Daftar Negara Asia dengan Pengangguran Muda Tertinggi dan Terendah

Daftar Negara Asia dengan Pengangguran Muda Tertinggi dan Terendah
Foto: Ilustrasi Daftar Negara Asia dengan Pengangguran Muda Tertinggi dan Terendah.
Ukuran teks

Kesenjangan tingkat pengangguran usia muda di kawasan Asia terpantau sangat lebar dengan rentang angka yang cukup signifikan antara negara tertinggi dan terendah. Berdasarkan indikator terbaru dari World Bank, terdapat negara yang mencatatkan angka pengangguran pemuda di atas 30 persen, sementara beberapa negara lainnya berhasil menjaga angka tersebut tetap berada di bawah kisaran 5 persen.

Data yang dipublikasikan ini merujuk pada indikator pengangguran muda total yang mencakup persentase angkatan kerja pada kelompok usia 15 hingga 24 tahun. Definisi pengangguran dalam laporan ini merujuk pada porsi angkatan kerja usia produktif awal yang tidak memiliki pekerjaan, namun mereka berada dalam kondisi tersedia dan sedang aktif melakukan pencarian kerja.

Untuk konteks Indonesia, laporan World Bank memproyeksikan tingkat pengangguran pada kelompok usia muda akan menyentuh angka 13,0 persen pada tahun 2025 mendatang. Capaian ini menempatkan Indonesia pada posisi menengah di kancah regional, di mana posisinya tidak seburuk kelompok negara dengan pengangguran tertinggi seperti Yordania, Yaman, Irak, ataupun Georgia.

Jika dibandingkan dengan negara besar lainnya, posisi Indonesia tercatat masih lebih baik daripada India yang angka pengangguran mudanya diperkirakan mencapai 16,0 persen di tahun yang sama. Namun, Indonesia tertinggal jauh jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia Timur dan sebagian Asia Tenggara seperti Jepang, Thailand, Vietnam, Korea Selatan, Singapura, serta Filipina yang memiliki performa pasar kerja lebih stabil.

Secara umum, fenomena pengangguran di kalangan anak muda menjadi representasi dari besarnya tantangan dalam proses transisi dari dunia pendidikan menuju pasar tenaga kerja yang sesungguhnya. Peningkatan angka pada indikator ini secara langsung memberikan tekanan yang lebih besar terhadap stabilitas pasar tenaga kerja pada kelompok usia produktif yang baru memulai karier mereka.

Data Pengangguran Muda di Asia

Data berikut ini menyajikan perincian 10 negara di Asia yang memiliki tingkat pengangguran muda tertinggi berdasarkan estimasi model ILO yang dirilis melalui platform data World Bank. Yordania memuncaki daftar ini dengan angka yang mencapai 38,9 persen, diikuti oleh Yaman dan Irak yang juga mencatatkan angka di atas 30 persen.

Peringkat Negara dengan Pengangguran Muda Tertinggi Persentase (%)
1 Yordania 38,9%
2 Yaman 32,6%
3 Irak 32,0%
4 Georgia 30,3%
5 Armenia 26,2%
6 Lebanon 22,7%
7 Iran 21,9%
8 Sri Lanka 18,6%
9 Brunei Darussalam 18,2%
10 Afghanistan 16,8%

Di sisi lain, terdapat pula daftar 10 negara di Asia yang sukses mengelola tingkat pengangguran muda hingga mencapai angka yang sangat rendah bahkan di bawah satu persen. Qatar berada di posisi paling unggul dengan tingkat pengangguran muda hanya sebesar 0,6 persen, disusul ketat oleh Kamboja dengan angka 0,7 persen.

Peringkat Negara dengan Pengangguran Muda Terendah Persentase (%)
1 Qatar 0,6%
2 Kamboja 0,7%
3 Laos 2,4%
4 Kazakhstan 3,8%
5 Jepang 3,9%
6 Thailand 4,5%
7 Bahrain 5,4%
8 Israel 6,0%
9 Vietnam 6,2%
10 Uni Emirat Arab 6,5%

Data menyeluruh dari lembaga keuangan internasional tersebut mempertegas bahwa dinamika pasar tenaga kerja muda di benua Asia masih bergerak dalam cakupan yang sangat variatif. Beberapa negara memang sedang menghadapi krisis besar dalam menyerap angkatan kerja usia 15-24 tahun, sementara wilayah lain terlihat lebih mapan dalam menjaga ketersediaan lapangan kerja bagi pemuda.

Mengutip keterangan resmi World Bank pada Rabu (6/5/2026), disparitas angka yang kontras tersebut merupakan cerminan dari tantangan struktural yang berbeda di setiap masing-masing kedaulatan negara. Negara-negara yang berada dalam daftar pengangguran tinggi didorong untuk segera memperkuat strategi penciptaan lapangan kerja baru serta meningkatkan daya serap industri terhadap lulusan baru.

Sementara itu, bagi negara-negara yang telah berhasil menekan angka pengangguran hingga level rendah, tantangan selanjutnya adalah mempertahankan serta meningkatkan kualitas pasar tenaga kerja mereka. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa tingkat pengangguran yang rendah tersebut selaras dengan ketersediaan pekerjaan yang produktif dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Bagi pemerintah Indonesia sendiri, posisi yang saat ini berada di kelompok menengah memberikan sinyal kuat bahwa masih banyak aspek yang perlu dibenahi dalam proses transisi pendidikan ke dunia kerja. Langkah strategis seperti penguatan keterampilan teknis, perluasan akses kesempatan kerja, hingga sinkronisasi kurikulum dengan kebutuhan industri menjadi kunci utama untuk menurunkan angka pengangguran.

Upaya untuk menekan tingkat pengangguran muda di tanah air memerlukan kolaborasi yang solid antara sektor pemerintah, institusi pendidikan, dan pelaku industri agar lulusan muda memiliki daya saing tinggi. Dengan demikian, diharapkan porsi angkatan kerja usia 15 hingga 24 tahun yang terserap di pasar kerja dapat terus meningkat secara signifikan di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi