Danantara Kaji Pendirian Leasing Pesawat Resmi, Solusi Terbaru Kurangi Biaya Sewa 2026

Danantara Kaji Pendirian Leasing Pesawat Resmi, Solusi Terbaru Kurangi Biaya Sewa 2026
Foto: Danantara Kaji Pendirian Leasing Pesawat Resmi, Solusi Terbaru Kurangi Biaya Sewa 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara kini tengah mempertimbangkan langkah strategis baru di industri kedirgantaraan. Lembaga ini berencana mengkaji pembentukan perusahaan penyewaan pesawat (leasing) secara mandiri.

Rencana besar tersebut diungkapkan langsung oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. Ia menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memperkuat masa depan sektor maskapai penerbangan di Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan Dony usai melakukan pertemuan dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta pada Senin (8/6/2026). Dony menekankan bahwa pihaknya sedang mendalami berbagai peluang, termasuk kemungkinan mengelola perusahaan leasing tersebut di bawah naungan Danantara.

Dony, yang juga mengemban amanah sebagai Kepala Badan Pengaturan BUMN, membeberkan rencana ini bersamaan dengan pembaruan status pengadaan pesawat Garuda Indonesia. Proyek tersebut melibatkan pembelian puluhan armada baru dari manufaktur asal Amerika Serikat.

Strategi Pengadaan Armada Garuda Indonesia

Dalam proses pengadaan armada maskapai pelat merah tersebut, Danantara akan mencari skema yang paling efisien dan menguntungkan. Hal ini mencakup pemilihan model bisnis, pengaturan waktu, hingga skema penyewaan yang akan diterapkan.

Meskipun sedang mengkaji opsi perusahaan leasing internal, Dony menegaskan komitmen Indonesia tidak akan berubah. Kesepakatan yang telah terjalin antara pemerintah Indonesia dengan pihak Amerika Serikat tetap menjadi prioritas utama.

Poin utama kesepakatan pengadaan pesawat Boeing oleh Indonesia:

  • Pembelian total 50 unit pesawat Boeing oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
  • Total nilai investasi diperkirakan mencapai 3,2 miliar dolar AS atau setara Rp51,8 triliun.
  • Target penyelesaian pengadaan armada dijadwalkan tuntas pada tahun 2029.
  • Langkah ini menjadi bagian dari negosiasi tarif impor resiprokal dengan pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump.

Informasi di atas menunjukkan bahwa pengadaan pesawat ini memiliki dimensi diplomatik yang kuat selain kepentingan bisnis murni. Pemerintah berupaya menjaga keseimbangan perdagangan internasional sekaligus memperkuat armada transportasi udara nasional.

Dony menambahkan bahwa setiap keputusan yang diambil nantinya akan tetap mengacu pada komitmen bilateral yang ada. Pihaknya memastikan transisi dan implementasi rencana ini berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kehadiran perusahaan leasing lokal diharapkan dapat memberikan fleksibilitas lebih bagi maskapai nasional. Hal ini juga berpotensi menekan biaya sewa yang selama ini banyak mengalir ke perusahaan asing di luar negeri.

Langkah progresif Danantara ini menandai babak baru dalam pengelolaan investasi strategis negara. Dengan memiliki perusahaan leasing sendiri, Indonesia berpeluang memiliki kendali lebih besar atas ekosistem penerbangan domestik.

Artikel terkait

Rekomendasi