BGN moratorium dapur MBG baru, fokus hemat anggaran:
Pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) berencana mengkaji ulang distribusi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mengalihkan prioritas program ke wilayah 3T.
JAKARTA – BGN memutuskan menghentikan sementara penambahan dapur baru untuk program MBG. Langkah ini diambil dengan tujuan menghemat anggaran program prioritas pemerintah yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.
Nanik Sudaryati Deyang, Kepala BGN yang baru, menyatakan jumlah dapur yang saat ini beroperasi maupun yang sedang disiapkan sudah memadai untuk kebutuhan di sejumlah wilayah. "Jika nanti terbukti ada kekurangan, barulah kami buka kembali pendaftarannya. Untuk saat ini, kami bereskan yang ada dulu,” ujar Nanik dalam konferensi pers pada Kamis (5/6).
Baca Juga: Sehari setelah Prabowo copot Dadan, Kejagung geledah BGN
Nanik menjelaskan, keputusan ini juga diambil berdasarkan distribusi dapur MBG yang belum merata. Saat ini, banyak dapur terkonsentrasi di kawasan aglomerasi, sementara daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) belum terjangkau secara optimal. "Saat ini, dapur banyak menumpuk di aglomerasi. Daerah 3T belum banyak tersentuh. Pesan presiden, kita harus ke 3T dulu,” katanya.
Selain moratorium, BGN akan fokus pada penerima manfaat dari program MBG, pembenahan dapur yang sudah ada, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dapur yang tidak memenuhi standar juga akan dihentikan sementara.
Nanik menambahkan bahwa efisiensi anggaran juga dilakukan melalui skema pendanaan alternatif, agar program tidak sepenuhnya bergantung pada APBN. Cara yang sedang dipertimbangkan meliputi pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), dana hibah, serta penggunaan fasilitas pendukung di luar SPPG. "Kita tidak harus selalu membangun dapur baru. Prinsipnya, kita bisa memanfaatkan dapur seperti kantin sekolah,” jelasnya.
Langkah ini ditargetkan akan memperluas cakupan MBG di wilayah 3T tanpa menambah beban anggaran negara, sekaligus memastikan kualitas layanan dan pemerataan penerima manfaat. "Kami tidak mengejar kuantitas. Kami akan fokus meningkatkan kualitas, sehingga bisa jadi tidak mengejar target 82 juta penerima,” tambah Nanik.
Baca Juga Kejagung ungkap korupsi MBG, bos BGN untungkan yayasan afiliasi
```