Langkah Timnas Malaysia U-19 dalam ajang Piala AFF U-19 2026 resmi terhenti di fase grup. Kepastian ini didapat setelah mereka menelan kekalahan tipis saat menghadapi Thailand pada laga pamungkas Grup B.
Pertandingan krusial yang berlangsung di Stadion Madya 1, Medan, pada Senin (8/6) tersebut berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan Thailand. Hasil ini membuat posisi Malaysia di klasemen runner-up terbaik merosot hingga menjadi juru kunci.
Jalannya Pertandingan Malaysia vs Thailand
Malaysia sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit dan membuka keunggulan lebih dulu melalui aksi Amar Imran. Namun, Thailand langsung merespons cepat dengan membalikkan keadaan lewat gol Pichaya Kongsri dan Pirada Larsawat.
Menjelang berakhirnya babak pertama, skuad Harimau Muda sempat menyamakan kedudukan menjadi 2-2 berkat gol Arsyad Shamsul. Sayangnya, petaka bagi Malaysia datang di menit ke-80 setelah Thailand mendapat hadiah penalti yang dieksekusi dengan baik oleh Kongsri.
Kekalahan ini memastikan Thailand keluar sebagai juara Grup B dan berhak melaju ke semifinal. Sementara itu, Malaysia harus puas di posisi kedua dan berharap pada jalur runner-up terbaik yang ternyata sangat sulit ditembus.
Persaingan Ketat di Klasemen Runner-Up Terbaik
Dalam penentuan tiket semifinal, hanya ada satu kuota yang disediakan untuk tim runner-up terbaik dari tiga grup yang tersedia. Perhitungan poin dalam klasemen khusus ini hanya melibatkan hasil pertandingan melawan tim juara dan peringkat ketiga di masing-masing grup.
Berikut adalah rangkuman klasemen sementara runner-up terbaik Piala AFF U-19 2026:
| Peringkat | Tim | Main | Gol - Kebobolan | Poin |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Vietnam | 2 | 6 - 2 | 3 |
| 2 | Kamboja | 1 | 3 - 0 | 3 |
| 3 | Malaysia | 2 | 5 - 3 | 3 |
Tabel di atas menunjukkan bahwa Malaysia berada di posisi terbawah karena kalah dalam produktivitas dan selisih gol dibanding pesaingnya. Meski mengoleksi poin yang sama, catatan kebobolan Malaysia jauh lebih tinggi.
Nasib Vietnam dan Kamboja di Ujung Tanduk
Vietnam saat ini memimpin klasemen runner-up, namun posisi mereka masih jauh dari kata aman. Hal ini dikarenakan Kamboja masih menyisakan satu pertandingan terakhir melawan Australia yang dijadwalkan pada Selasa (9/6).
Jika Kamboja berhasil meraih poin saat melawan Australia, maka posisi Vietnam otomatis akan tergeser. Skuad Bintang Emas Junior kini hanya bisa menunggu hasil laga tersebut untuk menentukan nasib mereka di turnamen ini.
Sistem kompetisi tahun ini memang cukup unik karena Grup C hanya dihuni oleh tiga tim peserta saja. Oleh karena itu, hasil laga melawan tim peringkat keempat di grup lain tidak dimasukkan dalam penghitungan agar tercipta keadilan bagi semua grup.