saham.
- Pendapatan Konsolidasi: Sepanjang tahun 2025, Telkom berhasil mengantongi pendapatan sebesar Rp146,74 triliun.
- EBITDA: Perusahaan mencatatkan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi sebesar Rp72,24 triliun.
- Laba Bersih: Keuntungan bersih atau net income yang dihasilkan mencapai Rp17,81 triliun.
Rincian di atas menunjukkan bahwa meskipun ada berbagai tantangan ekonomi, Telkom tetap mampu menjaga performa keuangannya dengan sangat solid. Angka dividen yang melebihi laba bersih tahun berjalan menjadi bukti apresiasi perusahaan kepada investor.
Kinerja Fundamental dan Strategi Perusahaan
Terkait angka laba bersih, manajemen menjelaskan adanya dampak dari kebijakan percepatan depresiasi. Langkah ini merupakan bagian dari agenda total governance reset yang sedang dijalankan oleh Perseroan.
Meskipun kebijakan tersebut menyebabkan kontraksi pada angka laba bersih, manajemen menegaskan bahwa dampaknya bersifat non-tunai. Secara operasional, fundamental bisnis Telkom tetap berada dalam kondisi yang sangat sehat.
Ringkasan alokasi keuangan Telkom berdasarkan hasil RUPST terangkum dalam tabel berikut:
| Kategori Alokasi | Nilai Anggaran |
|---|---|
| Program Buyback Saham (Maksimal) | Rp4 Triliun |
| Total Dividen Tunai | Rp21,9 Triliun |
| Dividen per Lembar Saham | Rp221 |
| Pendapatan Tahunan 2025 | Rp146,74 Triliun |
Data di atas memperlihatkan komitmen kuat Telkom dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pemberian imbal hasil bagi investor. Arus kas perusahaan pun dilaporkan tetap kuat untuk mendukung seluruh rencana strategis tersebut.
Dengan restu dari pemegang saham, Telkom kini fokus menjalankan transisi bisnis dan penguatan struktur modal. Langkah ini diharapkan memperkokoh posisi Telkom sebagai pemimpin pasar telekomunikasi di Indonesia.