Emiten Milik Hashim WIFI Jajaki Obligasi & Sukuk Rp2,5 Triliun Terbaru 2026

Emiten Milik Hashim WIFI Jajaki Obligasi & Sukuk Rp2,5 Triliun Terbaru 2026
Foto: Emiten Milik Hashim WIFI Jajaki Obligasi & Sukuk Rp2,5 Triliun Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), emiten yang dikenal sebagai bagian dari grup bisnis Hashim Djojohadikusumo, berencana menghimpun dana segar melalui pasar modal. Perusahaan ini menjajaki penerbitan Obligasi Berkelanjutan I dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2026.

Target dana yang dibidik dari masing-masing instrumen tersebut mencapai Rp1,25 triliun, sehingga total perolehan dana ditargetkan sebesar Rp2,5 triliun. Langkah ini merupakan bagian awal dari program penawaran umum berkelanjutan dengan total target keseluruhan sebesar Rp5 triliun.

Detail Penawaran Instrumen Utang

Saat ini, manajemen WIFI tengah melaksanakan proses penawaran awal atau bookbuilding yang dijadwalkan berlangsung hingga 17 Juni 2026. Sementara itu, rencana penerbitan secara resmi diperkirakan akan dilakukan pada 23 Juni 2026 mendatang.

Baik obligasi maupun sukuk ijarah tersebut akan ditawarkan dalam tiga seri dengan durasi tenor yang bervariasi. Perseroan menyediakan pilihan jangka waktu investasi mulai dari 370 hari, 2 tahun, hingga 3 tahun.

Meskipun besaran kupon dan nilai tiap seri belum diumumkan secara rinci, perusahaan memastikan jadwal pembayaran imbal hasil dilakukan setiap tiga bulan. Pembayaran pertama diproyeksikan akan diterima oleh para investor pada 26 September 2026.

Alokasi Dana untuk Proyek Internet Rakyat

Seluruh perolehan dana dari aksi korporasi ini akan dialirkan kepada anak usaha, yaitu PT Telemedia Komunikasi Pratama (TKP). Dana tersebut akan difungsikan sebagai modal kerja untuk mendukung ambisi proyek Internet Rakyat (IRA).

Rincian alokasi belanja modal yang akan dilakukan oleh anak usaha tersebut adalah sebagai berikut:

  • Pembelian Perangkat RAN: Sebesar 62,83% dana digunakan untuk pengadaan 680.000 unit perangkat Radio Access Network (RAN).
  • Pengadaan Unit CPE: Sekitar 32,37% dialokasikan untuk membeli 680 unit perangkat Customer Premises Equipment (CPE).
  • Biaya Jasa Instalasi: Sisanya sebesar 4,80% digunakan untuk biaya jasa penggelaran dan pemasangan perangkat di lapangan.

Manajemen menegaskan bahwa pengadaan perangkat keras tersebut akan dilakukan melalui vendor pihak ketiga yang tidak memiliki hubungan afiliasi. Proyek ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur Fixed Wireless Access (FWA) menggunakan frekuensi 1,4 GHz di wilayah Pulau Jawa.

Target Pertumbuhan dan Kebutuhan Pendanaan

Realisasi penggunaan dana ini direncanakan akan berlangsung pada kuartal ketiga hingga kuartal keempat tahun 2026. TKP sendiri memproyeksikan total kebutuhan dana mencapai Rp7,7 triliun sepanjang tahun tersebut untuk memperkuat jaringan.

Estimasi kebutuhan modal jangka panjang perusahaan hingga tahun 2031 dirangkum dalam tabel berikut:

Kategori Kebutuhan Target dan Estimasi
Total Alokasi Belanja Modal (2026-2031) Rp26,2 Triliun
Target Pemasangan Site RAN 5.500 Lokasi
Target Jumlah Pelanggan 3,7 Juta Pengguna

Data di atas menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan dalam membangun infrastruktur telekomunikasi yang luas. Dengan ekspansi ini, WIFI optimistis dapat menjangkau jutaan pelanggan baru di berbagai wilayah.

Sebelumnya, WIFI sempat mempertimbangkan alternatif pendanaan melalui kredit privat karena dinamika pasar obligasi publik yang fluktuatif. Namun, manajemen tetap membuka pintu bagi investor publik seiring dengan tingginya kebutuhan modal untuk ekspansi masif ini.

Dilihat dari sisi kesehatan finansial, WIFI mencatatkan total aset sebesar Rp15,2 triliun hingga akhir tahun 2025. Dengan ekuitas Rp8,5 triliun dan liabilitas Rp6,7 triliun, perusahaan memiliki rasio utang terhadap ekuitas (DER) yang cukup terjaga di angka 0,78.

Artikel terkait

Rekomendasi