Ekspansi Bisnis, Sillo Maritime Resmi Beli Kapal LNG US$65 Juta di 2026

Ekspansi Bisnis, Sillo Maritime Resmi Beli Kapal LNG US$65 Juta di 2026
Foto: Ekspansi Bisnis, Sillo Maritime Resmi Beli Kapal LNG US$65 Juta di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) resmi memperkuat lini bisnisnya melalui akuisisi aset strategis di sektor transportasi energi. Emiten pelayaran ini melalui anak usahanya, PT Transpor Nusantara Line (TNL), baru saja membeli satu unit kapal tanker Liquefied Natural Gas (LNG) senilai US$65 juta atau setara Rp1,06 triliun.

Kepastian transaksi ini terungkap melalui keterbukaan informasi yang dilaporkan perusahaan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Proses akuisisi dilakukan melalui skema peningkatan setoran modal dari PT Suasa Benua Sukses (SBS) kepada TNL sebagai unit pelaksana pembelian.

Detail Transaksi dan Spesifikasi Kapal

Pembelian kapal dari Eternity Ocean Maritime Ltd ini dilakukan pada 3 Juni 2026 dengan nilai yang cukup signifikan bagi struktur keuangan perusahaan. Manajemen menyebutkan bahwa angka US$65 juta tersebut setara dengan 29,22% dari total ekuitas SHIP pada posisi akhir Desember 2025.

Kapal tanker LNG yang dibeli merupakan kapal raksasa yang diproduksi pada tahun 2009 dengan dimensi fisik yang mengesankan. Aset baru ini akan langsung dioperasikan di bawah bendera TNL untuk mendukung mobilitas distribusi gas cair di wilayah perairan Indonesia.

Berikut adalah detail spesifikasi kapal LNG yang baru saja diakuisisi oleh grup SHIP:

  • Tahun Pembuatan: 2009
  • Panjang Kapal: 286,3 meter
  • Lebar Kapal: 46,5 meter
  • Kapasitas Muatan: 110.881 Gross Tonnage (GT)
  • Penyedia Aset: Eternity Ocean Maritime Ltd

Spesifikasi teknis ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk memiliki armada dengan kapasitas besar guna melayani permintaan pasar migas yang terus meningkat. Kapal ini diproyeksikan mampu menangani kontrak-kontrak jangka panjang di sektor hulu migas nasional.

Skema Pendanaan dan Dampak Keuangan

Untuk mendanai pembelian kapal ini, manajemen SHIP menggunakan kombinasi antara dana internal perusahaan dan dukungan fasilitas kredit dari perbankan. Skema ini dipilih untuk menjaga keseimbangan antara likuiditas kas dan struktur permodalan jangka panjang.

Berdasarkan regulasi POJK 17/2020, transaksi ini masuk dalam kategori transaksi material bagi perseroan. Namun, manajemen memastikan tidak ada unsur afiliasi atau benturan kepentingan, sehingga langkah ini tidak memerlukan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Proyeksi perubahan posisi keuangan perusahaan setelah penyelesaian akuisisi kapal adalah sebagai berikut:

Komponen Keuangan Estimasi Perubahan Proyeksi Nilai Akhir
Total Aset Perusahaan Meningkat 10,8% US$597 Juta
Total Liabilitas (Utang) Meningkat 18,3% US$375 Juta

Kenaikan angka liabilitas tersebut dipicu oleh penggunaan fasilitas kredit bank sebagai salah satu sumber pendanaan utama. Meski demikian, penambahan aset ini diyakini akan memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar terhadap pendapatan perusahaan di masa depan.

Strategi Pertumbuhan Jangka Panjang

Manajemen SHIP menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi besar untuk memperluas pangsa pasar di industri pelayaran. Fokus utama perusahaan tetap pada dukungan sektor hulu migas yang menjadi pilar utama pendapatan perseroan selama ini.

Dengan bertambahnya jumlah armada LNG, perusahaan optimis dapat mendongkrak laba bersih konsolidasian secara bertahap. Penambahan aset ini diharapkan menjadi katalis positif bagi kinerja operasional dan daya saing SHIP di pasar domestik maupun regional.

Artikel terkait

Rekomendasi