Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) melalui Danantara tengah menyiapkan langkah strategis untuk merampingkan struktur PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Upaya ini dilakukan guna menciptakan organisasi yang lebih efisien dan kompetitif di industri digital.
Dony Oskaria, selaku Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, mengungkapkan bahwa agenda besar ini menargetkan pengurangan jumlah anak usaha secara signifikan. Saat ini, Telkom diketahui memiliki 67 anak perusahaan yang tersebar di berbagai sektor bisnis.
Rencananya, terdapat sekitar 12 hingga 14 anak perusahaan yang akan ditutup sepenuhnya. Dony menjelaskan bahwa target akhir dari proses perampingan ini adalah menyisakan sekitar 19 anak perusahaan saja.
Langkah konkret dalam proses transformasi bisnis Telkom mencakup beberapa poin berikut:
- Konsolidasi 48 anak usaha melalui skema penggabungan (merger) atau likuidasi secara bertahap.
- Penyatuan unit bisnis yang memiliki bidang usaha serupa agar lebih fokus pada kompetensi utama (core business).
- Percepatan agenda prioritas seperti konsolidasi FiberCo BUMN dan pengembangan infrastruktur Data Center.
- Penataan ulang lisensi di seluruh lingkungan Telkom Group guna memperkuat posisi sebagai strategic holding digital.
Strategi ini diharapkan mampu memangkas tumpang tindih fungsi di internal perusahaan. Dengan struktur yang lebih ramping, Telkom diproyeksikan menjadi lebih lincah dalam merespons dinamika pasar global.
Nasib Karyawan dan Fokus Masa Depan
Terkait kekhawatiran mengenai nasib pekerja, Dony menegaskan bahwa perampingan ini tidak akan memicu pemutusan hubungan kerja (PHK). Karyawan dari entitas yang terkena dampak likuidasi atau merger akan dialihkan ke perusahaan hasil penggabungan.
Ia mencontohkan sektor fiber optik, di mana beberapa perusahaan akan disatukan menjadi satu entitas dengan skala bisnis yang jauh lebih besar. Dengan peningkatan kapasitas tersebut, tenaga kerja yang ada tetap dibutuhkan untuk mendukung operasional perusahaan yang baru.
Berikut adalah ringkasan data perampingan dan agenda prioritas Telkom:
| Kategori Agenda | Detail Informasi |
|---|---|
| Jumlah Anak Usaha Saat Ini | 67 Perusahaan |
| Target Anak Usaha Akhir | 19 Perusahaan |
| Jumlah Perusahaan Ditutup | 12 - 14 Perusahaan |
| Skema Perampingan | Merger, Divestasi, Likuidasi, dan Konsolidasi |
| Prioritas Infrastruktur | FiberCo, Data Center, TowerCo, dan InfraCo |
Data di atas menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam membenahi tata kelola BUMN sektor telekomunikasi. Fokus utama kedepannya adalah pembentukan enterprise holding baru yang khusus menangani infrastruktur digital nasional.
Dony menambahkan bahwa langkah ini telah dibahas secara intensif bersama manajemen Telkom di Wisma Danantara Indonesia. Koordinasi tersebut bertujuan memastikan setiap tahapan transformasi berjalan sesuai dengan visi penguatan ekosistem digital.
Melalui Danantara, BP BUMN terus mendorong optimalisasi aset dan efisiensi bisnis di lingkungan perusahaan pelat merah. Transformasi ini diharapkan menjadikan Telkom sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.