Indeks Bisnis-27 Melemah, Saham ANTM hingga ADRO Terbaru Masih Banyak Dicari 2026

Indeks Bisnis-27 Melemah, Saham ANTM hingga ADRO Terbaru Masih Banyak Dicari 2026
Foto: Indeks Bisnis-27 Melemah, Saham ANTM hingga ADRO Terbaru Masih Banyak Dicari 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Indeks Bisnis-27 mengakhiri perdagangan pada hari Kamis, 4 Juni 2026, dengan hasil yang kurang menggembirakan. Meskipun indeks secara keseluruhan melemah, beberapa saham unggulan seperti ANTM, ADRO, hingga AKRA justru terpantau tetap menguat.

Berdasarkan data terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks yang merupakan hasil kolaborasi dengan Harian Bisnis Indonesia ini terkoreksi sebesar 1,67 persen. Penurunan tersebut membawa indeks mendarat ke level 402,23 pada akhir sesi perdagangan.

Dari total 27 emiten yang masuk dalam daftar konstituen, tercatat hanya 9 saham yang mampu mencetak kenaikan harga. Sementara itu, 17 saham lainnya terpaksa parkir di zona merah dan satu saham terpantau tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Daftar Saham yang Berhasil Menguat

PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menjadi motor penggerak utama penguatan indeks dengan lonjakan harga yang cukup signifikan. Saham emiten pertambangan ini melesat 5,75 persen dan berakhir di level Rp2.760 per lembar saham.

Langkah positif ini juga diikuti oleh PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) yang nilainya bertambah sebesar 4,13 persen. Pada penutupan pasar, harga saham ADRO berada di posisi Rp2.270.

Berikut adalah daftar emiten dalam Indeks Bisnis-27 yang mencatatkan pertumbuhan positif pada hari ini:

  • PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM): Menguat 5,75% ke posisi harga Rp2.760.
  • PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO): Naik 4,13% hingga menyentuh level Rp2.270.
  • PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA): Mengalami kenaikan 2,07% ke harga Rp1.230.
  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM): Tumbuh 1,75% menjadi Rp2.900.
  • PT Vale Indonesia Tbk. (INCO): Berhasil naik 1,62% ke level Rp4.390.
  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP): Meningkat 1,53% ke posisi Rp6.625.
  • PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA): Menguat 1,53% di harga Rp2.660.
  • PT Bumi Resources Tbk. (BUMI): Naik tipis 1,35% ke level Rp150.
  • PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI): Terangkat 0,33% ke angka Rp1.500.

Pergerakan di zona hijau ini menunjukkan adanya minat beli yang cukup kuat pada sektor energi dan infrastruktur. Kenaikan harga pada deretan saham di atas memberikan sedikit napas segar di tengah tren pelemahan indeks secara luas.

Deretan Saham yang Mengalami Pelemahan

Di sisi lain, tekanan jual yang masif membuat sejumlah saham berkapitalisasi besar harus terkoreksi cukup dalam. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) menjadi saham yang paling tertekan dengan penurunan harga mencapai 11,40 persen.

Saham sektor konsumer lainnya, yakni PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA), juga tidak mampu membendung arus penurunan. Saham ini tercatat merosot 5,29 persen dan ditutup pada harga Rp2.150 per lembar.

Daftar emiten yang mengalami koreksi harga pada penutupan perdagangan Kamis:

  • PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN): Anjlok 11,40% ke level Rp3.420.
  • PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA): Melemah 5,29% menjadi Rp2.150.
  • PT Astra International Tbk. (ASII): Turun 4,34% ke harga Rp4.630.
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI): Terkoreksi 4,20% ke level Rp3.420.
  • PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS): Mengalami penurunan 3,37% ke Rp1.720.
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI): Turun 3,10% menjadi Rp2.810.
  • PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS): Melemah 2,80% ke harga Rp520.
  • PT Darma Henwa Tbk. (DEWA): Terkoreksi 2,72% ke posisi Rp286.

Pelemahan ini memberikan beban tambahan bagi gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada hari yang sama juga rontok. Penurunan pada sektor perbankan dan otomotif menjadi salah satu penyebab utama indeks gagal bertahan di zona hijau.

Analisis Pergerakan IHSG dan Rekomendasi

Para analis pasar modal memberikan pandangan bahwa IHSG masih memiliki risiko untuk melanjutkan pelemahannya. Tim riset dari MNC Sekuritas menyebutkan bahwa pergerakan indeks saat ini merupakan bagian dari siklus koreksi tertentu.

Kondisi ini diperkirakan sebagai bagian dari wave [v] dari wave A dalam struktur wave (2) berdasarkan label hitam analisis mereka. Investor diminta untuk tetap waspada terhadap potensi penurunan lebih lanjut dalam jangka pendek.

Berikut adalah rangkuman level teknikal dan target area koreksi untuk pergerakan pasar:

Kategori Analisis Level / Area Harga
Area Koreksi Berikutnya 5.755 - 5.814
Target Penguatan Terdekat 5.958 - 5.984
Level Support Utama 5.899 dan 5.755
Level Resistance Utama 6.111 dan 6.286

Data di atas menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase yang cukup volatil dengan rentang harga yang lebar. Area support di level 5.755 menjadi titik krusial yang perlu diperhatikan oleh para pelaku pasar untuk menentukan langkah investasi berikutnya.

MNC Sekuritas mengingatkan investor untuk mencermati batas-batas tersebut guna meminimalisir risiko kerugian. Strategi pemilihan saham yang selektif sangat disarankan di tengah kondisi pasar yang sedang mengalami tekanan hebat.

Penyangkalan (Disclaimer): Artikel ini disusun semata-mata untuk tujuan informasi dan tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk melakukan transaksi jual atau beli saham tertentu. Seluruh risiko serta keuntungan yang didapat dari keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Pergerakan pasar modal dipengaruhi oleh berbagai faktor fundamental dan teknikal yang dinamis setiap harinya. Oleh karena itu, pembaca diharapkan selalu memperbarui informasi dari sumber terpercaya sebelum mengambil keputusan finansial.

Artikel terkait

Rekomendasi