Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa nilai tukar rupiah akan segera pulih dalam waktu dekat. Optimisme ini muncul di tengah tekanan hebat yang membuat mata uang Garuda terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Purbaya menyerahkan sepenuhnya langkah stabilisasi mata uang kepada Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter. Ia berharap berbagai upaya yang dilakukan bank sentral dapat segera membuahkan hasil positif bagi posisi rupiah.
Harapan Stabilitas Baru Rupiah
Purbaya menjelaskan bahwa kondisi pasar saat ini masih bersifat fluktuatif sehingga level stabilitas yang pasti belum bisa ditentukan. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pelemahan ini tidak akan berlangsung secara terus-menerus.
Pemerintah memprediksi akan segera terbentuk titik keseimbangan atau stabilitas baru di pasar valuta asing. Setelah posisi tersebut tercapai, kementeriannya akan mulai melakukan evaluasi dan pengawalan terhadap anggaran negara.
Faktor keyakinan Menkeu terhadap penguatan mata uang:
- Adanya intervensi dan kebijakan stabilisasi yang terus dilakukan oleh Bank Indonesia.
- Keyakinan bahwa kondisi pasar saat ini merupakan reaksi awal yang akan mencari titik keseimbangan baru.
- Masih terbukanya ruang yang cukup lebar bagi rupiah untuk kembali terapresiasi.
Purbaya menekankan bahwa ruang untuk penguatan rupiah masih sangat terbuka lebar bagi Indonesia. Pernyataan ini disampaikan setelah ia melakukan pertemuan di kantor Kementerian PPN/Bappenas pada Senin sore.
Rekor Terendah Mata Uang Garuda
Pada penutupan perdagangan hari ini, posisi rupiah tercatat mengalami penurunan cukup tajam sebesar 0,89 persen. Hal ini membuat nilai tukar satu dolar AS kini menyentuh angka Rp18.180.
Angka tersebut sekaligus menjadi rekor terendah baru bagi nilai tukar rupiah sepanjang sejarah. Tekanan global masih menjadi pemicu utama lesunya mata uang di kawasan Asia, termasuk Indonesia.
Data terkini pergerakan nilai tukar rupiah:
| Indikator Pasar | Nilai / Persentase |
|---|---|
| Nilai Tukar Rupiah per Dolar AS | Rp18.180 |
| Persentase Pelemahan | 0,89% |
| Target Penguatan Terdekat | Rp18.010 |
Tabel di atas menunjukkan posisi kurs rupiah yang berada di zona merah akibat tingginya indeks dolar AS. Tingginya indeks mata uang Negeri Paman Sam tersebut secara otomatis membatasi ruang gerak penguatan mata uang regional.
Para pelaku pasar kini terus memantau pergerakan ekonomi global untuk melihat potensi pemulihan rupiah. Fokus utama tetap tertuju pada kebijakan bank sentral dalam menjaga volatilitas agar tidak semakin membebani ekonomi nasional.