Alfamart (AMRT) Siap Ekspansi 800 Gerai Baru 2026 di Tengah Tren Kopdes

Alfamart (AMRT) Siap Ekspansi 800 Gerai Baru 2026 di Tengah Tren Kopdes
Foto: Alfamart (AMRT) Siap Ekspansi 800 Gerai Baru 2026 di Tengah Tren Kopdes. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), perusahaan yang menaungi jaringan ritel Alfamart, telah menetapkan langkah strategis untuk memperluas jangkauan pasarnya pada tahun 2026. Meskipun saat ini pemerintah tengah menggencarkan pengembangan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, emiten ritel ini tetap optimis untuk menambah ratusan gerai baru.

Fokus utama perusahaan dalam menghadapi persaingan adalah dengan memperkuat aspek pelayanan kepada pelanggan serta mempercepat proses digitalisasi. Pihak manajemen meyakini bahwa peningkatan kualitas layanan menjadi kunci utama agar tetap relevan di mata konsumen Indonesia.

Target Ekspansi dan Alokasi Dana Alfamart

Sepanjang tahun 2026, Alfamart menargetkan pembukaan sebanyak 800 gerai baru yang tersebar di berbagai wilayah strategis. Untuk merealisasikan rencana besar tersebut, perusahaan telah menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) mencapai sekitar Rp500 miliar.

Berikut adalah rincian rencana ekspansi gerai Alfamart pada tahun 2026:

  • Kepemilikan Mandiri: Perusahaan berencana membuka sekitar 500 toko baru yang dimiliki dan dikelola langsung secara internal.
  • Skema Waralaba: Sisanya, sebanyak 300 toko baru, akan dikembangkan melalui kerja sama kemitraan atau skema franchise dengan masyarakat.
  • Prioritas Wilayah: Lebih dari 50 persen dari total gerai baru tersebut akan dialokasikan untuk wilayah di luar Pulau Jawa.
  • Sumber Pendanaan: Seluruh modal ekspansi ini direncanakan berasal dari pendanaan internal atau arus kas perusahaan sendiri.

Langkah ekspansi yang masif di luar Pulau Jawa ini diambil bukan tanpa alasan yang kuat. Pihak manajemen melihat adanya pergeseran pertumbuhan pasar ritel modern yang kini mulai mengarah ke daerah-daerah dengan tingkat penetrasi ritel yang masih rendah.

Menanggapi Kehadiran Kopdes Merah Putih

Munculnya Kopdes Merah Putih sebagai inisiatif pemerintah menjadi perhatian tersendiri bagi para pelaku industri ritel. Namun, Direktur Corporate Affair AMRT, Solihin, menyatakan bahwa dampak kehadiran koperasi tersebut terhadap kinerja Alfamart sejauh ini belum bisa diukur secara pasti.

Menurut Solihin, segmen pasar yang dibidik oleh Alfamart dan Kopdes Merah Putih memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain. Ia menekankan bahwa saat ini tim manajemen lebih memilih untuk berkonsentrasi penuh pada peningkatan standar kualitas operasional di seluruh jaringan toko mereka.

“Saat ditanya mengenai pengaruhnya terhadap kinerja, fokus kami saat ini adalah pada pelayanan dan bagaimana manajemen terus meningkatkan kualitas layanan karena segmennya pasti berbeda,” jelas Solihin dalam acara Public Expose yang berlangsung pada Kamis (4/6/2026).

Meski begitu, Solihin tidak menutup kemungkinan adanya kerja sama di masa depan dengan berbagai pihak, termasuk Kopdes Merah Putih. Ia menegaskan bahwa Alfamart selalu terbuka untuk kolaborasi yang saling menguntungkan, walaupun hingga kini belum ada pembicaraan formal mengenai hal tersebut.

“Untuk peluang kerja sama, sebenarnya siapapun bisa saja bergabung. Namun, hingga saat ini memang belum ada permintaan resmi yang diajukan kepada kami terkait kolaborasi tersebut,” tambah Solihin lebih lanjut.

Rekam Jejak Pertumbuhan dan Kinerja Operasional

Ambisi Alfamart untuk terus tumbuh terlihat dari pencapaian mereka pada awal tahun 2026. Hanya dalam kurun waktu tiga bulan pertama, grup ritel ini sudah berhasil menambah sebanyak 211 gerai baru ke dalam jaringan mereka.

Capaian ini diharapkan terus meningkat hingga akhir tahun guna melampaui performa ekspansi pada periode-periode sebelumnya. Sebagai catatan, pada tahun 2025 lalu, secara akumulatif grup ini telah membuka sebanyak 1.057 toko baru yang mencakup brand Alfamart, Alfamidi, serta toko kecantikan Dan+Dan.

Corporate Secretary AMRT, Tomin Widian, menjelaskan bahwa pergeseran fokus ke wilayah luar Jabodetabek dalam lima tahun terakhir terbukti memberikan hasil positif. Hal ini sejalan dengan meningkatnya daya beli masyarakat di berbagai daerah yang sebelumnya kurang terjangkau oleh ritel modern.

Data sebaran dan pertumbuhan gerai grup AMRT dalam beberapa periode terakhir:

Kategori Data Keterangan Capaian
Target Gerai Baru 2026 800 Toko Baru
Pencapaian Kuartal I/2026 211 Toko Baru
Total Ekspansi Tahun 2025 1.057 Toko (Alfamart, Alfamidi, Dan+Dan)
Anggaran Belanja Modal (Capex) Rp500 Miliar
Total Gerai Saat Ini 24.434 Toko

Informasi dalam tabel di atas menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi. Penggunaan dana internal (internal funding) untuk ekspansi juga memperlihatkan kondisi likuiditas perusahaan yang cukup sehat dan stabil.

Dengan strategi yang mengombinasikan kekuatan digital, peningkatan layanan fisik, serta ekspansi geografis yang terukur, Alfamart tetap optimis mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemimpin pasar ritel di Indonesia. Fokus pada wilayah luar Jawa diprediksi akan menjadi motor pertumbuhan utama perusahaan di masa mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi