Harga Lithium Melonjak 86%, Tambang CATL Jadi Penentu Pasar di 2026

Harga Lithium Melonjak 86%, Tambang CATL Jadi Penentu Pasar di 2026
Foto: Harga Lithium Melonjak 86%, Tambang CATL Jadi Penentu Pasar di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Pasar lithium dunia mulai bangkit dari kelesuan setelah sempat terpuruk selama tiga tahun terakhir. Kondisi ini dipicu oleh melambungnya harga kontrak lithium hidroksida di bursa CME hingga 86 persen sejak awal tahun.

Harga komoditas ini kini kembali menembus angka di atas US$20.000 per ton metrik. Pencapaian tersebut merupakan yang pertama kalinya sejak akhir tahun 2023, sekaligus mengakhiri tren harga rendah yang mendominasi pasar sepanjang 2024.

Penyebab Utama Kenaikan Harga Lithium

Faktor utama di balik lonjakan harga ini adalah penutupan operasional tambang Jianxiawo di China. Tambang milik raksasa baterai CATL ini harus berhenti beroperasi sejak Agustus lalu karena masa berlaku izin tambangnya telah habis.

Kondisi tersebut memicu gelombang spekulasi besar-besaran di Guangzhou Futures Exchange. Aktivitas perdagangan kontrak lithium pun meningkat tajam seiring kekhawatiran pasar terhadap ketersediaan pasokan dari Negeri Tirai Bambu tersebut.

Dampak signifikan dari penutupan tambang Jianxiawo bagi pasar global:

  • Volume perdagangan sempat menyentuh angka 27 juta kontrak berjangka di puncak euforia pasar.
  • Kontrak opsi lithium karbonat juga melonjak hingga mencapai 12,5 juta kontrak.
  • Persediaan lithium di sepanjang rantai pengolahan China menyusut lebih cepat dari perkiraan semula.
  • Pasar menjadi jauh lebih sensitif terhadap isu gangguan pasokan bahan baku baterai.

Meski volume perdagangan mulai melandai, harga tetap tertahan di level yang cukup tinggi. Hal ini membuktikan betapa strategisnya posisi tambang milik CATL tersebut dalam menopang kebutuhan industri baterai global.

Status Izin Tambang CATL Menjadi Kunci

Hingga saat ini, izin operasional tambang Jianxiawo masih belum diterbitkan oleh regulator setempat. Padahal, pihak CATL sebelumnya memprediksi bahwa perpanjangan izin hanya akan memakan waktu sekitar tiga bulan.

Menurut Benchmark Mineral Intelligence (BMI), tambang ini memiliki kapasitas produksi tahunan mencapai 150.000 ton setara lithium karbonat. Kapasitas yang sangat besar ini menjadikannya salah satu aset lithium paling berpengaruh di dunia.

Beberapa faktor tambahan yang memperkeruh kondisi pasokan lithium di pasar internasional:

  • Pemberlakuan sistem kuota bahan baku baru di Zimbabwe setelah larangan ekspor sebelumnya dicabut.
  • Pengawasan regulator China yang semakin ketat terhadap sektor pertambangan di wilayah Yichun.
  • Kekhawatiran penutupan tambang lain di pusat produksi lithium China akibat regulasi lingkungan.

Masalah izin tambang ini dianggap sebagai variabel paling krusial bagi masa depan harga lithium. Arah pasar dalam dua tahun ke depan akan sangat ditentukan oleh kapan aktivitas penambangan di Jianxiawo dimulai kembali.

Proyeksi dan Analisis Pasar Kedepan

Meskipun harga saat ini tengah melambung, sejumlah analis memperingatkan adanya potensi koreksi. BMI memperkirakan harga mungkin akan kembali turun pada paruh kedua tahun ini seiring kembalinya operasional beberapa produsen.

Sikap hati-hati juga ditunjukkan oleh BNP Paribas yang menilai harga saat ini sudah melebihi nilai fundamental pasar. Aktivitas spekulasi yang tinggi dianggap sebagai pendorong utama kenaikan harga, bukan sekadar faktor permintaan murni.

Lembaga Analisis Proyeksi Harga / Kondisi Pasar
Citi Target kenaikan jangka pendek hingga US$32.000 per ton.
BNP Paribas Pasar diperkirakan tetap surplus pasokan hingga tahun depan.
BMI Potensi penurunan harga pada paruh kedua tahun 2026.

Tabel di atas merangkum pandangan institusi keuangan dunia terhadap volatilitas harga lithium. Sebagian besar menyepakati bahwa pemulihan kali ini akan lebih moderat dibandingkan periode ledakan harga sebelumnya.

Pada akhirnya, keputusan regulator di Provinsi Jiangxi terkait perizinan CATL tetap menjadi sorotan utama. Langkah kebijakan di wilayah tersebut akan menjadi kompas bagi para investor dan pelaku industri baterai kendaraan listrik secara global.

Artikel terkait

Rekomendasi