IHSG Anjlok Parah 4,39% di Sesi I 2026, Investor Panik Jual Saham Terbaru

IHSG Anjlok Parah 4,39% di Sesi I 2026, Investor Panik Jual Saham Terbaru
Foto: IHSG Anjlok Parah 4,39% di Sesi I 2026, Investor Panik Jual Saham Terbaru. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan sesi pertama hari Senin (8/6/2026). Indeks terpantau terjun bebas hingga menyentuh level 5.348,95.

Penurunan tajam sebesar 4,39 persen ini setara dengan hilangnya 245,82 poin dibandingkan penutupan sebelumnya. Situasi di Bursa Efek Indonesia menunjukkan sentimen negatif yang cukup masif sejak pasar dibuka.

Dominasi Aksi Jual di Seluruh Sektor

Kondisi pasar saat ini didominasi oleh aksi jual besar-besaran yang dilakukan oleh para investor. Berdasarkan data perdagangan, sebanyak 606 saham bergerak melemah dan hanya 57 saham yang mampu bertahan di zona hijau.

Sementara itu, sebanyak 296 saham terpantau bergerak stagnan tanpa perubahan harga yang berarti. Aktivitas perdagangan di lantai bursa berlangsung sangat dinamis di tengah tekanan jual tersebut.

Berikut adalah ringkasan aktivitas pasar pada sesi pertama perdagangan hari ini:

  • Nilai Transaksi: Mencapai angka Rp2,85 triliun.
  • Volume Perdagangan: Menyentuh angka 3,77 miliar lembar saham.
  • Frekuensi Transaksi: Tercatat sebanyak 279 ribu kali perdagangan.

Data di atas menunjukkan betapa agresifnya tekanan jual yang terjadi hanya dalam waktu singkat. Penurunan lebih dari 4 persen tersebut bahkan terjadi hanya dalam kurun waktu sekitar 10 menit setelah perdagangan dimulai.

Ketegangan Timur Tengah Jadi Pemicu Utama

Melemahnya IHSG secara drastis tidak terlepas dari dinamika geopolitik global yang kembali memanas. Para pelaku pasar sangat mencermati kondisi dalam negeri sekaligus perkembangan konflik di luar negeri.

Pemicu utama kekhawatiran global adalah serangan rudal Iran ke wilayah Israel pada Minggu (7/6/2026). Serangan ini merupakan insiden pertama sejak gencatan senjata antara Teheran dan Washington yang dimulai April lalu berakhir.

Tabel berikut merangkum poin penting terkait situasi geopolitik yang memengaruhi pasar:

Pihak Terlibat Pernyataan dan Tindakan Utama
Iran Menuding AS dan Israel melanggar kesepakatan lewat blokade laut dan serangan di Lebanon.
Mohammed B. Ghalibaf Menyatakan pangkalan AS dan aset Israel kini menjadi target serangan yang sah.
Donald Trump Menilai aksi Iran menghambat negosiasi dan meminta Israel untuk tidak melakukan balasan.

Ketegangan antara negara-negara tersebut menciptakan ketidakpastian tinggi di pasar keuangan global. Hal ini memaksa investor untuk cenderung menarik modal mereka dari aset berisiko seperti saham.

Presiden AS Donald Trump dilaporkan tengah berupaya melakukan komunikasi intensif dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Upaya ini dilakukan guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi