Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan sesi pertama hari ini. Indeks ditutup merosot tajam sebesar 2,87 persen atau setara 160,46 poin ke posisi 5.434,31.
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau sangat ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp12,92 triliun. Sebanyak 20,24 miliar lembar saham berpindah tangan selama paruh pertama perdagangan tersebut.
Kondisi pasar terlihat cukup mengkhawatirkan dengan mayoritas saham yang diperdagangkan mengalami koreksi harga. Tercatat ada 646 saham yang melemah, sementara hanya 88 saham yang menguat dan 79 saham lainnya stagnan.
Seluruh indeks sektoral terpantau kompak bergerak di zona merah tanpa pengecualian. Penurunan paling signifikan dialami oleh sektor kesehatan yang anjlok hingga 6,01 persen, disusul sektor infrastruktur sebesar 4,72 persen.
Pergerakan Investor Asing di Tengah Koreksi IHSG
Meski pasar sedang mengalami tren penurunan, investor asing justru memperlihatkan perilaku yang cukup menarik perhatian. Berdasarkan data bursa, pemodal mancanegara mencatatkan volume beli bersih (net buy) hingga 1,71 miliar lembar saham.
Namun, jika ditinjau dari sisi nilai transaksi, investor asing sebenarnya melakukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp325 miliar. Fenomena ini menunjukkan adanya akumulasi pada saham-saham dengan harga per lembar yang relatif terjangkau.
Daftar saham yang paling banyak diborong oleh investor asing berdasarkan volume :
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) – 561,24 juta saham
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) – 143,81 juta saham
- PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) – 121,57 juta saham
- PT Sentul City Tbk (BKSL) – 96,90 juta saham
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA) – 82,16 juta saham
Saham emiten yang bergerak di bidang sumber daya alam dan infrastruktur mendominasi daftar belanja asing pada sesi kali ini. BUMI menjadi saham yang paling diminati dengan volume pembelian yang terpaut jauh dari emiten lainnya.
Di sisi lain, beberapa saham unggulan (blue chip) justru dilepas oleh investor luar negeri dalam jumlah yang cukup besar. Sektor perbankan menjadi salah satu yang paling terdampak oleh aksi jual ini.
Berikut adalah ringkasan saham dengan volume penjualan bersih terbesar oleh asing :
| Nama Emiten | Kode Saham | Volume Net Sell |
|---|---|---|
| Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk | BBRI | 76,74 juta saham |
| Bank Central Asia Tbk | BBCA | 66,24 juta saham |
| Petrindo Jaya Kreasi Tbk | CUAN | 43,90 juta saham |
| Merdeka Battery Materials Tbk | MBMA | 35,85 juta saham |
| Aneka Tambang Tbk | ANTM | 35,69 juta saham |
Dua bank raksasa nasional, yakni BBRI dan BBCA, memimpin daftar pelepasan aset oleh investor asing pada sesi pertama. Langkah ini kemungkinan besar berkontribusi signifikan terhadap pelemahan nilai transaksi secara keseluruhan di pasar modal.
Kondisi ini mencerminkan sikap hati-hati para investor di tengah situasi pasar yang sedang fluktuatif. Meskipun terjadi tekanan jual pada saham perbankan, minat terhadap sektor mineral dan batu bara tetap terjaga.