SCG Chemicals Public Company Limited (SCGC) asal Thailand dilaporkan telah melakukan divestasi besar-besaran terhadap kepemilikan sahamnya di PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
Perusahaan tersebut melepas sekitar 12,85 miliar lembar saham atau setara 14,86 persen dari total kepemilikan dalam periode transaksi 2 hingga 5 Juni 2026.
Detail Transaksi dan Rebalancing Saham
Pihak manajemen Chandra Asri menjelaskan bahwa langkah masif ini merupakan bagian dari strategi penyeimbangan kepemilikan saham atau shareholding rebalancing.
Sebelum transaksi ini dilakukan, SCGC memegang 30,57 persen saham TPIA, namun kini porsi kepemilikan mereka menyusut menjadi 15,71 persen.
Meskipun porsi saham berkurang signifikan, manajemen menegaskan bahwa perusahaan asal Thailand tersebut akan tetap menjadi investor strategis jangka panjang bagi TPIA.
Langkah divestasi ini sukses meraup dana segar mencapai Rp14,33 triliun bagi SCGC melalui penjualan saham di pasar modal.
Sejarah Investasi dan Keuntungan Kumulatif
Hubungan kerja sama antara Chandra Asri Group dan Siam Cement Group (SCG) melalui SCGC sendiri telah terjalin cukup lama, tepatnya sejak tahun 2011.
Pada awal masuk ke pasar Indonesia, SCGC mengakuisisi 30 persen saham TPIA dengan nilai investasi awal mencapai Rp3,76 triliun atau sekitar 13,5 miliar Baht.
Berdasarkan data keterbukaan informasi, harga jual rata-rata dalam aksi divestasi kali ini memang tercatat lebih rendah sekitar 49,4 persen dibandingkan harga beli tahun 2011.
Namun, jika melihat akumulasi total selama 15 tahun terakhir, SCGC tetap mencatatkan keuntungan modal (capital gain) yang fantastis hingga mencapai 281,14 persen.
Aksi Korporasi yang Memengaruhi Nilai Saham
Transformasi nilai saham TPIA selama periode investasi SCGC dipengaruhi oleh beberapa aksi korporasi strategis berikut:
- Penerbitan saham baru atau rights issue sebanyak 220,77 juta lembar pada November 2013.
- Aksi rights issue lanjutan sebesar 279,74 juta lembar saham pada Agustus 2017.
- Pemecahan nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1:5 pada November 2017.
- Rights issue skala besar sebanyak 3,79 miliar lembar saham pada September 2021.
- Stock split kembali dilakukan dengan rasio 1:4 pada Agustus 2022 lalu.
Berbagai langkah strategis tersebut membuat harga saham TPIA secara teknis telah melonjak hingga 873,8 persen jika dihitung sejak akhir September 2011.
Dampak Terhadap Struktur Pemegang Saham
Setelah proses divestasi ini selesai, struktur kepemilikan saham strategis di dalam tubuh Chandra Asri Group mengalami pergeseran formasi.
Saat ini, gabungan pemegang saham utama yang terdiri dari PT Barito Pacific Tbk (BRPT), SCGC, dan Thaioil masih menguasai 74,3 persen saham perusahaan.
Satu hal yang menarik, porsi saham publik kini meningkat drastis menjadi 25,7 persen, yang berarti TPIA telah melampaui batas minimal free float 15 persen dari BEI.
Manajemen mengungkapkan bahwa dana hasil penjualan ini akan digunakan SCGC untuk memperkuat struktur modal serta mendukung inisiatif pertumbuhan bisnis inti mereka.
Presiden Direktur TPIA, Erwin Ciputra, menekankan bahwa transaksi ini sama sekali tidak mengubah arah kebijakan strategis maupun tata kelola perusahaan ke depan.
Ia menambahkan bahwa fokus utama perseroan saat ini adalah melanjutkan transformasi dan penguatan portofolio di sektor energi, kimia, dan infrastruktur di Asia Tenggara.