PLN EPI, Puslitbang dan ITERA Resmi Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi 2026

PLN EPI, Puslitbang dan ITERA Resmi Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi 2026
Foto: PLN EPI, Puslitbang dan ITERA Resmi Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus berupaya memperkuat ekosistem bioenergi di tanah air. Salah satu langkah nyatanya adalah dengan menjalin kerja sama riset terkait pengembangan tanaman energi.

Dalam proyek ini, PLN EPI menggandeng PT PLN Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan (Puslitbang) serta Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Fokus utama penelitian ini menyasar pada potensi tanaman kaliandra dan sorgum.

Sinergi Riset untuk Transisi Energi

Kolaborasi strategis ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan biomassa sebagai campuran bahan bakar atau co-firing pada pembangkit listrik. Selain itu, riset ini juga mengeksplorasi potensi biomassa untuk memproduksi hidrogen hijau lewat metode gasifikasi.

Langkah awal kerja sama ini dimulai dengan agenda Kick Off Meeting yang diadakan di Kampus ITERA, Bandar Lampung. Pertemuan tersebut membahas pengembangan tanaman energi guna mencapai target bauran energi baru terbarukan secara nasional.

Berikut adalah poin-poin utama dalam kolaborasi riset tanaman energi ini:

  • Fokus riset terletak pada budidaya tanaman kaliandra dan sorgum sebagai sumber energi hayati.
  • Pemanfaatan biomassa diarahkan untuk meningkatkan persentase co-firing di pembangkit listrik milik PLN.
  • Penelitian juga mencakup proses gasifikasi biomassa guna menghasilkan bahan baku hidrogen hijau.
  • Target utama dari kolaborasi ini adalah mempercepat pencapaian bauran energi nasional yang lebih bersih.

Inisiatif riset ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam menyediakan alternatif energi yang lebih ramah lingkungan. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya transformasi energi berkelanjutan di Indonesia.

Memperkuat Ketahanan Pasokan Biomassa

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menjelaskan bahwa pengembangan tanaman energi merupakan strategi krusial. Menurutnya, langkah ini penting untuk menjaga ketahanan pasokan biomassa di masa depan.

Kebutuhan akan biomassa diprediksi akan melonjak seiring dengan meluasnya penerapan teknologi co-firing. Oleh karena itu, persiapan dari sisi hulu melalui penyediaan lahan dan riset tanaman menjadi sangat vital.

Hokkop menegaskan bahwa PLN EPI tidak hanya fokus pada pembangunan rantai pasok semata. Perusahaan juga berkomitmen mendorong inovasi agar sumber energi berbasis hayati dapat dikelola secara maksimal.

Pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan menjadi kunci dalam mendukung agenda transisi energi Indonesia. Melalui riset ini, diharapkan tantangan kebutuhan energi masa depan dapat teratasi dengan solusi yang inovatif.

Informasi terkait peran strategis biomassa dalam ekosistem PLN:

Aspek Pengembangan Target dan Tujuan Utama
Jenis Tanaman Kaliandra dan Sorgum sebagai bahan baku utama.
Pemanfaatan Utama Campuran bahan bakar pembangkit (co-firing).
Inovasi Teknologi Produksi hidrogen hijau melalui proses gasifikasi.
Dampak Ekonomi Penguatan rantai pasok dan potensi lapangan kerja baru.

Tabel di atas merangkum bagaimana integrasi antara riset tanaman energi dan teknologi pembangkitan dilakukan. Dengan perencanaan yang matang, biomassa diproyeksikan menjadi pilar penting dalam ketahanan energi nasional.

Artikel terkait

Rekomendasi