Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Aman, Ini Bukti Terbaru 2026

Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Aman, Ini Bukti Terbaru 2026
Foto: Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Aman, Ini Bukti Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Pjs Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa fundamental pasar modal di Indonesia saat ini tetap berada dalam kondisi yang solid. Pernyataan ini muncul sebagai respon atas tekanan yang dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) baru-baru ini.

Meskipun IHSG sempat tertekan hingga menyentuh level 5.839, data menunjukkan bahwa kinerja emiten masih cukup menjanjikan. Jeffrey menyampaikan bahwa pertumbuhan laba perusahaan tercatat menunjukkan tren yang sangat positif sepanjang tahun buku 2025.

Pertumbuhan Laba Emiten Menjadi Bukti Fundamental Kuat

Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025, rata-rata pertumbuhan laba dari seluruh perusahaan yang melantai di bursa mencapai lebih dari 21 persen. Jeffrey menjelaskan bahwa tren positif ini terus berlanjut hingga memasuki awal tahun 2026.

Data kuartal I 2026 menunjukkan bahwa sekitar 80 persen dari total emiten berhasil membukukan laba bersih. "Fundamental pasar kita saat ini dalam kondisi baik," ujar Jeffrey saat memberikan keterangan di Gedung Bursa Efek, Kamis (4/6/2026).

Poin-poin penting mengenai kinerja keuangan perusahaan tercatat di bursa :

  • Pertumbuhan laba bersih rata-rata emiten pada tahun buku 2025 melampaui angka 21 persen.
  • Mayoritas perusahaan, yakni sekitar 80 persen, sukses mencatatkan keuntungan pada kuartal pertama tahun 2026.
  • Emiten yang tergabung dalam indeks LQ45 mencatatkan rata-rata pertumbuhan laba bersih antara 29 hingga 30 persen secara tahunan (year-on-year).
  • Tahun 2026 menjadi periode dengan persentase jumlah perusahaan profit tertinggi jika dibandingkan dengan lima tahun terakhir.

Data di atas memperlihatkan bahwa secara operasional, perusahaan-perusahaan di pasar modal tetap mampu menghasilkan keuntungan yang signifikan meski kondisi pasar sedang fluktuatif.

Perbandingan Kinerja Keuntungan Emiten dari Tahun ke Tahun

Kondisi saat ini dinilai jauh lebih baik jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya. Jeffrey mengungkapkan bahwa persentase emiten yang mampu mencetak laba bersih menunjukkan peningkatan yang cukup stabil sejak tahun 2020.

Sebagai gambaran, tingkat keberhasilan emiten dalam meraih laba bersih di masa pandemi hanya mencapai 63 persen. Angka tersebut terus merangkak naik pada tahun-tahun berikutnya hingga mencapai puncaknya di tahun ini.

Tabel perbandingan persentase jumlah emiten yang membukukan laba bersih :

Periode Tahun Persentase Emiten yang Laba
Tahun 2020 63%
Tahun 2021 - 2025 73% - 76%
Kuartal I 2026 80%

Tabel tersebut merangkum bagaimana efisiensi dan profitabilitas perusahaan tercatat di BEI terus mengalami penguatan secara konsisten setiap tahunnya.

Meskipun kondisi fundamental dianggap kuat, IHSG terpantau mengalami koreksi cukup dalam sebesar 1,70 persen. Penurunan ini menyebabkan indeks parkir di level 5.839 dengan catatan 651 saham mengalami pelemahan harga pada penutupan perdagangan tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi