Benarkah Susu Bikin Anak Obesitas? Simak Penjelasan Profesor FKUI Terbaru 2026

Benarkah Susu Bikin Anak Obesitas? Simak Penjelasan Profesor FKUI Terbaru 2026
Foto: Benarkah Susu Bikin Anak Obesitas? Simak Penjelasan Profesor FKUI Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Banyak orang tua merasa khawatir ketika berat badan buah hati mulai melonjak hingga menyentuh kategori obesitas. Reaksi spontan yang sering muncul adalah menghentikan konsumsi susu karena dianggap sebagai penyebab utama kegemukan pada anak.

Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar dan perlu diluruskan agar anak tetap mendapatkan nutrisi yang seimbang. Menghilangkan susu dari menu harian anak yang mengalami obesitas justru bisa berdampak pada pemenuhan gizi lainnya.

Penjelasan Pakar FKUI Terkait Susu dan Obesitas

Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, SpA(K), seorang pakar tumbuh kembang anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), memberikan pandangannya mengenai isu ini. Beliau menegaskan bahwa menghentikan asupan susu pada anak obesitas adalah sebuah kesalahpahaman yang umum terjadi.

Menurut Prof. Rini, penyebab utama obesitas biasanya bukan berasal dari susu itu sendiri. Penegasan ini disampaikan dalam acara peluncuran susu formula AceKid yang merupakan kolaborasi FEIHE International dan MAKUKU di Jakarta Pusat, Minggu (7/6/2026).

Berikut adalah poin utama yang disampaikan oleh Prof. Rini terkait peran susu bagi anak:

  • Susu merupakan komponen penting dalam kelompok protein yang mendukung pertumbuhan.
  • Meskipun slogan kesehatan telah berkembang, posisi susu sebagai penyempurna nutrisi tetap tidak tergantikan.
  • Kandungan nutrisi dalam susu cenderung lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan beberapa sumber lain.
  • Susu menawarkan kepraktisan dalam pemberian asupan gizi harian yang komplit bagi anak.

Pernyataan tersebut menekankan bahwa orang tua sebaiknya lebih teliti dalam melihat pola makan secara keseluruhan daripada hanya menyalahkan satu jenis minuman. Susu tetap menjadi bagian integral dari diet seimbang jika diberikan dalam porsi yang tepat.

Susu sebagai Sumber Protein Berkualitas

Meskipun saat ini istilah "4 Sehat 5 Sempurna" telah berganti menjadi pedoman gizi seimbang, fungsi susu tetap krusial. Prof. Rini menjelaskan bahwa dalam struktur piramida gizi modern, susu dikategorikan sebagai sumber protein.

Protein sendiri adalah fondasi utama bagi tumbuh kembang fisik dan otak anak. Dibandingkan dengan sumber protein lain seperti daging atau ikan, susu memiliki keunggulan dari segi kelengkapan nutrisi pendukungnya.

Tabel perbandingan sumber protein untuk anak:

Sumber Protein Kelebihan Utama Kemudahan Konsumsi
Susu Nutrisi komplit dan sangat cepat diserap tubuh Sangat mudah dan praktis diberikan
Daging & Ayam Kandungan zat besi yang tinggi Perlu pengolahan dan waktu makan lebih lama
Ikan Kaya akan asam lemak omega-3 Membutuhkan ketelitian saat menyisihkan duri

Tabel di atas menunjukkan bahwa susu memiliki efisiensi yang tinggi dalam membantu memenuhi kebutuhan protein harian anak. Oleh karena itu, susu tetap bisa diberikan kepada anak yang obesitas, asalkan jenis dan jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan diet mereka.

Prof. Rini mengingatkan bahwa kunci utama mengatasi obesitas adalah pengaturan pola makan secara menyeluruh dan aktivitas fisik. Orang tua disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli sebelum memutuskan untuk memangkas asupan nutrisi penting seperti susu.

Artikel terkait

Rekomendasi